“Ngeri, Tujuh Misteri Merapi Ini

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Gunung Merapi yang terletak di wilayah DIY dan Jawa Tengah itu menyimpan berbagai mitos dan misteri. Banyak yang beranggapan Gunung dengan ketinggian 2.930 mdpl itu dikuasai oleh kerajaan makhluk halus.

Melansir pendakigunung.top, terdapat beberapa misteri yang melekat pada Gunung Merapi. Berikut ulasannya :

1. Keberadaan Kerjaan Merapi
Di Gunung Merapi terdapat keraton yang dihuni oleh bangsa makhluk halus. Kepercayaan itu sudah ada sejak Kerajaan Majapahit. Dalam legenda diceritakan Kerajaan Merapi membantu Kerajaan Majapahit saat perang melawan Kerajaan Pajang. Kerajaan itu memuntahkan material dari dalam perutnya sampai melenyapkan seluruh penduduk Kerajaan Pajang.

Untuk mengenang jasa-jasa Kerajaan Merapi dahulu, setiap tahun penduduk sekitar mengadakan ritual atau upacara dalam bentuk keagamaan tanah Jawa. Selamatan Labuhan termasuk salah satu ritual yang diadakan rutin tiap tanggal 30 rajab sesuai dengan tanggal kelahiran Sri Sultan Hamengku Buwono X.

2. Nyai Gadung Melati Sebagai Pimpinan Pasukan Keraton Merapi
Kawasan yang dikenal angker lainnya adalah Gunung Wutoh. Tempat ini diyakini sebagai gerbang Kerajaan Merapi yang pusatnya terletak pada kawah. Gerbang di Gunung Wutoh dijaga jin sakti yaitu Nyai Gadung Melati.

Menurut penduduk setempat, sosok perempuan itu yang berperan sebagai pemimpin pasukan Kerajaan Merapi. Tugasnya melindungi kerajaan dan menjaga hewan-hewan di kawasan Gunung Merapi.

Bila gunung akan erupsi akan memperingatkan penduduk sekitar agar berpakaian hijau daun melati melalui mimpi para penduduk.

3. Terdengar Suara Tangis Di Bunker Kaliadem
Awalnya bunker ini dibuat untuk tempat berlindung jika terjadi lahar panas yang mengalir turun dari Gunung Merapi. Namun, dua orang tewas dalam bunker saat berlindung. Hal tersebut membuat suasana bungker terasa angker.

Saat seorang sedang mengunjungi bunker tersebut, ia melihat seisi bunker, salah satunya terdapat batuan tak berbentuk bekas lahar panas yang telah mendingin. Setelah selesai melihat-lihat, saat hendak keluar, pada langkah pertamanya ia mendengar suara tangisan perempuan yang berasal dari dalam bunker tersebut.

4. Misteri Puncak Garuda
Pasti Kamu masih teringat tentang kasus tergelincirnya seseorang saat selfie di dekat kawah Merapi. Ya, Erri Yunanto sedang berselfie di atas batu namun naas ia tergelincir ke dalam kawah.

Banyak orang berpendapat bahwa batu yang dipijak almarhum Erri saat itu mirip dengan batu besar yang menjulang bernama Puncak Garuda. Padahal, batu tersebut dikabarkan sudah hilang sejak tahun 2010 akibat letusan Gunung Merapi.

5. Penampakan Awan Mirip Mbah Petruk Tahun 2010
Konon diceritakan jika Mbah Petruk menampakkan dirinya, berarti adalah tanda gunung akan meluapkan isinya. Hal itu benar terjadi pada tahun 2010.

Sebelum letusan yang dahsyat, seorang penduduk mengabadikan momen aneh saat itu asap kawah berbentuk seperti Mbah Petruk. Saat setelah itu, letusan gunung yang dahsyat pun terjadi.

