Viral! Pria Ini Aniaya Perawat Gegara Infus, Dijambak dan Dipukul

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Jagat maya tengah dihebohkan oleh aksi seorang pria yang melakukan penganiayaan pada seorang perawat di RS Siloam, Palembang. Pria yang belum diketahui identitasnya itu menyerang perawat wanita karena persoalan infus.

Dilihat dari akun Instagram @lambe_turah, kronologi kejadian itu bermula dari sang perawat yang melepas infusan anak dari si pelaku pada Kamis, 15 April 2021. Anak pria itu masih berusia dua tahun dan sedang aktif-akifnya.

Menurut keterangan Division Head RS Siloam Sriwijaya, Benedikta Betty Bawaningtyas, ia mengatakan perawatnya sudah melakukan pelepasan infus sesuai dengan SOP-nya. Namun, anak itu terlalu aktif dan ketika digendong oleh ibunya, bekas infusan itu mengeluarkan darah yang cukup banyak.

“Pada saat perawat kami melepas infus sudah dilakukan sesuai SOP menggunakan kapas alkohol kemudian diplester,” ungkap Tata.

Mengetahui hal itu, ibunda anak itu pun marah dan mengadukan pada suaminya. Pria itu pun segera memanggil perawat tersebut dan langsung melakukan penganiayaan.

Dilihat dari video yang beredar, nampak perawat wanita itu dijambak oleh pria tersebut. Bahkan, pria itu juga sempat memukul wajah sang perawat.

Terlihat para security dan rekan-rekan RS berusaha menolong perawat tersebut. Namun, pria itu tetap kesetanan dan menyiksa sang perawat wanita.

Akhirnya, perawat tersebut berhasil diselamatkan oleh rekan-rekannya. Ia pun mengambil jalur hukum atas penganiayaan yang ia dapat dari ayah anak itu.

Sontak, kejadian ini membuat warganet geram. Mereka sangat mengecam tindakan pria tersebut, lantaran menganiaya seorang wanita.

“Blacklist dari RS se Indonesia aja bapak ini,” kata akun syhri_.

“tu bapak main tangan ke perempuan? Memalukan,” kata akun ilhampermadi.

“ANAK SEMBUH, BAPAK MASUK PENJARA,” komentar akun finardyy.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

MBG sebagai Pilar Strategis Mewujudkan Generasi Emas Indonesia

Oleh: Dewi Puteri Lestari* Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto merupakan langkah visioner yang menegaskan keberpihakan negara terhadap masa depan generasi muda. Kebijakan ini tidak dapat dipandang secarasempit sebagai program distribusi makanan semata, melainkan sebagai strategi besar pembangunan sumber daya manusia yang dirancang secara sistematis, terukur, dan berorientasi jangka panjang. Dalam konteks persaingan global yang semakin kompetitif, kualitas manusia menjadi faktor penentu daya saing bangsa. Karena itu, intervensi negara pada aspek gizi anak sekolah merupakan keputusanstrategis yang mencerminkan kepemimpinan yang berpandangan jauh ke depan. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa MBG tidak mengurangiprogram maupun anggaran pendidikan. Anggaran pendidikan tetap berada pada porsi 20 persen APBN dengan nilai Rp 769,1 triliun, sesuai amanat konstitusi. Seluruh program pendidikan tetap berjalan sebagaimana mestinya dan bahkanmengalami penguatan. Penegasan ini menunjukkan bahwa pemerintah bekerjadengan perencanaan fiskal yang matang, berbasis data, serta melalui koordinasiintensif dengan DPR. Dengan fondasi anggaran yang kokoh dan legitimasi politikyang kuat, MBG hadir sebagai penguat ekosistem pendidikan nasional. Dukungan parlemen terhadap MBG juga memperlihatkan kesadaran kolektif bahwainvestasi pada generasi muda harus ditempatkan sebagai prioritas utama. KetuaBadan Anggaran DPR RI...
- Advertisement -

Baca berita yang ini