Ternyata, Perut Buncit Juga Disebabkan Salah Pergaulan

Baca Juga

MINEWS, JAKARTA – Punya masalah dengan perut buncit yang tak kunjung kembali mengecil? Coba evaluasi dirimu, jangan-jangan selama ini sudah salah pergaulan.

Eits, jangan salah ya, pergaulan dapat menjadi salah satu faktor penentu kondisi tubuhmu loh, salah satunya masalah perut buncit. Hal ini bahkan dibahas dalam penelitian yang dilakukan di University of Southern California.

Masalah umum yang biasanya terjadi bagi kebanyakan orang adalah, saat sudah merencanakan diet dengan membatasi makan, seketika semua itu berantakan saat berjumlah teman-teman sekitar yang justru malah mengajak untuk makan banyak.

Obesitas dapat disebarkan melalui hubungan sosial. Semakin banyak orang di sekelilingmu yang obesitas, maka secara tak sadar dirimu akan terpengaruh,” tulis penelitian tersebut.

Mengutip Times of India, penelitian itu melibatkan sekitar 1314 orang tua dan 1111 anak-anak dalam keluarga tentara, yang diteliti pola pergaulannya.

Hasilnya sesuai dugaan, mereka yang bergaul dengan orang yang hobi makan, maka akan lebih berisiko ikut-ikutan seperti yang tersebut. Hal ini membuat masalah perut buncit cukup sulit diatasi.

Lebih lanjut, penyebab utama dari hal ini adalah porsi makanan cepat saji yang lebih besar dan lebih tak sehat yang menjadi biang keladi obesitas ini. Porsi makan saat ini lebih besar 20 persen dibanding dengan 30 tahun lalu.

Makanan saat ini yang semakin tak sehat ini turut mendorong kegemukan yang dialami banyak orang. Selain itu, lingkungan pertemanan yang suka ngemil bisa buat lingkar perutmu jadi semakin besar.

Berita Terbaru

Langkah Besar Negara: UU PPRT Lindungi Pekerja Rentan

Oleh: Dwi Saputri*)Pengesahan Undang-Undang Perlindungan Pekerja Rumah Tangga (UU PPRT) menjadi tonggak strategis dalam memperkuat arsitektur ketenagakerjaan nasional yang inklusif, adaptif, dan berkeadilan. Regulasi ini mencerminkan kemajuan signifikan dalammemastikan bahwa seluruh bentuk pekerjaan, termasuk sektor domestik, mendapatkanpengakuan, perlindungan, dan kepastian hukum yang setara. Negara menegaskankomitmennya untuk menghadirkan sistem kerja yang tidak hanya produktif, tetapi juga menjunjung tinggi martabat manusia.Wakil Ketua DPR RI, Sari Yuliati, menegaskan bahwa pengesahan UU PPRT merupakan capaian penting dalam perjalanan bangsa menuju sistem ketenagakerjaanyang lebih berimbang. Kebijakan ini mencerminkan keberpihakan negara terhadappekerja rumah tangga sebagai bagian integral dari pembangunan nasional. Momentum ini sekaligus memperkuat nilai-nilai kesetaraan dan keadilan sosial, serta menjadisimbol hadirnya negara dalam melindungi seluruh lapisan masyarakat.UU PPRT menghadirkan jaminan perlindungan yang komprehensif bagi pekerja rumahtangga. Hak atas jaminan sosial kesehatan dan ketenagakerjaan kini menjadi bagiandari sistem yang terintegrasi, didukung dengan akses terhadap pendidikan dan pelatihan vokasi guna meningkatkan kapasitas dan profesionalitas. Selain itu, pengaturan hubungan kerja yang lebih jelas menciptakan kepastian dan transparansi, sehingga mendorong terciptanya ekosistem kerja yang harmonis, produktif, dan berkelanjutan.Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Arifah Fauzi, menegaskanbahwa UU PPRT...
- Advertisement -

Baca berita yang ini