Viral! Masih Kecil, Bocah 4 Tahun di Bangkalan Ini Sudah Lamaran

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Jagad maya baru-baru ini dibuat heboh dengan munculnya satu video yang memperlihatkan acara lamaran kedua anak bocah di Bangkalan, Madura.

Video tersebut pertama kali diunggah oleh akun @taniapesekcz pada laman media sosial TikTok.

Video yang berdurasi singkat itu, memperlihatkan beberapa ibu-ibu berjalan sambil membawa aneka makanan yang sudah dibungkus rapi atau yang biasa disebut seserahan. Lalu, ada bocah yang tampak duduk di depan halaman rumah.

Kemudian, ibu tersebut menyematkan cincin di jari bocah itu. Ibu itu juga mengalungkan selempang yang dibentuk dari uang kertas nominal Rp5,000 ke leher sang bocah.

Diketahui, bocah di bawah umur tersebut sedang melangsungkan prosesi lamaran.

Unggahan video TikTok itu pun lantas menarik perhatian netizen yang terkejut dengan pertunangan bocah di bawah umur yang sudah menjadi lumrah di Bangkalan, Madura.

@taniapesekcz

happy engagement fika ? kecil Uda tunangan langgeng trus ya syang?#fpyシ #viralvideo #madurabangkalan??❤

♬ suara asli – taniapesekcz – punya mas S❤️

“Masih kecil loh ehhh,” tulis netizen.

“Ngelestariin budaya dan tradisi sih boleh boleh aja ya, cuma menurutku ga semua tradisi itu baik dan relevan di jaman ini,” sahut netizen.

“Mau heran tapi madura,biasanya kayak gitu, biar ga hilang antar kerabat, tpi kebanyakan, nanti pas gede nya ilang, ga bakal bersama lagi,” tambah netizen.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

MBG dan Komitmen Pemerintah dalam Transparansi Anggaran Jaminan Gizi Berkualitas

Oleh: Dhita Karuniawati )* Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintah terus diperkuat dari sisitata kelola anggaran agar pelaksanaannya berjalan transparan, akuntabel, dan tepatsasaran. Pemerintah menegaskan bahwa setiap komponen pembiayaan dalamprogram ini telah diatur secara ketat dan harus mengikuti standar yang telah ditetapkan. Hal ini dilakukan untuk memastikan bahwa manfaat program benar-benar dirasakanoleh masyarakat, terutama anak-anak sebagai penerima utama program. Badan Gizi Nasional (BGN) sebagai lembaga yang bertanggung jawab dalampelaksanaan MBG menegaskan bahwa anggaran untuk bahan makanan dalamprogram tersebut telah ditentukan secara jelas. Besaran anggaran tersebut beradapada kisaran Rp8.000 hingga Rp10.000 per porsi makanan, bukan Rp15.000 sepertiyang sempat beredar di masyarakat. Kebijakan ini ditetapkan agar penyedia makanandapat memenuhi kebutuhan gizi yang seimbang bagi para penerima manfaat tanpamengabaikan prinsip efisiensi anggaran negara. Wakil Kepala Badan Bidang Komunikasi dan Investigasi BGN, Nanik S. Deyang, mengatakan bahwa angka Rp13.000–Rp15.000 yang muncul di beberapa sumber tidakmurni untuk bahan makanan, melainkan sudah termasuk biaya operasional, insentifmitra pelaksana, serta kebutuhan pendukung lain. BGN menegaskan bahwa semua penerima manfaat tetap akan memperoleh makananyang bergizi dan aman dikonsumsi. Setiap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) wajib mengawasi kualitas bahan makanan, memastikan menu sesuai standar gizi yang ditetapkan. Nanik mengatakan Program MBG tetap memperhatikan kelompok prioritas seperti ibuhamil, ibu menyusui, dan balita usia 6–59 bulan. Kualitas makanan menjadi prioritasutama agar tujuan gizi masyarakat tercapai secara optimal. Masyarakat juga diberikan ruang untuk melaporkan dugaan penyimpangan dalam menu MBG. BGN memastikan setiap laporan akan ditindaklanjuti sesuai prosedur yang berlaku, demi menjaga transparansi dan akuntabilitas program. Dengan penegasan ini, BGN berharap publik memahami bahwa anggaran untuk bahanmakanan MBG tetap sesuai aturan Rp8.000–Rp10.000, dan setiap penerima manfaattetap memperoleh makanan bergizi tanpa mengurangi kualitas. Selain pengaturan standar anggaran, pemerintah juga memperkuat aspek transparansimelalui pengembangan sistem pelaporan keuangan yang terintegrasi. Upaya inidilakukan untuk memastikan bahwa seluruh proses pengelolaan dana dalam program MBG dapat dipantau dan diaudit dengan lebih mudah. Pemerintah melalui Badan Gizi Nasional (BGN) bersama Kementerian Keuangan(Kemenkeu) meluncurkan E-Learning Penyusunan Laporan Keuangan pada SatuanPelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) serta Aplikasi Pelaporan Keuangan SPPG. Hal itusesuai dengan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang perbendaharaan negaradan peraturan menteri keuangan nomor 168/ PMK.05/ 2015 sttd. PMK 173/PMK.05/2016 dan PMK...
- Advertisement -

Baca berita yang ini