Berkat WC Umum, Jujun Hasilkan Rp 3 Juta Sehari Saat Kerusuhan Jakarta

Baca Juga

MINEWS, JAKARTA – Aksi massa yang berujung rusuh pada 22 Mei 2019 lalu membuat sejumlah pihak mengalami kerugian. Namun tak disangka, ada juga segelintir orang yang justru mendulang berkah dari peristiwa tersebut.

Inilah yang dialami pemilik akun Facebook bernama Jujun Kapal Api Filter. Melalui postingannya yang viral di Facebook, Jujun bercerita bahwa ia mendapat berkah di tengah kerumunan massa aksi 22 Mei.

Lantaran, ia membuka jasa sewa wc umum di lokasi terjadinya demonstrasi. Ide sederhana namun kreatif dari Jujun tersebut rupanya mendatangkan untung.

Jasa sewanya laris manis. Bahkan ia mengaku mendapat untung sebesar Rp 3 juta sehari.

“Trimakasih buat Relawan 02 yg ikut demo. Ga sia sia buka wc umum. sehari 3jt,” tulis Jujun, dikutip Jumat, 24 Mei 2019.

Bersama tulisan itu ia mengunggah sebuah foto saat dirinya sedang menghitung berlembar-lembar uang, dari pecahan Rp 2000 hingga Rp 100 ribu.

Hingga kini unggahan Jujun tersebut pun terus menuai komentar netizen dan sudah dibagikan lebih dari 5000 kali.

“Gue suka sama orang-orang begini, memanfaatkan kondisi,” tulis seorang netizen.

“Mayan buat beli baju lebaran wkwkwk,” sahut netizen lainnya.

Berita Terbaru

Dukung Skenario Antisipatif Pemerintah dalam Menjaga Stabilitas Rupiah

Oleh: Cahya Rumisastro)*Nilai tukar rupiah kembali menjadi sorotan di tengah tekanan global yang belummereda dan dinamika ekonomi internasional yang cenderung fluktuatif. Dalamsituasi ini, dukungan pemerintah terhadap langkah antisipatif yang disiapkan olehBank Indonesia (BI) menjadi krusial untuk memastikan stabilitas moneter tetapterjaga.Untuk diketahui nilai tukar rupiah masih mengalami fluktuasi beberapa hari terakhir. Nilai tukar Rupiah pada Rabu, 8 April 2026, menunjukkan penguatan 0,64 persen keposisi 16.995 per USD, setelah sebelumnya ditutup di atas Rp17 ribu per USD pada7 April akibat tertekan penguatan indeks dolar global. Namun rupiah kembalimengalami pelemahan pada Kamis, 9 April 2026, sebesar 0,11 % ke posisi 17.030 per USD. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai angka tersebut masih beradadalam cakupan skenario yang disiapkan oleh pemerintah. Di samping itu, pergerakan tersebut tidak serta-merta mengganggu postur Anggaran dan BelanjaNegara (APBN), mengingat Kementerian Keuangan telah menyiapkan berbagaiinstrumen simulasi Bersama BI guna mengantisipasi gejolak pasar. Purbaya mengatakan, pemerintah tidak hanya bergantung pada asumsi nilai tukardalam penyusunan anggaran. Sebaliknya beberapa parameter simulasi disiapkansebagai langkah antisipasif terhadap dinamika global. Purbaya menyatakan kepercayaan penuh terhadap kemampuan BI dalam menjagastabilitas nilai tukar rupiah...
- Advertisement -

Baca berita yang ini