Harry Tiba di Inggris untuk Pemakaman Pangeran Philip

Baca Juga

MATA INDONESIA, LONDON – Pangeran Harry –yang sempat menghebohkan dunia karena wawancara eksplosifnya bersama sang istri Meghan Markel di acara Oprah Winfrey, akhirnya tiba di Inggris untuk menghadiri pemakanan sang kakek, Pangeran Philip.

Duke of Sussex – gelar kebangsawanan Pangeran Harry, tiba di London dari Los Angeles dengan menggunakan penerbangan British Airways, lapor surat kabar The Sun. Istana Buckingham mengatakan bahwa Meghan yang tengah hamil tidak dapat menemani sang suami atas saran dokter.

Pangeran Harry –pewaris takhta keenam Kerajaan Inggris, akan melakukan karantina sesuai dengan pedoman virus corona. Setelah itu, sang Pangeran dapat menghadiri upacara pemakanan di Kastil Wistor, Sabtu (16/4).

Pangeran Philip, suami dari Ratu Elizabeth II meninggal dunia pada Jumat (9/4) pagi waktu setempat di kapel pribadi di Kastil Windsor. Ia menutup mata di usia 99 tahun, demikian pengumuman pihak Istana Buckingham.

“Dengan kesedihan yang mendalam, Yang Mulia Ratu telah mengumumkan kepergian suaminya yang tercinta, Yang Mulia Pangeran Philip –Duke of Edinburgh. Yang Mulia meninggal dengan damai pagi ini di Kastil Windsor,” demikian pernyataan Istana Buckingham, melansir BBC, Jumat (9/4).

Pangeran Philip yang lahir di Yunani, 10 Juni 1921 menikah dengan Putri Elizabeth tahun 1947 atau lima tahun sebelum Putri Elizabeth menjabat sebagai Ratu. Pangeran Philip sempat dirawat selama sebulan karena penyakit jantung dan meninggalkan rumah sakit pada Maret.

Pangeran Philip dan Ratu Elizabeth II memiliki empat anak, delapan cucu dan 10 cicit. Putra pertama mereka, Pangeran Wales, Pangeran Charles (1948), Putri Anne (1950), Pangeran Andrew (1960), dan Pangeran Edward (1964).

Ayah Pangeran Philip merupakan Pangeran Andrew dari Yunani dan Denmark, putra bungsu Raja George I dari Hellenes. Sementara ibunya, Putri Alice, adalah putri Lord Louis Mountbatten dan cicit Ratu Victoria.

Pangeran Charles dan anggota keluarga kerajaan lainnya akan mengambil bagian dalam prosesi dengan berjalan kaki di belakang peti mati, yang akan dibawa oleh Land Rover yang dimodifikasi khusus untuk Duke of Edinburgh -gelar kebangsawanan Pangeran Philip. Sementaran Ratu Elizabeth II tidak akan berjalan dalam prosesi.

Saat peti mati mencapai Kapel St George di Windsor, seluruh Inggris akan mengheningkan cipta selama semenit. Tidak akan ada prosesi publik dan pemakaman akan diadakan sepenuhnya di dalam lahan Kastil Windsor dan dibatasi hanya dihadiri 30 pelayat sesuai dengan protokol COVID-19.

Putranya Pangeran Andrew mengatakan bahwa Ratu Elizabeth II bersikap tabah atas kepergian sosok yang telah menemaninya sejak 1947. Pangeran Andrew juga memastikan, ia dan saudara-saudaranya akan menemani sang Ratu melewati momen duka.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Hilirisasi Papua Jalan Strategis Menuju Kebangkitan Ekonomi Timur Indonesia

Oleh: Petrus Yoman Kambu* Hilirisasi di Papua kini tampil sebagai wajah baru pembangunan nasional yang berkeadilan dan berorientasi masa depan. Kebijakan ini bukan sekadar strategi ekonomiteknokratis, melainkan manifestasi nyata komitmen negara untuk memastikan bahwakekayaan alam Papua dikelola secara berdaulat, bernilai tambah tinggi, dan memberikan dampak langsung bagi kesejahteraan masyarakat. Di tengah dinamikaglobal yang kompetitif, langkah terintegrasi antara pemerintah pusat, pemerintahdaerah, dan investor internasional menunjukkan bahwa Papua tidak lagi ditempatkansebagai hinterland komoditas mentah, tetapi sebagai episentrum pertumbuhan baruyang diperhitungkan di pasar dunia. Langkah konkret tersebut tercermin dari fasilitasi pertemuan 21 investor Eropa denganperwakilan daerah penghasil kakao seperti Kepulauan Yapen, Jayapura, dan ManokwariSelatan. Forum ini membahas pengembangan industri kakao secara komprehensif darihulu hingga hilir, termasuk penetrasi pasar ekspor. Anggota Komite EksekutifPercepatan Pembangunan Otonomi Khusus Papua, Billy Mambrasar, menegaskan bahwaPapua Sehat, Papua...
- Advertisement -

Baca berita yang ini