Dear Bunda, Wajar Gak Sih Merasa Insecure?

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Sebagai wanita, kerap kali kita membandingkan diri sendiri dengan orang lain. Alasannya pasti bermula dari rasa tak percaya diri alias insecure.

Rasa tak percaya dir atau insecure sering menghantui para wanita, termasuk ibu rumah tangga. Mereka kerap mempertanyakan apakah hal yang ia kerjakan sudah benar dan sesuai.

Pertanyaan itulah yang menciptakaj rasa tak percaya diri sehingga sering membandingkan diri dengan orang lain.

Lantas, apakah wajar sebagai ibu rumah tangga memiliki perasaan tersebut?

Nania Permatasari Bukit, selaku psikolog mengatakan hal itu merupakan sesuatu yang wajar. Sebab, sebagai wanita dan ibu rumah tangga kita selalu memiliki rasa untuk memberi yang terbaik pada keluarga dan pasangan.

“Itu wajar, bertanya-tanya di dalam kepala apakah saya sudah menjadi pasangan atau ibu yang baik. Tapi kembali lagi, sebaiknya kita berpikir apakah saya baik untuk menilai diri saya seperti itu,” jawab Nania dalam acara Persembahan Untuk Bunda di Mata Milenial Televisi.

Nenia mengatakan hal tepat untuk mengatasi rasa insecure ialah memahami diri sendiri. Dengan begitu, kita akan tahu kemampuan dan tak ingin membandingkan diri sendiri dengan orang lain.

“Dimulai dari mengenali diri sendiri dulu, bisa menerima kekurangan kita, jadi itu, dimulai dari mengenal diri sendiri,” kata Nenia.

Dengan begitu, merasa insecure adalah hal yang wajar. Namun, ada baiknya kita tak berlarut-larut dan mengatasinya dengan memahami diri sendiri agar tak merasa dibandingkan dengan orang lain.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

MBG sebagai Pilar Strategis Mewujudkan Generasi Emas Indonesia

Oleh: Dewi Puteri Lestari* Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto merupakan langkah visioner yang menegaskan keberpihakan negara terhadap masa depan generasi muda. Kebijakan ini tidak dapat dipandang secarasempit sebagai program distribusi makanan semata, melainkan sebagai strategi besar pembangunan sumber daya manusia yang dirancang secara sistematis, terukur, dan berorientasi jangka panjang. Dalam konteks persaingan global yang semakin kompetitif, kualitas manusia menjadi faktor penentu daya saing bangsa. Karena itu, intervensi negara pada aspek gizi anak sekolah merupakan keputusanstrategis yang mencerminkan kepemimpinan yang berpandangan jauh ke depan. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa MBG tidak mengurangiprogram maupun anggaran pendidikan. Anggaran pendidikan tetap berada pada porsi 20 persen APBN dengan nilai Rp 769,1 triliun, sesuai amanat konstitusi. Seluruh program pendidikan tetap berjalan sebagaimana mestinya dan bahkanmengalami penguatan. Penegasan ini menunjukkan bahwa pemerintah bekerjadengan perencanaan fiskal yang matang, berbasis data, serta melalui koordinasiintensif dengan DPR. Dengan fondasi anggaran yang kokoh dan legitimasi politikyang kuat, MBG hadir sebagai penguat ekosistem pendidikan nasional. Dukungan parlemen terhadap MBG juga memperlihatkan kesadaran kolektif bahwainvestasi pada generasi muda harus ditempatkan sebagai prioritas utama. KetuaBadan Anggaran DPR RI...
- Advertisement -

Baca berita yang ini