Viral! Kisah Duda Kuli Bangunan, Rela Kerja 2 Pekerjaan Demi Hidupi Anak

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Bagaimanapun orangtua akan selalu memberikan kehidupan terbaik bagi anak-anak mereka. Mereka rela melakukan apapun demi kebahagiaan anak-anaknya.

Hal ini yang dilakukan ayah tunggal berusia 24 tahun yang bekerja dua pekerjaan demi menghidupi anaknya yang masih kecil. Kisahnya menarik perhatian netizen setelah foto dirinya dan putranya diunggah di Internet.

Dilansir dari World of Buzz, Sabtu 30 Mei 2020, Lin bekerja sebagai pekerja konstruksi alias kuli bangunan pada siang hari dari jam 8.30 pagi sampai 5.30 sore.

BACA JUGA: Viral! Video Anak-anak ‘Pesta’ Rokok, Netizen: Muka Cemong, Ngerokoknya Kaya Kuli

Ia menyebutkan bahwa biaya hidupnya dapat mencapai 30.000 dolar Taiwan atau Rp900 per bulan.

Setelah itu, Lin akan segera memulai pekerjaan keduanya sebagai pengendara makanan paruh waktu pada jam 6 sore dan akan bekerja hingga jam 10 malam. Bahkan, pekerjaannya itu bisa ia lakukan hingga tengah malam.

Rata-rata, dia akan bekerja lebih dari 13 jam sehari. Suatu kali, Lin membawa putranya bersamanya saat ia mengantarkan makanan, yang menarik perhatian masyarakat yang mengambil foto dirinya.

Kisahnya segera mendapat perhatian media lokal yang melakukan wawancara dengannya di mana ia berbagi bagaimana ia pergi tentang pekerjaan paruh waktu dengan putranya.

Lin menceritakan bahwa ada kalanya dia harus membawa putranya bersamanya. Hal ini karena tidak ada seorang pun di rumah untuk merawatnya.

BACA JUGA: Lagi! Emak-emak Cantik yang Sering Dikira Kakak dari Anak-Anaknya

Selama putranya diajak bekerja, ia biasanya suka duduk di belakang dengan kotak makanan diikat di punggungnya. Putranya selalu tertidur tanpa sengaja.

Agar aman, Lin menempatkan putranya di depan. Kadang-kadang ketika Lin mengantarkan banyak minuman sekaligus, putranya juga akan menawarkan untuk membantunya membawa minuman.

Dan ketika putranya menjadi sedikit rewel, Lin akan memberinya permen lolipop. Lin, yang berpisah dari istrinya, sejak itu secara mandiri membesarkan putranya.

Pria itu mengatakan mengatakan bahwa selama putranya tumbuh dengan aman dan bahagia, semua rasa lelahnya terbayar.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Pembangunan Infrastruktur Sekolah Rakyat jadi Tonggak Pemerataan Pendidikan

Oleh: Didin Waluyo)* Komitmen pemerintahan Prabowo Subianto dalam mewujudkan akses pendidikanyang lebih merata terlihat semakin nyata. Pemerintah akhirnya menetapkanDesember 2025 sebagai titik awal pembangunan Infrastruktur Sekolah Rakyat.  Langkah ini dipandang sebagai dorongan baru untuk menegaskan bahwapendidikan tidak boleh menjadi hak istimewa bagi segelintir kelompok saja.Pembangunan ini juga menjadi sinyal kuat bahwa negara mulai menempatkankualitas dan aksesibilitas pendidikan sebagai prioritas utama.  Pembangunan infrastruktur ini masuk dalam pembangunan tahap II yang dilakukandi 104 lokasi di seluruh Indonesia. Dengan memulai proyek pada akhir 2025, pemerintah ingin memastikan bahwa percepatan pembangunan dapat segeradirasakan oleh masyarakat luas. Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo mengatakan, Pembangunan Sekolah Rakyat Adalah bentuk nyata komitmen pemerintah untuk membangunsumber daya manusia yang unggul. Ia menjelaskan bahwa Pembangunan tahap II dilakukan guna memperluas akses Pendidikan berkualitas bagi anak-anak darikeluarga kurang mampu.  Berdasarkan data yang dihimpun dari Kementerian PU, total anggaran yang dialokasikan untuk percepatan pembangunan Sekolah Rakyat ini sebsar Rp20 triliun, yang mana biaya pembangunan diperkirakan Rp200 miliar per sekolah. Sementara itu 104 lokasi yang tersebar antara lain, 27 lokasi di Sumatera, 40 lokasidi Jawa, 12 lokasi di Kalimantan,...
- Advertisement -

Baca berita yang ini