Jelang PON Papua, Layanan Internet Hotel dan Restoran di Jayapura Diperkuat

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAYAPURA – layanan penginapan dan koneksi internet di wilayah Papua terus dimaksimalkan untuk menyukseskan gelaran Pekan Olahraga Nasional (PON) XX 2021. Hal ini disampaikan oleh Koordinator Bidang TIK Sub PB PON XX Kabupaten Jayapura, Gustaf Griapon.

Ia mengungkapkan bahwa upaya ini dilakukan untuk memberikan kenyamanan bagi para atlet maupun official hingga para tamu yang datang.

Untuk mewujudkan rencana tersebut, panitia menjalin kerja sama dengan Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kabupaten Jayapura, Telkomsel, PT Telkom dan Balai Monitoring Spektrum Frekuensi Radio (Balmon).

“Saat ini kami fokus untuk memastikan layanan jaringan seluler jelang PON XX dengan pihak terkait dan fasilitas CCTV di setiap hotel dan restoran,” katanya, Kamis 19 Agustus 2021.

Sementara Ketua PHRI Jayapura Bambang Zulhadi mengungkapkan bahwa pihaknya telah menyiapkan 30 hotel dengan total 918 kamar untuk PON XX Papua. Namun dari 30 hotel masih didominasi hotel kelas melati dengan fasilitas jaringan internet.

PHRI juga terus berupaya untuk dapat memberikan pelayanan terbaik dengan melengkapi setiap hotel dengan fasilitas CCTV. “Memang masih ada beberapa hotel non bintang (hotel melati) yang belum menggunakan jaringan internet, tetapi sudah kita arahkan untuk segera melengkapi kekurangan itu jelang PON XX,” ujarnya.

Perwakilan Telkomsel Arsyam Amin pun memastikan bahwa jaringan internet di setiap hotel dan restoran sudah sangat baik. Telkomsel juga tengah memaksimalkan kekuatan jaringan internet di beberapa venue PON untuk memberikan pelayanan terbaik selama PON XX berlangsung.

“Kemarin sudah kami survei dan ada yang sudah mencapai 75 Mb (megabyte) saat mendownload dan upload bis sampai 40 mb dan kami akan tetap tindaklanjuti sehingga lebih maksimal nantinya,” katanya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Arah Kebijakan Fiskal Presiden Dorong Optimisme Dunia Usaha

Oleh: Hanif Putra )*Pidato Presiden Prabowo Subianto dalam Rapat Paripurna DPR RI mengenai Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal(KEM-PPKF) RAPBN 2027 membawa optimisme baru bagi dunia usahadan arah pembangunan ekonomi nasional. Pemerintah menunjukkan keyakinan bahwa Indonesia memiliki fondasiekonomi yang kuat untuk menghadapi tekanan global sekaligusmempercepat pertumbuhan nasional dalam beberapa tahun mendatang.Kehadiran langsung Presiden Prabowo dalam menyampaikan kerangkakebijakan fiskal dinilai menjadi langkah penting untuk memperkuatkepercayaan publik dan pelaku usaha. Pemerintah ingin memastikanbahwa arah pembangunan ekonomi nasional berada dalam kendali yang jelas, terukur, dan berpihak pada kepentingan rakyat.Presiden Prabowo menegaskan Indonesia memiliki modal besar berupabonus demografi, pasar domestik yang luas, serta kekayaan sumber dayaalam yang melimpah. Pemerintah memandang kombinasi tersebutmenjadi kekuatan utama untuk mendorong pertumbuhan ekonominasional yang lebih mandiri dan berdaya saing tinggi.Pemerintah Indonesia optimistis pasar domestik nasional memilikikapasitas yang sangat besar dan mampu menjadi penggerak utamapertumbuhan ekonomi. Dengan jumlah penduduk yang besar dan konsumsi masyarakat yang terus berkembang, pemerintah menilaiIndonesia memiliki peluang menjadi salah satu pusat pertumbuhanekonomi dunia.Selain itu, Presiden Prabowo juga memaparkan ketangguhan ekonomiIndonesia melalui capaian ekspor sejumlah komoditas strategis sepanjang2025. Pemerintah mencatat minyak kelapa sawit, batu bara, dan paduanbesi menjadi penyumbang devisa besar bagi negara dengan nilaimencapai lebih dari US$65 miliar atau sekitar Rp1.100 triliun per tahun.Pemerintah menilai capaian tersebut menunjukkan posisi Indonesia sebagai pemain utama dalam rantai perdagangan global. Potensi ekonominasional juga dinilai masih sangat besar karena Indonesia memilikisumber daya strategis lain seperti nikel, tembaga, logam tanah jarang, minyak bumi, dan kekayaan maritim yang belum dimaksimalkansepenuhnya.Melihat besarnya potensi tersebut, pemerintah berkomitmen memperkuattata kelola ekonomi dan meningkatkan efektivitas pengelolaan anggarannegara. Presiden Prabowo menilai peningkatan rasio penerimaan negara terhadap produk domestik bruto menjadi langkah penting agar kemampuan fiskal Indonesia semakin kuat dan mampu mendukungpembangunan jangka panjang.Pemerintah Indonesia juga mendorong upaya introspeksi nasional dalampengelolaan ekonomi agar kekayaan alam Indonesia benar-benarmemberikan manfaat maksimal bagi masyarakat. Langkah ini dinilaipenting untuk memperkuat kemandirian ekonomi sekaligus mengurangiketergantungan terhadap tekanan ekonomi global.Arah kebijakan fiskal yang disampaikan Presiden mendapat sambutanpositif dari kalangan parlemen. Anggota DPR RI Fraksi PKS,...
- Advertisement -

Baca berita yang ini