Viral, Curhat Sedih Nasywa Minta Prabowo Kembalikan Ayahnya

Baca Juga

MINEWS, JAKARTA – Aksi 22 Mei 2019 lalu rupanya cukup banyak menyisakan cerita pilu. Seperti yang dialami seorang anak bernama Nasywa Rihadatul Aisya.

Baru-baru ini, curhatan anak perempuan tersebut menjadi viral di Twitter. Dalam cuitannya, Nasywa mengeluhkan sikap ayahnya yang kut terlibat aksi 22 Mei.

Melalui akun Twitter @doysicc, ia mengungkapkan jika ayahnya berubah drastis seolah-olah tak mengenalinya lagi. Nasywa pun meminta agar capres 02, Prabowo Subianto segera mengembalikan ayahnya. Lantaran sang ayah dua hari tak pulang karena ikut demo.

“Bapak gue sama gue sekarang jadi kayak gini. like wth gue sambil streaming mixlr day6 sambil nangis ngeliat bapak gue yang kayak lupa kalo gue anaknya sendiri,” tulisnya, dikutip Jumat, 24 Mei 2019.

“Dua hari yang lalu ayah saya engga kayak gini. @prabowo bisa ngga balikin ayah saya lagi? saya butuh ayah. sekarang ayah jadi semacam orang yang nggak saya kenal,” tambahnya.

“Saya ga tau ayah saya kalian apain sampai jadi kayak gini. saya gamau kehilangan ayah saya gara-gara kepentingan kalian. tolong selesaikan, bilang ke massa kalau kalian @prabowo @sandiuno terima kekalahan. apa anak kalian harus merasakan seperti apa yang saya rasakan?,” kata Nasywa.

Curhatan remaja perempuan itu pun viral dan menuai komentar banyak netizen. Namun ada segelintir netizen yang justru menuding Nasywa ‘panjat sosial’.

Lewat cuitan berikutnya, Nasywa pun langsung membantah tuduhan netizen tersebut.

“For those people yg blg “gitu doang lo nangis? drama” dll. maaf mas/mba, tp ayah saya ini satu satunya orang yang nyelamatin saya pas saya mau mati. saya punya sakit mental, dan ayah saya ini yg ngebantu saya bangkit. sekarang ayah saya begini, itu membuat mental saya jatuh lagi,” tulisnya.

“Saya gapernah minta dikasihani, saya hanya minta ayah saya kembali kayak dulu lagi. hanya ayah satu satunya orang tua yang bantu saya bangkit disaat saya sedang terpuruk. maaf kalau kesannya terlalu lebay, tapi memang setakut itu saya kehilangan ayah,” katanya.

“Sekali lagi saya tegaskan, saya nggak mencari popularitas dalam tweet ini. saya hanya bercerita kenapa ayah saya bisa spt kemarin. maaf jika ada yang tidak suka jika tweet saya lewat di tl kalian. semoga keluarga kita semua ada dalam lindungan-Nya, aamiin ya rabbal alamin,” tulis Nasywa.

Berita Terbaru

Ramadan: Menanam Benih Toleransi, Menggugurkan Akar Radikalisme

Oleh: Juana Syahril)* Bulan Ramadan tidak hanya menjadi momentum ibadah spiritual bagi umat Islam, tetapi juga ruang refleksi untuk memperkuat nilai-nilai sosial seperti toleransi dan pengendalian diri. Di tengah meningkatnya polarisasi di era digital, semangatRamadan dapat menjadi fondasi penting untuk mencegah berkembangnya pahamradikalisme dalam masyarakat. Anggota Komisi Perempuan Remaja, dan Keluarga Majelis Ulama Indonesia (MUI), Rabicha Hilma Jabar Sasmita mengatakan bahwa toleransi beragama di Indonesia pada dasarnya bukanlah sesuatu yang baru. Sejak lama masyarakatIndonesia telah hidup dalam keberagaman dan mampu menjalin kehidupan sosialyang harmonis. Keberagaman suku, agama, dan budaya menjadi bagian dariwarisan peradaban yang telah membentuk karakter masyarakat Nusantara. Dalam pandangannya, kehidupan masyarakat Indonesia sejak dahulu telahmencerminkan praktik toleransi yang kuat. Masyarakat terbiasa hidup berdampinganmeskipun memiliki latar belakang keyakinan yang berbeda. Tradisi tersebut juga sejalan dengan nilai-nilai keislaman yang memandang keberagaman sebagai bagiandari kehendak Tuhan...
- Advertisement -

Baca berita yang ini