Miris! Siswa SD Di-bully Teman Hingga Babak Belur, Respon Sekolah Jadi Sorotan

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Kasus kekerasan di sekolah kembali terjadi. Terbaru, seorang siswa Sekolah Dasar disebut menjadi korban bullying dari teman-temannya.

Hal itu diungkap pemilik akun Twitter, @urbignaughty yang juga merupakan kakak dari korban. Ia menceritakan sang adik menjadi korban bullying teman-teman sekolahnya hingga babak belur.

“Sumpah gw sakit hati banget ade gua dibully sama temennya sampe luka2 gini badan nya,” tulis akun itu.

Benar saja, ia memperlihatkan bagian tubuh adiknya yang babak belur akibat dihajar temannya.

Sementara itu, sang kakak mengatakan pihak keluarganya sudah mencoba melaporkan ke pihak sekolah dan orangtua pelaku. Namun, respon yang diberikan sangat diluar dugaan.

“Dia uda minta tolong ke guru nya di kantor pas pulang sekolah, tapi katanya suruh pulang aja, eh ternyata Ade gw udh di tungguin di gerbang sekolah, mama gua udah WA mama anak yang bully, tapi jawabannya ‘namanya juga anak-anak’,” ungkap gadis itu.

Lebih lanjut, kasus ini akhirnya ditangani oleh pihak sekolah berkat bantuan wali kelas korban. Pihak sekolah hendak bertanggung jawab dan ingin menindak lanjut kasus ini.

Kisah ini pun sontak viral di sosial media. Warganet pun menyayangkan kejadian itu menimpa bocah kecil, terlebih orangtua pelaku seperti tak mau bertanggung jawab.

“Laporin aja kak.”

“Semoga adenya punya keberanian buat ngelawan.”

“Orangtua harus banyak diedukasi.”

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Pemerintah Perkuat Perlindungan Jemaah Haji di Tengah Konflik Global

Oleh: Arifa Kirana Putri )*Pemerintah terus memperkuat langkah perlindungan terhadap jemaah haji Indonesia di tengah meningkatnya dinamika geopolitik kawasan Timur Tengah. Situasi konflik yang melibatkan sejumlah negara menjadiperhatian serius pemerintah agar tidak berdampak terhadap kelancarandan keamanan penyelenggaraan ibadah haji 1447 Hijriah/2026 Masehi. Karena itu, koordinasi lintas kementerian, penguatan diplomasi, hinggakerja sama internasional terus diperluas demi memastikan seluruh jemaahdapat menjalankan ibadah dengan aman dan nyaman.Komitmen tersebut terlihat dari penguatan kerja sama antara Polri dan Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia. Pemerintah menilaiperlindungan jemaah tidak cukup hanya melalui pelayanan teknis ibadah, tetapi juga harus mencakup aspek keamanan, pendampingan hukum, serta pencegahan praktik ilegal yang dapat merugikan masyarakat.Dalam audiensi antara Wakapolri Dedi Prasetyo dan Wakil Menteri Haji dan...
- Advertisement -

Baca berita yang ini