193 Pelaku UMKM di Riau Dapat Bantuan Rp 8,16 M dari PT Timah

Baca Juga

MATA INDONESIA, RIAU – PT Timah Tbk ikut menyalurkan bantuan bagi pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Bantuan itu disalurkan lewat program Pendanaan Usaha Mikro Kecil (PUMK) untuk mendukung UMKM di tengah pandemi Covid-19.

Untuk periode Triwulan III Tahun 2021, PT Timah menyalurkan Rp 8,16 miliar bagi 193 mitra binaan di wilayah operasional Perusahaan di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Provinsi Riau dan Kepulauan Riau.

Direktur Keuangan PT Timah Wibisono mengatakan, semoga dana bantuan ini dapat dimanfaatkan oleh para pelaku
UMKM untuk mengembangkan usaha ataupun merintis usaha.

“Semoga program ini bisa meningkatkan usaha, sehingga nantinya bisa menyumbang lebih banyak tenaga kerja, sehingga bisa membangkitkan ekonomi masyarakat,” ujarnya, Senin 23 Agustus 2021.

Sebagai informasi, pada Triwulan III Tahun 2021 ini, PT Timah Tbk menerima pengajuan sebanyak 238 proposal dengan nilai Rp19,2 miliar. Namun, berdasarkan hasil verifikasi dan survey tim yang memenuhi kualifikasi hanya 193 pengajuan dengan nilai Rp8,6 miliar.

Adapun sebaran Penyaluran dana PUMK Triwulan III Tahun 2021 ini yakni Pangkalpinang sebanyak 20 mitra binaan dengan nilai Rp 1,2 miliar. Kemudian Kabupaten Bangka 25 mitra binaan dengan nilai Rp 975 juta.

Lalu Kabupaten Bangka Barat sebanyak 11 mitra binaan dengan nilai Rp 445 juta. Kabupaten Bangka Tengah sebanyak 60 mitra binaan dengan nilai Rp 1,5 miliar.

Selanjutnya, Kabupaten Bangka Selatan sebanyak 26 mitra binaan dengan nilai Rp 1,2 miliar. Kabupaten Belitung 12 mitra binaan dengan nilai Rp 1,2 miliar.

Kabupaten Belitung Timur 10 mitra binaan dengan nilai Rp 400 juta, dan Kabupaten Karimun sebanyak 51 mitra binaan dengan nilai Rp 1,5 miliar.

Penyaluran dana PUMK ini akan dilaksanakan selama dua hari yaitu dari 23 Agustus hingga 24 Agustus 2021 dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat.

Di mana calon mitra binaan harus melalui proses swab antigen sebelum memasuki ruangan penyaluran dana PUMK.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Aksi OPM Merusak Pendidikan dan Menghambat Kemajuan Papua

Oleh: Petrus Pekei* Papua adalah tanah harapan, tempat masa depan generasi muda bertumbuh melalui pendidikan, kerja keras, dan persaudaraan. Setiap upaya yang mengganggu ketenangan dan merusak sendi-sendi kehidupan masyarakat Papua sejatinya berseberangan dengan cita-citabesar tersebut. Karena itu, penguatan narasi damai dan dukungan terhadap kehadiran negara menjadi energi utama untuk memastikan Papua terus melangkah maju. Di tengah dinamikakeamanan, bangsa ini menunjukkan keteguhan sikap bahwa keselamatan warga sipil, keberlanjutan pendidikan, dan pembangunan berkeadilan adalah prioritas yang tidak dapatditawar. Peristiwa kekerasan yang menimpa pekerja pembangunan fasilitas pendidikan di Yahukimomenggugah solidaritas nasional. Respons publik yang luas memperlihatkan kesadarankolektif bahwa pendidikan adalah fondasi masa depan Papua. Sekolah bukan sekadarbangunan, melainkan simbol harapan, jembatan menuju kesejahteraan, dan ruang aman bagianak-anak Papua untuk bermimpi. Ketika ruang ini dilindungi bersama, optimisme tumbuhdan kepercayaan terhadap masa depan kian menguat. Dukungan masyarakat terhadap langkahtegas aparat keamanan merupakan bentuk kepercayaan pada negara untuk memastikan rasa aman hadir nyata hingga ke pelosok. Narasi persatuan semakin kokoh ketika tokoh-tokoh masyarakat Papua menyampaikanpandangan yang menyejukkan. Sekretaris Jenderal DPP Barisan Merah Putih Republik Indonesia, Ali Kabiay, menegaskan pentingnya perlindungan warga sipil dan keberlanjutanpembangunan, khususnya pendidikan. Pandangannya menekankan bahwa stabilitas adalahprasyarat utama bagi kesejahteraan, dan negara perlu bertindak tegas serta terukur agar ketenangan sosial terjaga. Ajakan kepada masyarakat untuk tetap waspada, memperkuatkomunikasi dengan aparat, dan menolak provokasi menjadi penopang kuat bagi ketertibanbersama. Sikap serupa juga disuarakan oleh...
- Advertisement -

Baca berita yang ini