Fakta Menarik Soal Penemuan Perdana Pelat Nomor di Prancis

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Di balik penemuan perdana pelat nomor kendaraan di Prancis pada 14 Agustus 1893, tersimpan sejumlah fakta menarik. Salah satu alasan pemberlakuan sistem pelat nomor di masa itu adalah untuk mengatur arus lalu lintas kendaraan.

Ada juga deretan fakta unik lainnya di balik pemberlakukan sistem pelat nomor di negeri Menara Eifel tersebut. Berikut ulasan lengkapnya.

1. Aturan Pembatasan Kecepatan Mengemudi

Peraturan soal pelat nomor yang dicetuskan oleh Louis Lepine, Ketua Pelayanan Sipil di Seine Police Department ini tak hanya untuk mengatur lalu lintas semata.

Ternyata ada aturan soal pembatasan kecepatan mengemudi. Untuk di area pedesaan, kecepatannya di angka 20 Km/Jam. Sementara untuk area perkotaan kecepataannya 12 Km/Jam.

Baca juga : Bukan Ketua MPR dan DPR, Ternyata Ini Pemilik Pelat Nomor RI 3 dan RI 4

2. Untuk Pajak Pembangunan Infrastruktur

Selain itu, peresmian pemberlakuan pelat nomor pada tahun 1901 ini untuk pajak perbaikan infrastruktur. Adapun yang digunakan di Prancis terdiri dari tanda pengenal yang dibuat oleh pemilik dan menempel pada mobil.

Fakta Menarik Soal Penemuan Perdana Pelat Nomor di Prancis
Salinan Dokumen Sertifikat yang menunjukkan kemampuan pengendara dalam mengemudikan kendaraan bermotor (istimewa)

Pemilik mobil juga wajib memiliki sertifikat certficat de capacité de conduit d’un véhicule à moteur atau Sertifikat yang menunjukkan kemampuan pengendara dalam mengemudikan kendaraan bermotor.

Baca juga : Bukan Prancis, Ternyata Negara Ini yang Pertama Legalkan Penggunaan Pelat Nomor

3. Penolakan dari Banyak Pihak

Awal kemunculan peraturan ini juga tak berjalan mulus. Upaya pemerintah untuk menarik pajak dari penggunaan pelat nomor menuai protes dari para pengendara.

Alasannya karena mengendarai mobil saat itu masih hobi yang mewah. Sehingga, sebuah regulasi macam itu akan mengganggu hobi para pemilik mobil.

4. Sosok Wanita yang Kena Tilang Pertama Kali

Fakta unik lainnya adalah sosok yang pertama kali mendaftar untuk mendapat sertifikat berkendaraan adalah seorang wanita bernama Anne de Rochechouart de Mortemart. Ia adalah keturunan bangsawan Uzes, bangsawan tertua di Prancis.

Fakta Menarik Soal Penemuan Perdana Pelat Nomor di Prancis

Namun lucunya, Anne kemudian menjadi wanita pertama yang mendapatkan surat tilang karena melakukan pelanggaran di tahun 1898.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

MBG sebagai Pilar Strategis Mewujudkan Generasi Emas Indonesia

Oleh: Dewi Puteri Lestari* Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto merupakan langkah visioner yang menegaskan keberpihakan negara terhadap masa depan generasi muda. Kebijakan ini tidak dapat dipandang secarasempit sebagai program distribusi makanan semata, melainkan sebagai strategi besar pembangunan sumber daya manusia yang dirancang secara sistematis, terukur, dan berorientasi jangka panjang. Dalam konteks persaingan global yang semakin kompetitif, kualitas manusia menjadi faktor penentu daya saing bangsa. Karena itu, intervensi negara pada aspek gizi anak sekolah merupakan keputusanstrategis yang mencerminkan kepemimpinan yang berpandangan jauh ke depan. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa MBG tidak mengurangiprogram maupun anggaran pendidikan. Anggaran pendidikan tetap berada pada porsi 20 persen APBN dengan nilai Rp 769,1 triliun, sesuai amanat konstitusi. Seluruh program pendidikan tetap berjalan sebagaimana mestinya dan bahkanmengalami penguatan. Penegasan ini menunjukkan bahwa pemerintah bekerjadengan perencanaan fiskal yang matang, berbasis data, serta melalui koordinasiintensif dengan DPR. Dengan fondasi anggaran yang kokoh dan legitimasi politikyang kuat, MBG hadir sebagai penguat ekosistem pendidikan nasional. Dukungan parlemen terhadap MBG juga memperlihatkan kesadaran kolektif bahwainvestasi pada generasi muda harus ditempatkan sebagai prioritas utama. KetuaBadan Anggaran DPR RI...
- Advertisement -

Baca berita yang ini