Minta Bantuan Netizen, Kiki Farrel Butuh 10 Pendonor Darah untuk Kemoterapi Sang Bunda

Baca Juga

MINEWS, JAKARTA – Kabar memprihatinkan datang dari pesinetron muda Kiki Farrel. Ibundanya, Dahlia tengah berjuang melawan sakit kanker usus.

Dan sejak hari Selasa, 19 November 2019 ini, Kiki mengabarkan lewat Instagram jika sang ibu tengah menjalani kemoterapi dan membutuhkan bantuan donor darah golongan AB+.

Kiki pun meminta bantuan netizen untuk bisa menemukan 10 orang pendonor darah yang dibutuhkan.

“Bismillah semoga ada pendonor yang baik hati. karena kali ini butuh banyak sekali, 10 orang,” tulis Kiki di Instagram.

Dan sejak pengumuman tersebut dibuat, Kiki telah berhasil mendapatkan pendonor sebanyak 5 orang. “Teman-teman semua yang terkumpul sampai sore ini lima orang. Artinya kurang lima orang lagi,” lanjutnya.

Kiki Farrel pun mengucapkan terima kasih pada para netizen atas respon cepat yang diberikan demi membantu ibundanya.

“Makasih banyak bantuannya untuk semua. Bagi yang bertanya kapan donor masih perlu atau enggak, dimana donornya dan lain-lain boleh langsung ke WA di atas ya, jangan di DM,” katanya.

“Kalau hari ini sudah mencukupi artinya besok siap kemo. Kalau hari ini masih belum mencukupi kemonya tertunda lagi,” lanjutnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Transparansi MBG: Bukti Pemerintahan Prabowo Kelola Program Rakyat dengan Hatidan Integritas

Oleh: Alexander Royce*) Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintahan Presiden Prabowo Subiantosejak awal dirancang bukan sekadar sebagai kebijakan sosial, melainkan sebagai investasi jangkapanjang bagi kualitas sumber daya manusia Indonesia. Program ini menargetkan pemenuhan gizijutaan anak sekolah, ibu hamil, ibu menyusui, serta balita di berbagai wilayah Tanah Air. Dalamperjalanannya, MBG tidak hanya menghadirkan manfaat kesehatan dan sosial, tetapi juga menunjukkan bagaimana pemerintah berupaya membangun tata kelola program publik yang transparan dan akuntabel. Sejak diluncurkan secara bertahap pada 2025, MBG berkembang pesat dengan dukunganjaringan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang tersebar di berbagai daerah. Pada awal2026 saja, lebih dari 19 ribu SPPG telah beroperasi untuk melayani puluhan juta penerimamanfaat di seluruh Indonesia. Program ini bahkan telah menjangkau sekitar 55 juta hingga lebihdari 58 juta penerima manfaat, menjadikannya salah satu program intervensi gizi terbesar yang pernah dijalankan pemerintah Indonesia. Besarnya skala program tentu menuntut tata kelola yang baik agar kepercayaan publik tetapterjaga. Di sinilah pemerintah menunjukkan komitmennya terhadap transparansi. Alih-alihmenutup informasi, pengelola MBG justru mendorong keterbukaan dalam berbagai aspek, mulaidari pengadaan bahan makanan, komposisi menu, hingga penggunaan anggaran. Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, menekankan bahwa transparansimenjadi fondasi penting dalam penyelenggaraan program MBG. Ia mendorong seluruh dapurSPPG untuk mempublikasikan menu harian melalui media sosial atau saluran komunikasi publiklainnya. Langkah ini bertujuan agar masyarakat dapat melihat langsung jenis makanan yang disajikan kepada para penerima manfaat, sekaligus memastikan bahwa standar gizi yang ditetapkan pemerintah benar-benar diterapkan di lapangan. Menurutnya, keterbukaan informasiini merupakan bagian dari upaya membangun kepercayaan publik serta memastikan program berjalan secara akuntabel. Pendekatan transparansi tersebut juga memperlihatkan bahwa pemerintah tidak alergi terhadappengawasan publik. Dengan membuka informasi menu dan aktivitas dapur MBG secara rutin, masyarakat dapat ikut mengawasi kualitas program....
- Advertisement -

Baca berita yang ini