Antasari Azhar, Ketua KPK yang Penjarakan Besan Presiden

Baca Juga

MINEWS.ID, JAKARTA – Nama Antasari Azhar kembali ramai diperbincangkan belakangan ini karena disebut-sebut bakal menduduki kursi anggota Dewan Pengawas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Jika betul begitu, Antasari bukanlah orang baru di lembaga antirasuah itu, dia bahkan dicatat warga Indonesia sebagai Ketua KPK paling berani dalam sejarah.

Paling berani, karena dialah satu-satunya Ketua KPK yang memenjarakan besan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) saat masih menjabat Presiden Republik Indonesia. Aulia Pohan terseret praktik korupsi dana Yayasan Pengembangan Perbankan Indonesia (YPPI), suatu lembaga pendidikan di bawah Bank Indonesia (BI).

Aulia Pohan dinyatakan bersalah oleh Pengadilan Tipikor bersama-sama mantan Gubernur BI Burhanuddin Abdullah dan tiga mantan deputi gubernur lainnya, pada 17 Juni 2009 dan divonis hukuman penjara selama 4,5 tahun.

Sedangkan Antasari diberhentikan SBY pada 4 Mei 2009 karena dinyatakan sebagai otak pembunuhan seorang direktur BUMN pada 1 Mei 2009.

Beberapa bulan sebelum ditetapkan sebagai tersangka Antasari mengaku rumahnya pernah didatangi Harry Tanoesoedibjo suatu malam. Kedatangan Bos MNC Group tersebut untuk melobinya agar Aulia Pohan tidak dipenjara setelah ditetapkan sebagai tersangka di KPK.

Namun Antasari tidak menggubris. Mertua Agus Harimurti Yudhoyono itu tetap dimasukkan ke sel tahanan KPK.

Selain mengusik keluarga Presiden, Antasari juga dikenal tidak kompromi terhadap bekas institusinya yaitu Kejaksaan, ketika mengungkap praktik suap penanganan perkara kasus BLBI Sjamsul Nursalim di Kejaksaan dengan menangkap Jaksa Urip Tri Gunawan dan Artalyta Suryani selaku kaki tangan Sjamsul.

Kasus itu membuat Antasari dibenci rekan-rekan korps Adhyaksa. Usai menangani kasus itu, Antasari bahkan menyatakan tidak akan kembali lagi ke korps yang membesarkan namanya sebagai seorang jaksa.

Waktu itu dia berkelakar ingin membangun sebuah media massa usai menjalankan tugas sebagai Ketua KPK. Namun, Allah SWT berkata lain, dia justru dijebloskan ke penjara oleh SBY. Jaksa pun menuntutnya hingga 1

Jika Jokowi benar-benar mengangkatnya sebagai anggota Dewan Pengawas KPK akan menjadi deja vu bagi Antasari.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Aksi OPM Merusak Pendidikan dan Menghambat Kemajuan Papua

Oleh: Petrus Pekei* Papua adalah tanah harapan, tempat masa depan generasi muda bertumbuh melalui pendidikan, kerja keras, dan persaudaraan. Setiap upaya yang mengganggu ketenangan dan merusak sendi-sendi kehidupan masyarakat Papua sejatinya berseberangan dengan cita-citabesar tersebut. Karena itu, penguatan narasi damai dan dukungan terhadap kehadiran negara menjadi energi utama untuk memastikan Papua terus melangkah maju. Di tengah dinamikakeamanan, bangsa ini menunjukkan keteguhan sikap bahwa keselamatan warga sipil, keberlanjutan pendidikan, dan pembangunan berkeadilan adalah prioritas yang tidak dapatditawar. Peristiwa kekerasan yang menimpa pekerja pembangunan fasilitas pendidikan di Yahukimomenggugah solidaritas nasional. Respons publik yang luas memperlihatkan kesadarankolektif bahwa pendidikan adalah fondasi masa depan Papua. Sekolah bukan sekadarbangunan, melainkan simbol harapan, jembatan menuju kesejahteraan, dan ruang aman bagianak-anak Papua untuk bermimpi. Ketika ruang ini dilindungi bersama, optimisme tumbuhdan kepercayaan terhadap masa depan kian menguat. Dukungan masyarakat terhadap langkahtegas aparat keamanan merupakan bentuk kepercayaan pada negara untuk memastikan rasa aman hadir nyata hingga ke pelosok. Narasi persatuan semakin kokoh ketika tokoh-tokoh masyarakat Papua menyampaikanpandangan yang menyejukkan. Sekretaris Jenderal DPP Barisan Merah Putih Republik Indonesia, Ali Kabiay, menegaskan pentingnya perlindungan warga sipil dan keberlanjutanpembangunan, khususnya pendidikan. Pandangannya menekankan bahwa stabilitas adalahprasyarat utama bagi kesejahteraan, dan negara perlu bertindak tegas serta terukur agar ketenangan sosial terjaga. Ajakan kepada masyarakat untuk tetap waspada, memperkuatkomunikasi dengan aparat, dan menolak provokasi menjadi penopang kuat bagi ketertibanbersama. Sikap serupa juga disuarakan oleh...
- Advertisement -

Baca berita yang ini