Ingat Ya, Ibu Hamil Dilarang Minum Susu Kefir

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Susu kefir belakangan sedang populer karena diklaim punya banyak manfaat. Tapi, ibu hamil dilarang mengonsumsinya. Kenapa ya?

Susu kefir merupakan susu fermentasi yang rasanya sangat mirip dengan yoghurt. Susu ini mulai populer lantaran diklaim dapat memberikan lebih banyak manfaat kesehatan dibanding susu biasa.

Lebih menguntungkannya lagi, susu kefir bisa dikonsumsi oleh orang yang memiliki intoleransi laktosa. Meski demikian, ibu hamil dilarang mengonsumsi susu kefir.

Susu kefir adalah susu yang terbuat terbuat dari biji-bijian kefir, yaitu kombinasi dari ragi yang difermentasi, protein susu, dan bakteri. Dari segi bentuk, susu kefir mirip dengan yoghurt karena memiliki rasa asam dan bertekstur kental dan lembut. Namun, keduanya tetaplah berbeda. Yoghurt merupakan hasil fermentasi dari bakteri pada susu, sedangkan susu kefir adalah kombinasi dari bakteri dan fermentasi ragi.

Manfaat kesehatan yang dimiliki susu kefir tidak terlepas dari kandungan nutrisinya yang lengkap. Dalam secangkir susu kefir, terdapat kandungan 15 gram karbohidrat, kurang lebih 12 gram protein, 2 gram lemak, dan 130 kalori. Tidak hanya itu saja, susu kefir juga kaya akan vitamin A, vitamin B, vitamin D, serta berbagai mineral, seperti kalsium, fosfor, kalium dan magnesium.

Kandungan nutrisi yang lengkap dalam susu kefir dapat menawarkan banyak manfaat kesehatan. Kalsium dapat membantu membangun tulang yang kuat, protein juga dapat membangun otot yang kuat, serta kalium sangat penting untuk kesehatan jantung.

Manfaat kesehatan terbesar yang ditawarkan oleh susu kefir adalah dari kandungan probiotiknya, yakni:

  1. Meningkatkan jumlah bakteri sehat di lingkungan saluran pencernaan.
  2. Mengobati atau mencegah diare.
  3. Mengobati sindrom iritasi usus dan meredakan gejalanya.
  4. Mengurangi atau mencegah infeksi saluran pencernaan.
  5. Mencegah dan mengobati infeksi vagina.
  6. Mencegah dan mengobati infeksi saluran kemih.

Selain manfaat probiotiknya, sebuah studi lain juga menemukan bahwa susu kefir memiliki efek anti-inflamasi dan berperan dalam proses penyembuhan. Studi lain menemukan bahwa susu kefir mungkin bermanfaat untuk menurunkan kolesterol dan merangsang sistem kekebalan tubuh.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Scaling Rural Health: Potensi Besar Kopdes dalam Layanan Kesehatan

Oleh : Doni AriawanDi tengah tantangan pemerataan layanan kesehatan di Indonesia, wilayah pedesaanmasih menghadapi berbagai keterbatasan, mulai dari akses fasilitas hingga tenagamedis. Jarak yang jauh, infrastruktur yang belum memadai, serta keterbatasaninformasi menjadi hambatan utama bagi masyarakat desa untuk mendapatkanlayanan kesehatan yang layak. Dalam konteks ini, munculnya Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih sebagai lembaga ekonomi berbasis komunitas menawarkanpotensi baru yang belum banyak dimaksimalkan, khususnya dalam mendukunglayanan kesehatan di tingkat lokal.Kehadiran Kopdes Merah Putih nantinya diharapkan akan menjadi penggerakekonomi desa, membantu masyarakat dalam hal simpan pinjam, distribusi kebutuhanpokok, hingga pemasaran hasil pertanian. Namun, perannya dapat diperluas menjadilebih strategis dengan masuk ke sektor kesehatan. Dengan jaringan yang dekatdengan masyarakat dan tingkat kepercayaan yang tinggi, Kopdes Merah Putih memiliki posisi unik untuk menjadi jembatan antara layanan kesehatan formal dan kebutuhan riil warga desa.Salah satu bentuk kontribusi Kopdes Merah Putih dalam layanan kesehatan adalahmelalui penyediaan fasilitas kesehatan dasar, seperti klinik desa atau pos kesehatanterpadu yang dikelola secara mandiri. Kopdes Merah Putih dapat bekerja samadengan tenaga medis setempat untuk menyediakan layanan pemeriksaan rutin, imunisasi, hingga edukasi kesehatan. Dengan demikian, masyarakat tidak perlu selalubergantung pada puskesmas yang mungkin lokasinya jauh atau memiliki antreanpanjang.Menteri Koperasi (Menkop), Ferry Juliantono menjelaskan Kopdes Merah Putih akandilengkapi gerai obat dan klinik desa. Menurut dia, saat ini minim obat dan minim fasilitas kesehatan di desa-desa, kemudian masih banyak masyarakat desa yang tidak tercakup oleh BPJS...
- Advertisement -

Baca berita yang ini