Nah Lho! Pemotor Arogan di Jalanan Ditempeleng TNI, Netizen: Panik Gak Tuh?

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Sebagai pengendara, sudah sepatutnya kita mematuhi sederet peraturan lalu lintas. Mulai dari berkendara yang baik dan aman, hingga menaati seluruh rambu-rambu.

Bukan tanpa alasan, hal tersebut bertujuan demi keselamatam diri sendiri dan orang lain. Salah satunya yang harus dilakukan ialah tidak arogan di jalanan.

Seperti yang dilakukan kedua pria ini. Mereka asyik berboncengan dengan motor sport dan memamerkan kendaraan mereka. Bak raja jalanan, si pengendara terus menarik gas motor tersebut hingga terdengar bising suara knalpot.

Hal itu jelas mengganggu pejalan dan pengendara lainnya. Hingga akhirnya seorang anggora TNI merasa kesal dan menempelang kedua remaja itu.

Tak sampai di situ, salah stau anggota TNI lainnya juga menghampiri pengendara tersebut. Karena panik, pemotor arogan itu pun langsung kabur meski sempat dihadang anggota TNI.

Alhasil, video yang kini viral di sosial media itu pun membuat netizen puas. Mereka juga ikut merasakan keresahan jika ada pengendara yang mengganggu kenyamanan banyak orang.

“Bagus pak.”

“Emang enak, lagian buat apa sih greng greng gitu.”

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

MBG sebagai Pilar Strategis Mewujudkan Generasi Emas Indonesia

Oleh: Dewi Puteri Lestari* Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto merupakan langkah visioner yang menegaskan keberpihakan negara terhadap masa depan generasi muda. Kebijakan ini tidak dapat dipandang secarasempit sebagai program distribusi makanan semata, melainkan sebagai strategi besar pembangunan sumber daya manusia yang dirancang secara sistematis, terukur, dan berorientasi jangka panjang. Dalam konteks persaingan global yang semakin kompetitif, kualitas manusia menjadi faktor penentu daya saing bangsa. Karena itu, intervensi negara pada aspek gizi anak sekolah merupakan keputusanstrategis yang mencerminkan kepemimpinan yang berpandangan jauh ke depan. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa MBG tidak mengurangiprogram maupun anggaran pendidikan. Anggaran pendidikan tetap berada pada porsi 20 persen APBN dengan nilai Rp 769,1 triliun, sesuai amanat konstitusi. Seluruh program pendidikan tetap berjalan sebagaimana mestinya dan bahkanmengalami penguatan. Penegasan ini menunjukkan bahwa pemerintah bekerjadengan perencanaan fiskal yang matang, berbasis data, serta melalui koordinasiintensif dengan DPR. Dengan fondasi anggaran yang kokoh dan legitimasi politikyang kuat, MBG hadir sebagai penguat ekosistem pendidikan nasional. Dukungan parlemen terhadap MBG juga memperlihatkan kesadaran kolektif bahwainvestasi pada generasi muda harus ditempatkan sebagai prioritas utama. KetuaBadan Anggaran DPR RI...
- Advertisement -

Baca berita yang ini