Nyesek! Bungkus BTS Meal di Dubai Malah Dibuang-buang, Netizen: Di Indo Dijual Jutaan

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Menu terbaru restoran cepat saji McDonald’s kini tengah jadi sorotan publik. Hal ini lantaran menu tersebut berkolaborasi dengan boyband Korea Selatan, BTS.

Para fans BTS, ARMY ramai-ramai menyerbu restoran McDonald’s untuk mendapatan menu limited edition tersebut. Bahkan, mereka rela menyimpan bungkus menu tersebut dan mengoleksinya.

Namun, euforia menu BTS Meal berbeda dengan di Dubai. Viral sebuah video yang diunggah akun TikTok @kucboluc memperlihatkan masyarakat Dubai yang membeli menu virla itu.

Berbeda dengan di Indonesia, para pelanggan justru membiarkan bungkus BTS Meal dan membiarkannya terbuang ke tempat sampah.

@kucboluc

Gara2 FYP today bginian semua ?#dubai #btsmealmcdonalds

♬ original sound – SunriseMusic

“Orang Dubai not fanboi BTS Meal,” tulis akun tersebut.

Lewat video yang diposting, terlihat beberapa bungkus BTS Meal tergeletak begitu saja di meja makan. Alhasil, para karyawan pun membuang bungkus berwarna ungu tersebut dan berlambangkan BTS.

Peristiwa itu jelas membuat nyesek para ARMY. Pasalnya, di Indonesia bungkus bekas BTS Meal dikoleksi dengan rapih bahkan dijual di e-commarce hingga jutaan rupiah.

“Kalo di Indo udah dicuci buat pajangan,” kata akun nrsnmri.

“Mas itu kumpulin aja masukin Shopee, di Indonesia dijual jutaan,” kata akun milkkypuding.

Hmm, gimana pendapat kamu, ARMY?

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Koperasi Merah Putih dan Pemerataan Manfaat APBN bagi Rakyat

Oleh : Siti Fatimah Rahma*Kehadiran Koperasi Desa Merah Putih menjadi salah satu terobosan strategis dalam memperkuatpemerataan manfaat Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga ke tingkat akarrumput. Dalam konteks pembangunan nasional, tantangan utama bukan semata pada besarnyaalokasi anggaran, melainkan pada efektivitas distribusi dan dampaknya terhadap kesejahteraanmasyarakat. Oleh karena itu, pendekatan berbasis desa melalui koperasi menjadi instrumenpenting untuk memastikan bahwa setiap rupiah yang dibelanjakan negara benar-benar dirasakanoleh rakyat secara langsung, merata, dan berkelanjutan.Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa skema pembiayaan KoperasiMerah Putih dirancang secara hati-hati agar tidak membebani APBN secara berlebihan. Ia menjelaskan bahwa meskipun sebagian dana bersumber dari alokasi dana desa, kebijakan initetap memberikan nilai tambah karena mendorong efisiensi ekonomi di tingkat lokal. Pendekatanini memperlihatkan bahwa pengelolaan fiskal tidak hanya berorientasi pada pengeluaran, tetapijuga pada penciptaan manfaat jangka panjang yang dapat memperkuat fondasi ekonomi nasional.Lebih lanjut, Purbaya memaparkan bahwa kondisi fiskal tetap terjaga seiring denganmeningkatnya pendapatan negara, terutama dari sektor komoditas seperti batu bara dan minyak. Hal ini memberikan ruang bagi pemerintah untuk melakukan akselerasi belanja di awal tahunsebagai strategi mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih merata. Dengan demikian, percepatan belanja tidak dipandang sebagai risiko, melainkan sebagai instrumen kebijakan untukmengurangi kesenjangan pembangunan antarwilayah.Dari sisi pembiayaan, penggunaan skema pinjaman melalui perbankan Himbara menjadi langkahinovatif untuk memitigasi risiko fiskal. Pemerintah tidak langsung menanggung beban besarsebagaimana dalam skema Penyertaan Modal...
- Advertisement -

Baca berita yang ini