Kumpul Bareng Rayakan Hari Jadi ke-13, 2AM ‘Kode’ Bakal Comeback!

Baca Juga

MATA INDOENSIA, SEOUL – 2AM merayakan hari jadi mereka yang ke-13 pada hari Minggu 11 Juli 2021. Para member pun terlihat berkumpul bersama dan nampaknya mereka memberi ‘kode’ untuk comeback.

Di Instagramnya, Jo Kwon terlihat mengunggah foto empat anggota 2AM yang berkumpul bersama pada Minggu 12 Juli 2021. Dia menulis dalam keterangannya, “Ulang tahun debut ke-13 2AM. Penantian hampir berakhir. Saya berjanji.”

Hyomin dan Jiyeon T-ara memberi selamat kepada grup melalui komentar di postingan tersebut, dengan Hyomin menulis, “Selamat, selamat,” dan Jiyeon meninggalkan empat emoji api.

 

Sebelumnya, boy group asal Korea Selatan ini dikabarkan mungkin akan reuni. Mereka sedang dalam diskusi untuk melakukan comeback!

Kabar ini dilaporkan oleh Herald POP pada Kamis 20 Mei 2021. Agensi dari beberapa member pun sudah memberikan tanggapannya.

Sumber dari agensi Jo Kwon, Cube Entertainment mengungkapkan kepada MK Sports, “Sejauh yang kami tahu, rencana reuni 2AM sedang ditinjau secara positif.”

Sumber dari agensi Im Seulong, Jellyfish Entertainment dan agensi Jeong Jinwoon, Mystic Story juga menyatakan, “Kami mendiskusikannya dengan sudut pandang yang positif.”

2AM memulai debutnya pada tahun 2008 dengan album tunggal “This Song” dan rilis terakhir mereka adalah album penuh ke-3 mereka “Let’s Talk” pada Oktober 2014.

Grup ini telah lama terkenal dengan balada emosional dan vokal yang kuat, dan penggemar mencari ke depan untuk reuni mereka dan apa yang mereka akan membawa penggemar mereka.

Siapa nih yang menantikan 2AM comeback?

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Pidato Presiden Prabowo Bawa Arah Baru Ketahanan Energi ASEAN

Oleh: Satrya Dharma KusumaKonflik geopolitik yang terus memanas di Timur Tengah telah menjadi alarm keras bagibanyak negara, termasuk kawasan Asia Tenggara. Ketidakstabilan global tidak lagihanya berdampak pada sektor keamanan, tetapi juga mulai mengancam rantai pasokenergi dan pangan dunia. Dalam situasi itulah, Indonesia tampil mengambil peransentral di ASEAN melalui sikap dan gagasan yang disampaikan Presiden Prabowo Subianto pada rangkaian KTT BIMP-EAGA dan KTT ASEAN di Cebu, Filipina.Pidato Presiden Prabowo memperlihatkan perubahan penting dalam orientasi diplomasiIndonesia. Ketahanan energi tidak lagi dipandang sebagai isu teknokratis jangkapanjang, melainkan persoalan strategis yang mendesak dan berkaitan langsungdengan stabilitas kawasan. Presiden menilai tekanan geopolitik global telahmenciptakan risiko nyata terhadap keamanan energi ASEAN sehingga kawasan tidakbisa lagi bergantung pada pola lama yang reaktif dan parsial.Dalam forum BIMP-EAGA, Presiden Prabowo menegaskan bahwa ASEAN sebenarnyamemiliki modal besar untuk menjadi pusat energi bersih dunia. Kawasan Asia Tenggara memiliki sumber daya alam melimpah mulai dari tenaga air, energi surya, hingga energiangin yang tersebar di berbagai wilayah strategis. Namun menurutnya, tantanganterbesar bukan terletak pada ketersediaan potensi, melainkan keberanian politiknegara-negara ASEAN untuk bergerak lebih cepat dan lebih terintegrasi.Pandangan tersebut menunjukkan bagaimana Indonesia mulai memosisikan dirisebagai penggerak utama transisi energi kawasan. Indonesia tidak sekadarmengingatkan ancaman krisis energi akibat konflik global, tetapi juga menawarkan arahsolusi konkret melalui pembangunan energi terbarukan lintas negara.Presiden Prabowo bahkan menyoroti pentingnya percepatan proyek-proyek strategisregional seperti pengembangan tenaga air di Kalimantan, ekspansi energi surya, sertapemanfaatan energi angin di wilayah pesisir ASEAN. Di saat bersamaan, Indonesia memperlihatkan keseriusannya dengan mempercepat pembangunan pembangkittenaga surya berskala besar hingga mencapai target 100...
- Advertisement -

Baca berita yang ini