Viral Percobaan Kompor Gas Bahan Bakar Pertalite, Netizen: Kreatif Tapi Bahaya

Baca Juga

MINEWS, JAKARTA – Inovasi kompor gas menggunakan bahan bakar pertalite berdar luas di jagat media sosial. Kompor ini digadang-ganga lebih efesien dan ekonomis dibandingkan kompor gas.

Dilihat dari akun @makassar_iinfo, seorang pria asal Pati, Jawa Tengah, memberikan contoh bagaimana membuat kompor tersebut. Untuk membuat kompor pertalite, alat-alat yang dibutuhkan yaitu dibutuhkan tungku kompor gas, kompresor (mesin air aquarium), jerigen, serta dua jenis selang plastik yang besar dan kecil.

Setelah semua alat terhubung, kompresor akan dialiri listrik dan gas buatan akan mengalir ke kompor. Lalu, sumbu kompor dihidupkan hingga muncul pijaran api.

“Pertama kita colokkan ini. Sudah terlihat gelembung-gelembung (pada pertalite) dan gasnya akan mengalir ke sini (kompor gas),” kata pria tersebut.

Penggunaan kompor ini akan lebih ekonomis karena 1 liter pertalite akan setara dengan penggunaan 3 tabung gas elpiji ukuran 3 kilogram. Bisa dihitung, harga tabung gas ukuran 3 kilogram mencapai Rp 20 ribu per tabung sedangkan harga pertalite hanya Rp 7.800 saja.

“Karena satu liter pertalite ini bisa mengganti dua tabung kompor gas ukuran 3 kilogram,” kata dia.

Namun sayang, inovasi anak bangsa ini tak sepenuhnya diterima oleh netizen yang melihatnya. Meski dinilai ekonomis, mereka masih meragukan keaman dari kompor pertalite tersebut.

“Kreatif sih👍… Tp pake listrik ya bwt pumpnya? Listriknya mahaall loh… Terus kalo dirigen bocor? Lebih bahaya dong.. kena api bisa njalar kemana-mana ini sih 😭😭😭😭😭😭😭,” tulis @mba_**s.

“bahaya gaess salah sedikit bisa terbakar rumahmu 🤣 gua ma udah coba yg berbahaya itu area sekeliling apa lagi ada anak kecil 🤣🙏🏻,” celoteh @dod**ye.

“Ini masih tahap percobaan, kalau memang nanti masyarakat indoseia akan menggunakan bensin pasti perusahan yang memproduksi serta pemerintah akan menggunakan bahan2 yang aman, jangan langsung berpikir kalian akan menggunakannya seperti video diatas. Mereka masih bilang itu uji coba dan masih terus akan dikembangkan,” ungkap @arnitaa**ir_.

“Lebih aman dan ramah lingkungan menggunakan kompor listrik. Pun belum diketahui kualitas makanan yang dimasak menggunakan pertalite bagaimana, belum lagi hal keamanan. Masih banyak yang perlu difikir bukan cuma sekadar irit,” kata @jumadilaw****oto.

“Tinggal bikin hak paten, bahan2 diganti yg tahan panas dan riset lagi tentang pertalite yg diuapkan kalo gk salah lama2 panas takutnya bisa meledak,” komentar @d1**07.

 

Berita Terbaru

Reformasi UU P2SK Menjaga Stabilitas sekaligus Mendorong Pertumbuhan Ekonomi

*) Oleh: Dinda ParamitaPengesahan Rancangan Undang-Undang tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2023 tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan(P2SK) menjadi undang-undang oleh DPR RI dalam Rapat Paripurna ke-20 Masa Persidangan V Tahun Sidang 2025–2026 merupakan langkah strategis yang patutdiapresiasi. Di tengah dinamika ekonomi global yang sarat ketidakpastian, Indonesia membutuhkan fondasi sektor keuangan yang tidak hanya kuat dalam menjagastabilitas, tetapi juga mampu menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonominasional. Reformasi regulasi ini menunjukkan komitmen pemerintah dan DPR dalammemastikan sektor keuangan nasional tetap relevan terhadap perkembangan zaman sekaligus responsif terhadap berbagai tantangan baru. Kehadiran UU P2SK yang diperbarui menjadi bukti bahwa agenda reformasi ekonomi terus berjalan secaraberkelanjutan.Dalam konteks pembangunan nasional, sektor keuangan memiliki peran sentral sebagai penghubung antara sumber daya ekonomi dan aktivitas produktif masyarakat. Oleh karena itu, penguatan regulasi menjadi kebutuhan mendesak agar fungsiintermediasi keuangan dapat berjalan lebih efektif dan efisien. Stabilitas sektorkeuangan yang terjaga akan menciptakan kepercayaan investor, memperluas aksespembiayaan, serta mempercepat perputaran modal di berbagai sektor strategis. Pada akhirnya, kondisi tersebut akan memberikan kontribusi nyata terhadap penciptaanlapangan kerja, peningkatan investasi, dan percepatan pertumbuhan ekonomi yang berkualitas.Selanjutnya,...
- Advertisement -

Baca berita yang ini