Viral Kafe di Palangka Raya Dituding Jadi Sarang LGBT, Begini Klarifikasi Pemilik

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Jagat maya baru-baru ini dihebohkan dengan beredarnya video yang memperlihatkan beberapa pasangan pria yang bermesraan di sebuah kafe di daerah Palangka Raya

Kafe tersebut lantas dituding menjadi sarang para lesbian, gay, biseksual dan transgender (LGBT). Mendengar itu, sang pemilik kafe pun angkat bicara.

Pasca video viral, aparat kepolisian dari Polsek Sabangau dan TNI pun mendatangi lokasi kafe untuk mengklarifikasi kebenaran yang disebutkan di video viral tersebut.

Di hadapan petugas dan awak media pemilik kafe membantah keras bunyi postingan yang menuduh tempat usahanya sebagai sarang LGBT. Dia pun membenerkan situasi dalam video tersebut.

Ia menjelaskan beberapa orang pria yang terekam sedang melerai orang yang sedang terlibat keributan agar tidak terjadi perkelahian.

Mereka berusaha menenangkan satu sama lain dan berbicara secara dekat karena suara musik yang keras.

“Mereka itu bisik-bisik karena audio kafe kencang, bukan berciuman,” ucap pemilik kafe Sule.

Sebelumnya, video yang viral itu menampilkan suasana kafe di Kelurahan Kereng Bangkirai, Kecamatan Sabangau Palangka Raya.

Dalam video terlihat beberapa pria sesama jenis saling berpegangan berpelukan bahkan berciuman hingga netizen menyebut bahwa kafe tersebut merupakan sarang LGBT.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

MBG sebagai Pilar Strategis Mewujudkan Generasi Emas Indonesia

Oleh: Dewi Puteri Lestari* Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto merupakan langkah visioner yang menegaskan keberpihakan negara terhadap masa depan generasi muda. Kebijakan ini tidak dapat dipandang secarasempit sebagai program distribusi makanan semata, melainkan sebagai strategi besar pembangunan sumber daya manusia yang dirancang secara sistematis, terukur, dan berorientasi jangka panjang. Dalam konteks persaingan global yang semakin kompetitif, kualitas manusia menjadi faktor penentu daya saing bangsa. Karena itu, intervensi negara pada aspek gizi anak sekolah merupakan keputusanstrategis yang mencerminkan kepemimpinan yang berpandangan jauh ke depan. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa MBG tidak mengurangiprogram maupun anggaran pendidikan. Anggaran pendidikan tetap berada pada porsi 20 persen APBN dengan nilai Rp 769,1 triliun, sesuai amanat konstitusi. Seluruh program pendidikan tetap berjalan sebagaimana mestinya dan bahkanmengalami penguatan. Penegasan ini menunjukkan bahwa pemerintah bekerjadengan perencanaan fiskal yang matang, berbasis data, serta melalui koordinasiintensif dengan DPR. Dengan fondasi anggaran yang kokoh dan legitimasi politikyang kuat, MBG hadir sebagai penguat ekosistem pendidikan nasional. Dukungan parlemen terhadap MBG juga memperlihatkan kesadaran kolektif bahwainvestasi pada generasi muda harus ditempatkan sebagai prioritas utama. KetuaBadan Anggaran DPR RI...
- Advertisement -

Baca berita yang ini