Seram! Sosok Berambut Panjang Muncul di Video Gadis Kecil yang Lagi Asyik Menari

Baca Juga

MATA INDONESIA, TAIPEI – Sebuah video yang tengah merekam anak perempuannya menari-nari di atas kasur menjadi viral. Diduga sosok menyeramkan muncul dalam video tersebut.

Pengalaman menyeramkan itu dialami seorang pria di Taipei, Taiwan, tiga tahun. Dilansir China Press, Kamis 9 Juli 2020, pemilik video, Huang, mengaku melihat sosok tanpa muka di video tersebut.

Dalam video yang beredar, putri Huang terlihat melompat-lompat di atas kasur. Sosok penampakan yang menyerupai seseorang berambut agak panjang pun ikut terekam.

BACA JUGA: Viral! Pelamar Kerja Dapat Balasan Galak Dikira Iseng-iseng, Netizen: Situ HRD Apa Herder?

Tak diketahui apakah wajahnya membelakangi kamera tertutup rambut, tetapi menurut Huang sosok di salah satu sudut ruangan tersebut tak terlihat wajahnya.

Huang menyebut bahwa sosok itu mirip seperti gadis kecil. Ia pun mengaitkan kemunculan sosok tersebut dengan pemakaman tetangganya.

“Saya dengar ada pemakaman di belakang rumah kami [saat video diambil],” kata Huang.

BACA JUGA: Viral! Detik-detik Pak Camat Ngungsep saat Balap Sepeda, Warga Seketika Panik

Penampakan itu diketahui saat ia baru saja mendapat ponsel baru dan sedang memilih-milih video dari ponsel lamanya untuk tetap disimpan. Huang begitu merinding melihat ada sosok dengan wajah tertutup rambut di sudut kanan video.

Ia pun makin ngeri saat di akhir video putrinya terdengar berseru, “Hi jie jie (hai kakak perempuan],” kepada sosok diyakini Huang sebagai arwah dari putri tetangganya itu.

Dalam sebuah wawancara dengan ET Today, Huang tidak melihat ada yang janggal ketika merekam video itu pada 2017. Kepada ET Today, para ahli video mengungkapkan bahwa mereka percaya, rekaman itu nyata karena memiliki gambar yang goyang, sehingga sulit untuk diedit.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Koperasi Desa Menjadi Pilar Penting Penguatan Ketahanan Ekonomi Nasional

Oleh: Zahra Anindita )*Penguatan ketahanan ekonomi nasional tidak hanya ditentukan oleh kondisi industri besar dan aktivitas ekonomi di kawasan perkotaan. Ketahanan ekonomi yang kuat justru bertumpu pada kemampuan negara membangun fondasi ekonomi hingga ke tingkat desa. Dalam konteksitulah, pemerintah menghadirkan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putihsebagai instrumen strategis untuk memperkuat perekonomian rakyat sekaligus memperluas pemerataan pembangunan.Keberadaan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih menunjukkan keseriusan pemerintah dalam membangun ekonomi dari bawah. Program ini tidak hanya dirancang sebagai wadah kegiatan usaha masyarakat, tetapi juga menjadi sarana memperkuat ekosistem ekonomi desa yang lebih produktif, modern, dan berkelanjutan.Saat ini sebanyak 83 ribu Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih telah berdiri di berbagai wilayah Indonesia. Jumlah tersebut menunjukkanbesarnya perhatian pemerintah terhadap pembangunan ekonomi berbasiskomunitas yang mampu menjangkau masyarakat hingga ke daerah-daerah yang selama ini memiliki keterbatasan akses terhadap berbagailayanan ekonomi.Pemerintah memahami bahwa pembangunan ekonomi modern tidakdapat dipisahkan dari transformasi digital. Karena itu, penguatan koperasidesa juga diiringi dengan pembangunan infrastruktur teknologi yang semakin luas dan merata di seluruh Indonesia.Direktur Ekosistem Media Kementerian Komunikasi dan Digital, Farida Dewi Maharani, menjelaskan bahwa pembangunan infrastruktur digital yang dilakukan pemerintah tidak hanya berorientasi pada penyediaanjaringan telekomunikasi. Pemerintah juga berupaya memastikan infrastruktur tersebut dapatdimanfaatkan secara optimal untuk memperkuat ekonomi kerakyatanmelalui koperasi desa dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah.Farida memandang Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih memiliki posisistrategis dalam menopang perekonomian nasional. Namun demikian, tantangan yang masih dihadapi adalah belum optimalnya pemanfaatanteknologi digital oleh sebagian besar pelaku UMKM dan koperasi.Data yang disampaikan Kementerian Komunikasi dan Digital menunjukkan bahwa dari sekitar 60 juta UMKM...
- Advertisement -

Baca berita yang ini