TMII Dilalap Si Jago Merah, Kerugian Ditaksir Rp 500 juta

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA-Sejumlah bangunan berupa rumah, penginapan dan warung yang berada di jalan pintu II Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta Timur dilalap si jago merah pada Minggu 11 Juli 2021.

Kasi Operasional Sudin Penanggulangan Kebakaran dan Penyelematan (Gulkarmat) Jakarta Timur Gatot Sulaeman mengatakan, kebakaran terjadi sekitar pukul 13.50 WIB. Api dipicu korsleting listrik dari salah satu bangunan.

“Penyebab korsleting listrik. Api dari lantai bawah membesar kemudian merambat ke lantai atas penginapan,” katanya.

Gatot mengatakan api kurang menghanguskan beberapa bangun yang berdiri di luas area 460 meter persegi. Kerugian ditaksir sekitar Rp500 juta.

“Jumlah korban jiwa yang terselamatkan dari penginapan empat Jiwa, sedangkan warung satu KK dan tiga jiwa,” katanya.

Sebanyak 10 unit mobil pemadam kebakaran didukung 50 personel dikerahkan ke lokasi. Api berhasil dipadamkan sekitar pukul 15.05 WIB.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Dukung Skenario Antisipatif Pemerintah dalam Menjaga Stabilitas Rupiah

Oleh: Cahya Rumisastro)*Nilai tukar rupiah kembali menjadi sorotan di tengah tekanan global yang belummereda dan dinamika ekonomi internasional yang cenderung fluktuatif. Dalamsituasi ini, dukungan pemerintah terhadap langkah antisipatif yang disiapkan olehBank Indonesia (BI) menjadi krusial untuk memastikan stabilitas moneter tetapterjaga.Untuk diketahui nilai tukar rupiah masih mengalami fluktuasi beberapa hari terakhir. Nilai tukar Rupiah pada Rabu, 8 April 2026, menunjukkan penguatan 0,64 persen keposisi 16.995 per USD, setelah sebelumnya ditutup di atas Rp17 ribu per USD pada7 April akibat tertekan penguatan indeks dolar global. Namun rupiah kembalimengalami pelemahan pada Kamis, 9 April 2026, sebesar 0,11 % ke posisi 17.030 per USD. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai angka tersebut masih beradadalam cakupan skenario yang disiapkan oleh pemerintah. Di samping itu, pergerakan tersebut tidak serta-merta mengganggu postur Anggaran dan BelanjaNegara (APBN), mengingat Kementerian Keuangan telah menyiapkan berbagaiinstrumen simulasi Bersama BI guna mengantisipasi gejolak pasar. Purbaya mengatakan, pemerintah tidak hanya bergantung pada asumsi nilai tukardalam penyusunan anggaran. Sebaliknya beberapa parameter simulasi disiapkansebagai langkah antisipasif terhadap dinamika global. Purbaya menyatakan kepercayaan penuh terhadap kemampuan BI dalam menjagastabilitas nilai tukar rupiah...
- Advertisement -

Baca berita yang ini