Soojin Keluar dari (G)I-DLE usai Dugaan Kontroversi Bullying-nya

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Kabar mengejutkan datang dari industri K-Pop. Soojin dikonfirmasi keluar dari grupnya, (G)I-DLE.

Agensinya, Cube Entertainment, juga telah merilis pernyataan resmi terkait kepergian Soojin dari girl grup pada Sabtu 14 Agustus 2021. Label tersebut menyatakan, “Mulai hari ini, telah diputuskan bahwa Soojin akan mundur dari tim.”

Pihak agensi mengatakan bahwa (G)I-DLE akan berlanjut sebagai grup beranggotakan 5 orang. “Di masa depan, (G)I-DLE akan melanjutkan aktivitas mereka dalam sistem 5 anggota, dan kami akan terus mendukung dan melakukan yang terbaik untuk membantu (G)I-DLE menampilkan musik dan penampilan yang lebih dewasa,” katanya.

Seperti yang dilaporkan sebelumnya, Soojin terseret rumor intimidasi alias bullying semasa sekolahnya dulu. Ia secara pribadi membantah tuduhan intimidasi oleh penuduh pertamanya, dan Cube Entertainment mengeluarkan pembaruan tentang gugatan mereka terhadap tuduhan yang diduga palsu.

Namun, mantan teman sekelasnya aktris Seo Shin Ae juga angkat bicara tentang masalah ini. Ia mengatakan bahwa Soojin telah menggertaknya ketika mereka masih sekelas.

Soojin telah hiatus sejak Maret setelah orang-orang membagikan postingan online yang menuduh bahwa Soojin telah menindas siswa lain di sekolah.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

MBG sebagai Pilar Strategis Mewujudkan Generasi Emas Indonesia

Oleh: Dewi Puteri Lestari* Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto merupakan langkah visioner yang menegaskan keberpihakan negara terhadap masa depan generasi muda. Kebijakan ini tidak dapat dipandang secarasempit sebagai program distribusi makanan semata, melainkan sebagai strategi besar pembangunan sumber daya manusia yang dirancang secara sistematis, terukur, dan berorientasi jangka panjang. Dalam konteks persaingan global yang semakin kompetitif, kualitas manusia menjadi faktor penentu daya saing bangsa. Karena itu, intervensi negara pada aspek gizi anak sekolah merupakan keputusanstrategis yang mencerminkan kepemimpinan yang berpandangan jauh ke depan. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa MBG tidak mengurangiprogram maupun anggaran pendidikan. Anggaran pendidikan tetap berada pada porsi 20 persen APBN dengan nilai Rp 769,1 triliun, sesuai amanat konstitusi. Seluruh program pendidikan tetap berjalan sebagaimana mestinya dan bahkanmengalami penguatan. Penegasan ini menunjukkan bahwa pemerintah bekerjadengan perencanaan fiskal yang matang, berbasis data, serta melalui koordinasiintensif dengan DPR. Dengan fondasi anggaran yang kokoh dan legitimasi politikyang kuat, MBG hadir sebagai penguat ekosistem pendidikan nasional. Dukungan parlemen terhadap MBG juga memperlihatkan kesadaran kolektif bahwainvestasi pada generasi muda harus ditempatkan sebagai prioritas utama. KetuaBadan Anggaran DPR RI...
- Advertisement -

Baca berita yang ini