Ustaz Yusuf Mansur Sekolahkan Calon Mantunya ke Luar Negeri

Baca Juga

MINEWS, JAKARTA – Tak kalah populer dengan sang ayah, putri ulama kondang Ustaz Yusuf Mansur, Wirda Mansur kini tengah menjadi sorotan lantaran pengakuannya baru-baru ini.

Dalam tayangan Selebrita Pagi yang diunggah di kanal Youtube Trans7 Official, Wirda terang-terangan mengaku jika dirinya telah memiliki calon pendamping hidup.

Perempuan cantik yang kini tengah menempuh pendidikan di University of Oxford, Inggris itu mengaku jika kedekatannya dengan sang kekasih sudah terjalin hampir 7 tahun. Wirda pun mengungkapkan jika pria tersebut sudah kenal dengan sang ayah.

“Kenalin ke papa itu, dari tahun 2015 ya. (Hubungan terjalin selama) sudah 6 tahun, iya tahun ini tahun ke- 7,” kata Wirda, dikutip Selasa, 21 Mei 2019.

Wirda pun menceritakan reaksi awal sang ayah saat mengenal sosok kekasihnya. “Papa sih nganggapnya biasa aja kayak ‘halah paling cinta monyet’, eh taunya kelanjutan 6 tahun,” ujarnya.

“Karena aku bandel dibilanginnya ya jadi kaya ‘cinta monyet, cinta monyet’, ‘enggak bukan’, akhirnya kayak males banget ‘udalah males banget dengerin dia ngomong itu mulu, akhirnya udah deh udah deh jadiin aja deh’, gitu,” lanjut Wirda.

Setelah terus coba meyakinkan sang ayah, akhirnya Wirda mulai mendapat restu. “Tapi ya Alhamdulillah sih pada akhirnya papa mau terima, mama juga mau terima,” kata Wirda.

Lantas, Ustaz Yusuf Mansur pun menyekolahkan pria calon suami Wirda itu ke luar negeri untuk mendalami ilmu Alquran.

“Sudah ketemu, dan Alhamdulillah diberi jalan kemudahan,” ujar Wirda.

“Jadi orangnya lagi disekolahin dulu sama papa di luar, memang lagi di-prepare,” tambahnya.

Wirda lalu menceritakan seperti apa sosok calon suaminya itu. “Orangnya baik, lembut, sayang sama orangtuanya terus ya hafal Quran juga gitu,” katanya.

Berita Terbaru

Pemerintah Optimalkan Sekolah Rakyat untuk Tingkatkan Kualitas Pendidikan

Oleh: Yoga Pradana SantosoPemerintah terus memperkuat komitmennya dalam meningkatkan kualitas pendidikan nasionalmelalui percepatan dan optimalisasi program Sekolah Rakyat yang kini menunjukkan progressignifikan di berbagai daerah, sekaligus menjadi bukti bahwa pemerataan akses pendidikan tidaklagi sebatas wacana, melainkan telah dijalankan secara konkret dan terukur sebagai bagian dariagenda pembangunan sumber daya manusia. Dalam satu tahun terakhir, pemerintah jugamencatat berbagai keberhasilan penting, mulai dari percepatan pembangunan infrastrukturpendidikan, peningkatan akses belajar di wilayah tertinggal, hingga penguatan kolaborasi lintaskementerian yang berdampak langsung pada masyarakat, sehingga kehadiran Sekolah Rakyat menjadi simbol nyata investasi jangka panjang negara dalam menciptakan generasi yang lebihberkualitas dan berdaya saing.Kepala Staf Kepresidenan Muhammad Qodari mengungkapkan bahwa pembangunan SekolahRakyat tahap kedua terus berjalan dengan progres yang menggembirakan meskipun dihadapkanpada sejumlah tantangan di lapangan, terutama terkait kesiapan lahan dan akses menuju lokasipembangunan, sementara peran Direktur Jenderal Prasarana Strategis Kementerian PekerjaanUmum Bisma Staniarto dinilai sangat krusial dalam menjaga ritme pembangunan agar tetapsesuai dengan target yang telah ditetapkan pemerintah. Ia menilai koordinasi teknis yang dilakukan secara konsisten menjadi faktor kunci dalam memastikan setiap hambatan dapatdiatasi secara terukur sehingga proyek tidak berjalan parsial, melainkan terintegrasi dari pusathingga daerah.Lebih lanjut, pembangunan Sekolah Rakyat tahap kedua tidak hanya berfokus pada penyelesaianfisik bangunan, tetapi juga memastikan kesiapan operasional agar sekolah dapat langsungdigunakan pada tahun ajaran baru 2026/2027, sehingga manfaatnya dapat segera dirasakan olehmasyarakat. Berdasarkan data terbaru, dari total 104 lokasi pembangunan, sebanyak 101 lokasitelah memasuki tahap konstruksi dan seluruhnya ditargetkan rampung pada 20 Juni 2026, sebuahcapaian yang menunjukkan keseriusan pemerintah dalam menjadikan sektor pendidikan sebagaiprioritas utama pembangunan nasional.Dalam upaya memastikan target tersebut tercapai, Muhammad Qodari menegaskan bahwaKantor Staf Presiden bersama Ditjen Prasarana Strategis Kementerian Pekerjaan Umum terusmelakukan langkah konkret melalui rapat koordinasi intensif yang melibatkan berbagai pihak, termasuk BUMN karya dan penyedia jasa konstruksi, sehingga setiap persoalan yang muncul, baik terkait teknis, logistik, maupun kesiapan lahan, dapat dipetakan secara komprehensif danditangani dengan solusi yang jelas dan terukur.Koordinasi tersebut kemudian diperluas dengan melibatkan Kementerian Sosial, KementerianDalam Negeri, Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan, serta Zeni TNI Angkatan Darat, yang dinilai mampu mempercepat penyelesaian berbagai hambatan strategis di lapangan, termasukpembangunan akses jalan dan penuntasan persoalan lahan di sejumlah wilayah, di mana sinergilintas sektor ini menjadi kunci dalam mempercepat realisasi program secara menyeluruh danmemastikan tidak ada kendala yang berlarut-larut.Hasil dari upaya percepatan tersebut mulai terlihat di sejumlah wilayah dengan progrespembangunan yang cukup signifikan, seperti di Kalimantan Selatan yang mencapai 30,85 persen, Sulawesi Selatan sebesar 30,22 persen, serta Jawa Barat sebesar 28,07 persen, meskipunpemerintah tetap memberikan perhatian khusus pada beberapa lokasi dengan progres yang masihrendah melalui intervensi yang lebih intensif agar target penyelesaian secara keseluruhan tidakterganggu.Program Sekolah Rakyat sendiri merupakan inisiatif pemerintah untuk memperluas aksespendidikan bagi masyarakat, khususnya di wilayah yang terdampak bencana maupun daerahdengan keterbatasan infrastruktur pendidikan, sehingga anak-anak dari keluarga prasejahteratetap dapat memperoleh pendidikan formal yang layak. Program ini dirancang sebagai investasijangka panjang dengan target penyelesaian yang terukur agar dapat segera dimanfaatkan, sekaligus menjadi bagian dari upaya negara dalam menjamin hak pendidikan bagi seluruh wargatanpa terkecuali.Sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto, pemerintah juga mempercepat penambahanprogram Sekolah Rakyat yang ditargetkan mulai beroperasi pada April 2026, di...
- Advertisement -

Baca berita yang ini