6. Barisan Tempat Angker Di Gunung Merapi
Ada beberapa hutan-hutan dalam Gunung Merapi yang angker. Salah satunya adalah Hutan Patuk Alap-Alap, dipercaya merupakan tempat ternak hewan – hewan dari Kerajaan Merapi, termasuk kuda gaib. Adapun Hutan Blumbang tepat macan putih, Hutan Gamelan diyakini pendaki sering mendengar suara gamelan Jawa, Hutan Bingungan dimana saat memasukinya membuat suasana mistis dan linglung, dan diseluruh wilayah gunung mempunyai hewan penunggunya masing-masing.

7. Penampakan Batu Alien
Saat letusan dahsyat di tahun 2010, batu-batu melayang ke langit dan terhempas di kawasan rumah penduduk. Di antara batu-batu tersebut bentuknya sangat aneh dan unik, menyerupai wajah alien. (Budiyani Rahmawati)

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

MBG dan Komitmen Pemerintah dalam Transparansi Anggaran Jaminan Gizi Berkualitas

Oleh: Dhita Karuniawati )* Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintah terus diperkuat dari sisitata kelola anggaran agar pelaksanaannya berjalan transparan, akuntabel, dan tepatsasaran. Pemerintah menegaskan bahwa setiap komponen pembiayaan dalamprogram ini telah diatur secara ketat dan harus mengikuti standar yang telah ditetapkan. Hal ini dilakukan untuk memastikan bahwa manfaat program benar-benar dirasakanoleh masyarakat, terutama anak-anak sebagai penerima utama program. Badan Gizi Nasional (BGN) sebagai lembaga yang bertanggung jawab dalampelaksanaan MBG menegaskan bahwa anggaran untuk bahan makanan dalamprogram tersebut telah ditentukan secara jelas. Besaran anggaran tersebut beradapada kisaran Rp8.000 hingga Rp10.000 per porsi makanan, bukan Rp15.000 sepertiyang sempat beredar di masyarakat. Kebijakan ini ditetapkan agar penyedia makanandapat memenuhi kebutuhan gizi yang seimbang bagi para penerima manfaat tanpamengabaikan prinsip efisiensi anggaran negara. Wakil Kepala Badan Bidang Komunikasi dan Investigasi BGN, Nanik S. Deyang, mengatakan bahwa angka Rp13.000–Rp15.000 yang muncul di beberapa sumber tidakmurni untuk bahan makanan, melainkan sudah termasuk biaya operasional, insentifmitra pelaksana, serta kebutuhan pendukung lain. BGN menegaskan bahwa semua penerima manfaat tetap akan memperoleh makananyang bergizi dan aman dikonsumsi. Setiap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) wajib mengawasi kualitas bahan makanan, memastikan menu sesuai standar gizi yang ditetapkan. Nanik mengatakan Program MBG tetap memperhatikan kelompok prioritas seperti ibuhamil, ibu menyusui, dan balita usia 6–59 bulan. Kualitas makanan menjadi prioritasutama agar tujuan gizi masyarakat tercapai secara optimal. Masyarakat juga diberikan ruang untuk melaporkan dugaan penyimpangan dalam menu MBG. BGN memastikan setiap laporan akan ditindaklanjuti sesuai prosedur yang berlaku, demi menjaga transparansi dan akuntabilitas program. Dengan penegasan ini, BGN berharap publik memahami bahwa anggaran untuk bahanmakanan MBG tetap sesuai aturan Rp8.000–Rp10.000, dan setiap penerima manfaattetap memperoleh makanan bergizi tanpa mengurangi kualitas. Selain pengaturan standar anggaran, pemerintah juga memperkuat aspek transparansimelalui pengembangan sistem pelaporan keuangan yang terintegrasi. Upaya inidilakukan untuk memastikan bahwa seluruh proses pengelolaan dana dalam program MBG dapat dipantau dan diaudit dengan lebih mudah. Pemerintah melalui Badan Gizi Nasional (BGN) bersama Kementerian Keuangan(Kemenkeu) meluncurkan E-Learning Penyusunan Laporan Keuangan pada SatuanPelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) serta Aplikasi Pelaporan Keuangan SPPG. Hal itusesuai dengan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang perbendaharaan negaradan peraturan menteri keuangan nomor 168/ PMK.05/ 2015 sttd. PMK 173/PMK.05/2016 dan PMK...
- Advertisement -

Baca berita yang ini