Viral! Dua Sejoli Diarak Gegara Kepergok Berzina, Netizen: Yang Lain Belum Ketahuan Aja

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Jagat maya dihebohkan dengan nasib dua sejoli yang diarak warga sekampung. Pasalnya, pasangan lawan jenis itu diduga kepergok melakukan zina saat bulan Ramadan.

Video arak-arakan itu pun viral di sosial media, usai diunggah akun Instagram, @lambe_turah. Dari rekaman itu, nampak sepasang pria dan wanita berjalan sembari mengalungkan tulisan ‘Saya Berzina di Bulan Ramadan.’

Dalam rekaman itu, terlihat pihak laki-laki berjalan diarak dan bertelanjang dada. Sedangkan si gadis berjalan sembari tertunduk malu dengan kalung tulisan yang terbuat dari kardus itu.

Tak hanya itu, dua sejoli ini juga seperti membawa banyak barang saat diarak warga. Usut punya usut, mereka diusir rakyat setempat karena kepergok kumpul kebo.

Sontak, video itu pun viral di sosial media dan mengundang respon warganet. Banyak yang menyayangkan aksi arak-arakan itu, dan mengatakan ada cara lain untuk menanganinya.

“Yang ngarak kayak suci aja.”

“Belum ketahuan aja aibnya yang lain.”

“Belum tentu yang ngarak suci.”

Sayangnya, belum diketahui di mana peristiwa menghebohkan itu terjadi.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Dukung Skenario Antisipatif Pemerintah dalam Menjaga Stabilitas Rupiah

Oleh: Cahya Rumisastro)*Nilai tukar rupiah kembali menjadi sorotan di tengah tekanan global yang belummereda dan dinamika ekonomi internasional yang cenderung fluktuatif. Dalamsituasi ini, dukungan pemerintah terhadap langkah antisipatif yang disiapkan olehBank Indonesia (BI) menjadi krusial untuk memastikan stabilitas moneter tetapterjaga.Untuk diketahui nilai tukar rupiah masih mengalami fluktuasi beberapa hari terakhir. Nilai tukar Rupiah pada Rabu, 8 April 2026, menunjukkan penguatan 0,64 persen keposisi 16.995 per USD, setelah sebelumnya ditutup di atas Rp17 ribu per USD pada7 April akibat tertekan penguatan indeks dolar global. Namun rupiah kembalimengalami pelemahan pada Kamis, 9 April 2026, sebesar 0,11 % ke posisi 17.030 per USD. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai angka tersebut masih beradadalam cakupan skenario yang disiapkan oleh pemerintah. Di samping itu, pergerakan tersebut tidak serta-merta mengganggu postur Anggaran dan BelanjaNegara (APBN), mengingat Kementerian Keuangan telah menyiapkan berbagaiinstrumen simulasi Bersama BI guna mengantisipasi gejolak pasar. Purbaya mengatakan, pemerintah tidak hanya bergantung pada asumsi nilai tukardalam penyusunan anggaran. Sebaliknya beberapa parameter simulasi disiapkansebagai langkah antisipasif terhadap dinamika global. Purbaya menyatakan kepercayaan penuh terhadap kemampuan BI dalam menjagastabilitas nilai tukar rupiah...
- Advertisement -

Baca berita yang ini