Viral Pengantin Baru Diusir Ibu Mertua Sepulang dari Bulan Madu, Reaksi Netizen Malah di Luar Dugaan: Mertua Idaman!

Baca Juga

MINEWS, JAKARTA – Kisah dari Sumatera Utara ini belakangan viral di media sosial Facebook. Seorang ibu bernama Anita Martha Hutagalung tega mengusir anak dan menantunya sendiri dari rumah.

Namun tunggu dulu gaes, rupanya Anita punya alasan tersendiri hingga membuatnya melakukan tindakan tersebut. Hal ini pun diceritakan sendiri oleh Anita lewat postingan Facebooknya.

Dalam postingan Facebook tersebut, Anita menceritakan kronologis kejadiannya. Bermula ketika anak dan menantunya, Leonardo Damanik dan Yohana Reanita Gultom baru saja pulang dari bulan madu mereka di Thailand.

Keduanya pun pulang ke rumah Leo yang tak lain merupakan anak dari Anita. Betapa kagetnya mereka, saat pulang keduanya justru diminta keluar dari rumah oleh Anita.

Namun ternyata, tindakan ini dilakukan Anita karena alasan yang mulia gaes. Rupanya Anita ingin sang anak dan menantu bisa belajar hidup mandiri.

Akhirnya, Leo dan istrinya pun hari itu juga mengemas barang-barang mereka ke dalam mobil.

“Mama ini sadis kali, belum pun kawin udah macam terusir awak,” kata Leo.

Anita pun mengaku sampai ingin tertawa melihat raut wajah anaknya saat itu. Namun ia mencoba memberikan pengertian dan penjelasan yang bijak bagi anak serta menantunya.

“Meski rumah kita cukup lega, kamar kosong ada, tapi sebaiknya Leo harus pisah dari aku, cari rumah sewa sesuai kemampuannya.” tulis Anita.

“Karena bagiku pribadi ,anakku kawin itu untuk ‘membangun’ rumah tangganya . Suami dan Istri.”

“Bukan untuk supaya ada temanku, ramai rumahku. Alasan menikah itu bagiku karena cinta,” kata Anita.

Leo pun sempat mengkhawatirkan kondisi sang ibu jika ditinggalkan sendirian. Namun lagi-lagi Anita memberikan jawaban bijak. “Akh.. Nantilah itu dipikirkan. Kesusahan sehari cukuplah dipikirkan sehari. Selamat berbahagia ananda berdua,” ucap Anita.

Postingan Anita ini pun viral dan ternyata justru menuai banyak pujian dari netizen.

“Mertua idaman,” komentar Ina Karuway.

“Seandainya mertua q seperti ini,,,,tapi sayang,,,” komentar Agus Tina.

“Mertua zaman now…..TOP…biar mereka hidup dng cinta…,” tulis Elia Phily.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Aksi OPM Merusak Pendidikan dan Menghambat Kemajuan Papua

Oleh: Petrus Pekei* Papua adalah tanah harapan, tempat masa depan generasi muda bertumbuh melalui pendidikan, kerja keras, dan persaudaraan. Setiap upaya yang mengganggu ketenangan dan merusak sendi-sendi kehidupan masyarakat Papua sejatinya berseberangan dengan cita-citabesar tersebut. Karena itu, penguatan narasi damai dan dukungan terhadap kehadiran negara menjadi energi utama untuk memastikan Papua terus melangkah maju. Di tengah dinamikakeamanan, bangsa ini menunjukkan keteguhan sikap bahwa keselamatan warga sipil, keberlanjutan pendidikan, dan pembangunan berkeadilan adalah prioritas yang tidak dapatditawar. Peristiwa kekerasan yang menimpa pekerja pembangunan fasilitas pendidikan di Yahukimomenggugah solidaritas nasional. Respons publik yang luas memperlihatkan kesadarankolektif bahwa pendidikan adalah fondasi masa depan Papua. Sekolah bukan sekadarbangunan, melainkan simbol harapan, jembatan menuju kesejahteraan, dan ruang aman bagianak-anak Papua untuk bermimpi. Ketika ruang ini dilindungi bersama, optimisme tumbuhdan kepercayaan terhadap masa depan kian menguat. Dukungan masyarakat terhadap langkahtegas aparat keamanan merupakan bentuk kepercayaan pada negara untuk memastikan rasa aman hadir nyata hingga ke pelosok. Narasi persatuan semakin kokoh ketika tokoh-tokoh masyarakat Papua menyampaikanpandangan yang menyejukkan. Sekretaris Jenderal DPP Barisan Merah Putih Republik Indonesia, Ali Kabiay, menegaskan pentingnya perlindungan warga sipil dan keberlanjutanpembangunan, khususnya pendidikan. Pandangannya menekankan bahwa stabilitas adalahprasyarat utama bagi kesejahteraan, dan negara perlu bertindak tegas serta terukur agar ketenangan sosial terjaga. Ajakan kepada masyarakat untuk tetap waspada, memperkuatkomunikasi dengan aparat, dan menolak provokasi menjadi penopang kuat bagi ketertibanbersama. Sikap serupa juga disuarakan oleh...
- Advertisement -

Baca berita yang ini