Viral! Tips Bikin Usaha Sukses dengan Pelihara Tuyul, Boleh Dicoba

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Video tips sukses berwirausaha yang disampaikan seorang kakek di Kabupaten Bantul mejadi viral. Salah satu yang tips sukses yang disampaikan ialah memelihara tuyul.

Video ini diunggah oleh akun Twitter @renaldypjs pada Rabu 14 Oktober 2020. Video viral ini diberi caption, “Ilmu bisnis yang tidak diajarkan di kampus.”

Kakek itu bernama Mbah Lasiyo yang diketahui berprofesi sebagai petani pisang. Di awal video, ia mengatakan bahwa untuk membangun usaha maka dibutuhkan modal 3M dan menjelaskannya.

“Untuk usaha itu, kita modalnya adalah 3M. M satu adalah melihat, M dua memahami, M tiga melaksanakan. Jadi andai kata 3M itu dilaksanakan dengan baik dan benar, insyaAllah akan berhasil,” jelas Mbah Lasiyo, dikutip Minews.id pada Jumat 16 Oktober 2020.

Namun, di akhir potongan video ini, Mbah Lasiyo mengatakan bahwa usaha atau bisnis bisa lebih berhasil jika memelihara tuyul. “Tapi akan lebih berhasil lagi, bila kita memelihara TUYUL,” ucapnya.

Sontak, netizen pun dibuat geger. Banyak yang mengartikan kata tuyul tersebut makhluk gaib berwujud anak-anak yang suka mencuri uang.

Namun, ternyata tuyul yang dimaksud bukanlah setan gundul. Akun Twitter @Ihsanmauwae mengunggah video lanjutannya dengan menuliskan, “Nih Tuyulnya.”

Dalam video tersebut, Mbah Lasiyo mengatakan bahwa tuyul yang ia sebutkan bukanlah tuyul setan, tetapi TUYUL yang merupakan sebuah akronim.

“TUYUL adalah kepanjangan dari Takwa, Usaha, Yakin, Ulet, Lincah. Apabila kita tidak lincah, walaupun kita punya produk, akhirnya kita mejen atau tidak bisa terjual,” jelasnya.

Video yang diunggah oleh akun Twitter @ihsanmauwae ini pun menuai banyak respons dari warganet.

“Udh kaget duluan aja bun,” cuit @lum***tarss.

“Hampir aku berburuk sangka,” komentar @h_soek**djo.

“Astaghfirullah berdosa bgt videonya di cut,” kata @sapie**iss.

“Nih biar lu cepet kaya, tonton sampe abis,” tulis @__moonl**hts.

“Marilah kita praktekan perkataan si bapak,” komentar @suka**aehyun.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Mendukung Disiplin Operasional Demi Integritas MBG

Oleh : Rivka Mayangsari*) Komitmen negara dalam membangun generasi sehat dan unggul tidak hanya diwujudkan melaluikebijakan besar, tetapi juga melalui disiplin operasional di lapangan. Inilah yang kini ditegaskan oleh Badan Gizi Nasional (BGN) dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Penguatanpengawasan dan penegakan aturan menjadi langkah nyata untuk memastikan setiap proses berjalan sesuaistandar, transparan, dan berorientasi pada kepentingan anak-anak Indonesia sebagai penerima manfaatutama. Salah satu fokus utama BGN adalah penegakan disiplin penggunaan mobil operasional Satuan PelayananPemenuhan Gizi (SPPG). Kendaraan tersebut secara tegas dilarang digunakan untuk kepentingan pribadi, seperti berbelanja atau urusan lain di luar distribusi MBG. Mobil operasional merupakan bagian vital darirantai distribusi makanan bergizi. Penyimpangan sekecil apa pun berpotensi mengganggu efektivitas dan kredibilitas program. Wakil Kepala BGN, Nanik Sudaryati Deyang, dalam Rapat Koordinasi bersama Kepala SPPG, PengawasKeuangan, dan Pengawas Gizi se-Solo Raya, menegaskan pentingnya penggunaan kendaraan sesuaiperuntukannya. Ketegasan BGN bukan sekadar imbauan administratif. Nanik yang juga membidangiKomunikasi Publik dan Investigasi menegaskan sanksi tegas bagi Kepala SPPG yang terbukti melanggaraturan. Ancaman sanksi ini mencerminkan keseriusan BGN dalam menjaga marwah program strategisnasional. MBG bukan sekadar distribusi makanan, melainkan investasi negara terhadap kualitas sumberdaya manusia. Karena itu, integritas pelaksanaannya tidak boleh ditawar. BGN juga menekankan pentingnya independensi Kepala SPPG. Mereka diminta menolak tegas jika adamitra atau pemasok yang mencoba memanfaatkan kendaraan operasional untuk kepentingan di luardistribusi MBG. BGN menegaskan bahwa pemasok wajib menyediakan kendaraan sendiri untukmengangkut bahan pangan ke dapur SPPG. Ketegasan ini bertujuan menghindari konflik kepentingan dan memastikan tidak ada celah penyimpangan dalam rantai logistik. Dengan menjaga independensi, Kepala SPPG dapat fokus pada misi utama: memastikan makanan bergizisampai tepat waktu dan dalam kondisi aman kepada anak-anak penerima manfaat. Disiplin operasionalbukan sekadar soal aturan teknis, tetapi bagian dari etika pelayanan publik yang mengutamakankepentingan masyarakat. Selain kendaraan operasional, BGN memberi perhatian besar pada pengawasan bahan baku pangan. Proses penerimaan bahan baku di dapur SPPG dinilai sebagai titik krusial dalam menjaga keamananpangan. Pengawas Gizi, Pengawas Keuangan,...
- Advertisement -

Baca berita yang ini