Sedih! Kisah Guru yang Antusias Minta Diajarkan Pakai Aplikasi Kelas Online, Tapi Siswanya Malah Tak Hadir

Baca Juga

MATA INDONESIA, KUALA LUMPUR – Sejak virus corona (COVID-19) mewabah, kegiatan belajar mengajar di berbagai negara yang awalnya dilakukan di sekolah pun dipindahkan menjadi di rumah masing-masing. Kegiatan belajar itu dilakukan secara online.

Namun, pengalaman tak mengenakan dialami seorang pengajar di Malaysia. Semua siswanya tak mau mengikuti kelas online yang diadakannya.

Kisahnya ini viral usai dibagikan oleh sang anak yang diketahui bernama Nuha melalui akun Twitter @skinleas, Rabu 25 November 2020. Perempuan asal Malaysia itu turut mengunggah foto ayahnya yang tetap tersenyum menunggu siswa untuk kelas online lewat aplikasi Google Meet.

Setelah ditunggu beberapa saat, tak ada seorang siswa yang mau bergabung. Hingga akhirnya pak guru menelepon para siswanya satu per satu. Namun semua siswa malah mematikan ponsel.

“Kasian abi, dia buka kelas tapi tidak ada satu siswa pun yang masuk. Sampai abi menelepon satu-satu dan itu juga nggak diangkat. Mereka (siswa) tahu hari ini ada kelas abi, tapi memilih mematikan telepon,” tulis @skinleas.

Menurut Nuha, beberapa siswa mengaku tak bisa ikut kelas online karena bekerja. Ia pun menduga itu hanya dalih semata.

Melihat tak ada satu pun siswa yang hadir, ia pun bergabung di kelas online ayahnya. Ia menggantikan kehadiran para siswa demi menghibur ayahnya.

“Aku ingin bahagiakan abi, aku bergabung di kelas onlinenya. Abi terlihat tersenyum sejenak,” tulisnya.

Nuha pun mengaku sedih, karena sang ayah sempat terlihat begitu antusias meminta diajarkan cara bergabung ke aplikasi kelas online. Sayang, siswanya malah tak ada yang ikut kelas sang ayah.

Cerita niha ini sudah dibagikan ulang sebanyak 14,5 ribu kali dan disukai olej 29,5 pengguna Twitter. Beragam komentar pun membanjiri unggahannya.

“Kalau malas nak belajar pun at least masuk la kelas. ada la jugak dapat sikit ilmu jadilah ya Allah dorg ni kenapa tak takut ke tak berkat,” komentar @glow_yo**beauty.

“Abi dah jalankan tanggungjawab.Yang patut kesian pelajar-pelajar Abi yang tak jalankan tanggungjawab.Abi dah usahakan yang termampu.Moga Abi terus istiqamah,sabar mendidik.Sampaikan salam dan cakap pada Abi,anak Abi yang sorang ni available lagi tak?Hehehehe,” kata @the**stranger.

“Allahu kenapalah budak zaman skrg ni macam ni? Kita dulu nakal2 pun, dah tahu nak kene denda pun, cikgu garang macam mana sekalipun, tak tinggal kelas. Belajarlah hormat org tua budak2 sekalian apa lagi cikgu tuh. Orang yang nak sampaikan ilmu tuh. Eee geram,” tulis @dear_**spa.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Kebijakan DHE SDA Perkuat Fondasi Ekonomi Rakyat dan Stabilitas Keuangan

Oleh: Dhita Karuniawati )*Pemerintah resmi memberlakukan kebijakan baru terkait Devisa Hasil Ekspor SumberDaya Alam (DHE SDA) mulai 1 Juni 2026. Kebijakan ini menjadi salah satu langkahstrategis yang ditempuh pemerintah dalam memperkuat fondasi ekonomi nasionalmelalui peningkatan retensi devisa di dalam negeri. Langkah tersebut tidak hanyabertujuan menjaga stabilitas sektor keuangan, tetapi juga memastikan bahwa manfaatdari kekayaan sumber daya alam Indonesia dapat dirasakan secara lebih luas oleh masyarakat.Di tengah kondisi ekonomi global yang masih diwarnai ketidakpastian, ketegangangeopolitik, serta fluktuasi pasar keuangan internasional, kemampuan suatu negara dalam menjaga cadangan devisa menjadi faktor penting untuk mempertahankanstabilitas ekonomi. Dalam beberapa tahun terakhir, pemerintah terus berupayamemperkuat ketahanan ekonomi nasional agar tidak mudah terpengaruh oleh guncangan eksternal. Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui kebijakanpengelolaan DHE SDA yang lebih optimal. Selama ini, sebagian besar devisa hasil ekspor sumber daya alam masih banyaktersimpan di luar negeri sehingga manfaatnya bagi perekonomian domestik belummaksimal. Padahal, Indonesia merupakan salah satu negara penghasil komoditasterbesar di dunia, mulai dari batu bara, minyak sawit, nikel, tembaga, hingga berbagaiproduk mineral lainnya. Potensi devisa yang dihasilkan sektor tersebut sangat besardan dapat menjadi sumber kekuatan ekonomi nasional apabila dikelola secara tepat.Melalui Peraturan Pemerintah Nomor 21 Tahun 2026, pemerintah mewajibkan eksportirsektor sumber daya alam untuk menempatkan devisa hasil ekspornya di dalam negeri. Kebijakan tersebut dirancang sebagai bagian dari strategi jangka panjang untukmemperkuat stabilitas nilai tukar rupiah, meningkatkan likuiditas valuta asing, dan memperluas ruang pembiayaan pembangunan nasional.Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, mengatakan bahwa pemerintahmewajibkan eksportir sumber daya alam untuk merepatriasi devisa hasil ekspornya kedalam negeri dengan tingkat kepatuhan penuh. Menurutnya, kebijakan tersebutdirancang untuk meningkatkan ketersediaan valuta asing di pasar domestik, menjagastabilitas nilai tukar rupiah, serta memperkuat pembiayaan pembangunan nasional. Dalam ketentuan baru tersebut, eksportir sektor nonmigas diwajibkan menempatkan100 persen DHE...
- Advertisement -

Baca berita yang ini