Nah Lho! Kok Ahok Gak Ngajak Istri di Pelantikan Jokowi-Ma’ruf?

Baca Juga

MINEWS, JAKARTA – Mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok menghadiri acara pelantikan Joko Widodo-Ma’ruf Amin sebagai Presiden dan Wakil Presiden periode 2019-2024 pada Minggu 20 Oktober 2019.

Ahok tiba di Gedung Nusantara di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, lokasi pengambilan sumpah Jokowi-Ma’ruf sendirian dengan mengenakan setelan jas berwarna hitam dan kemeja putih.

Untuk diketahui, Ahok di sebelumnya pernah kerja bareng Jokowi ketika memimpin DKI Jakarta. Saat itu, Ahok menjadi Wakil Gubernur mendamping Jokowi sebagai Gubernur.

Setelah Jokowi menjabat Presiden pada 2014, Ahok naik jabatan sebagai Gubernur DKI.

Namun kehadiran Ahok atau pria yang sekarang dipanggil BTP yang datang sendiri tanpa didampingi istrinya, Puput Nastiti Devi ini pun turut menarik perhatian.

Seperti diketahui, semenjak menikah, Ahok dan Puput jarang sekali mengekspos kehidupan rumah tangganya. Namun diketahui bahwa saat ini Puput sedang hamil besar dan akan segera melahirkan.

Sebelumnya foto-foto yang memperlihatkan perut buncit Puput beredar luas di media sosial. Kehamilan Puput Nastiti Devi tampaknya sudah semakin mendekati hari lahir hingga perutnya tak lagi bisa ditutupi di balik baju.

Foto Ahok dan Puput Nastiti Deviini juga diunggah di Instagram @hanya_lovers dengan caption, “Masih menunggu kehadiran baby boy/girl. Ada yang bilang lahiranya bln 12, ada yang bilang bulan 1. Entah yang bener yang mana, yang penting sehat dan selamat buat ibu dan anaknya.”

Meski tak diketahui berapa umur kehamilan Puput, publik sangat menanti-nantikan kelahiran anak dari mantan orang nomor 1 DKI ini.

Ditunggu kabar baiknya pak!

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Dukung Skenario Antisipatif Pemerintah dalam Menjaga Stabilitas Rupiah

Oleh: Cahya Rumisastro)*Nilai tukar rupiah kembali menjadi sorotan di tengah tekanan global yang belummereda dan dinamika ekonomi internasional yang cenderung fluktuatif. Dalamsituasi ini, dukungan pemerintah terhadap langkah antisipatif yang disiapkan olehBank Indonesia (BI) menjadi krusial untuk memastikan stabilitas moneter tetapterjaga.Untuk diketahui nilai tukar rupiah masih mengalami fluktuasi beberapa hari terakhir. Nilai tukar Rupiah pada Rabu, 8 April 2026, menunjukkan penguatan 0,64 persen keposisi 16.995 per USD, setelah sebelumnya ditutup di atas Rp17 ribu per USD pada7 April akibat tertekan penguatan indeks dolar global. Namun rupiah kembalimengalami pelemahan pada Kamis, 9 April 2026, sebesar 0,11 % ke posisi 17.030 per USD. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai angka tersebut masih beradadalam cakupan skenario yang disiapkan oleh pemerintah. Di samping itu, pergerakan tersebut tidak serta-merta mengganggu postur Anggaran dan BelanjaNegara (APBN), mengingat Kementerian Keuangan telah menyiapkan berbagaiinstrumen simulasi Bersama BI guna mengantisipasi gejolak pasar. Purbaya mengatakan, pemerintah tidak hanya bergantung pada asumsi nilai tukardalam penyusunan anggaran. Sebaliknya beberapa parameter simulasi disiapkansebagai langkah antisipasif terhadap dinamika global. Purbaya menyatakan kepercayaan penuh terhadap kemampuan BI dalam menjagastabilitas nilai tukar rupiah...
- Advertisement -

Baca berita yang ini