Babak Belur Akibat Pandemi, Bioskop New York Buka Lagi 5 Maret 2021

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Setelah satu tahun ditutup akibat pandemi Covid-19, seluruh bioskop di New York, Amerika Serikat akan kembali dibuka. Izin tersebut sudah diberikan oleh Gubernur New York, Andrew Cuomo.

Dilansir dari Variety, Selasa 23 Februari 2021, bioskop di New York akan kembali dibuka pada 5 Maret 2021 mendatang. Meski begitu, pengunjung teater tersebut terpaksa dibatasi, yakni hanya 25 persen dan tidak lebih dari 50 orang.

Pengumuman tersebut datang usai Cuomo memberikan izin kepada Madison Square Garden dan Barclays Center untuk kembali dibuka. Sama seperti bioskop, tempat tersebut juga membatasi para pengunjungnya.

Adam Aron, selaku CEO AMC Theatres mengatakan, tak hanya jumlah pengunjungnya saja yang dibatasi, namun protokol kesehatan di dalam bioskop pun juga ditetapkan dengan baik. Mulai dari bangku penonton hingga penyaringan udara.

“Protokol kesehatan mencangkup social distancing, pemblokiran otomastis di setiap auditorium, pemakaian masker wajib, dan penyaringan udara yang ditingkatkan dengan filter udara MERV-13,” ucap Aron.

Hal ini bisa menjadi angin segar untuk industri perfilman Hollywood yang sudah babak belur dihajar pandemi. Adam Aron mengatakan ini bisa jadi peluang para sineas film untuk kembali pulih.

“Ini merupakan langkah penting lainnya untuk memulihkan kesehatan industri bioskop,” ucap Aron.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Koperasi Merah Putih dan Pemerataan Manfaat APBN bagi Rakyat

Oleh : Siti Fatimah Rahma*Kehadiran Koperasi Desa Merah Putih menjadi salah satu terobosan strategis dalam memperkuatpemerataan manfaat Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga ke tingkat akarrumput. Dalam konteks pembangunan nasional, tantangan utama bukan semata pada besarnyaalokasi anggaran, melainkan pada efektivitas distribusi dan dampaknya terhadap kesejahteraanmasyarakat. Oleh karena itu, pendekatan berbasis desa melalui koperasi menjadi instrumenpenting untuk memastikan bahwa setiap rupiah yang dibelanjakan negara benar-benar dirasakanoleh rakyat secara langsung, merata, dan berkelanjutan.Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa skema pembiayaan KoperasiMerah Putih dirancang secara hati-hati agar tidak membebani APBN secara berlebihan. Ia menjelaskan bahwa meskipun sebagian dana bersumber dari alokasi dana desa, kebijakan initetap memberikan nilai tambah karena mendorong efisiensi ekonomi di tingkat lokal. Pendekatanini memperlihatkan bahwa pengelolaan fiskal tidak hanya berorientasi pada pengeluaran, tetapijuga pada penciptaan manfaat jangka panjang yang dapat memperkuat fondasi ekonomi nasional.Lebih lanjut, Purbaya memaparkan bahwa kondisi fiskal tetap terjaga seiring denganmeningkatnya pendapatan negara, terutama dari sektor komoditas seperti batu bara dan minyak. Hal ini memberikan ruang bagi pemerintah untuk melakukan akselerasi belanja di awal tahunsebagai strategi mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih merata. Dengan demikian, percepatan belanja tidak dipandang sebagai risiko, melainkan sebagai instrumen kebijakan untukmengurangi kesenjangan pembangunan antarwilayah.Dari sisi pembiayaan, penggunaan skema pinjaman melalui perbankan Himbara menjadi langkahinovatif untuk memitigasi risiko fiskal. Pemerintah tidak langsung menanggung beban besarsebagaimana dalam skema Penyertaan Modal...
- Advertisement -

Baca berita yang ini