Indonesia Terus Diguncang Gempa, Pagi Tadi Giliran Bali dengan Magnitudo 5,2

Baca Juga

MINEWS.ID, JAKARTA – Gempa terus mengguncang Indonesia, Rabu 20 November 2019 subuh pukul 03.27 WIB mengguncang Bali dengan magnitudo 5,2.

Menurut catatan  Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) pusat gempa berasal dari  523 kilometer barat daya Kuta Selatan.

Gempa datang dari kedalaman 10 kilometer yang berarti dari dalam laut. Namun, tidak berpotensi menimbulkan tsunami.

Sejak Selasa 19 November 2019  sampai Rabu dini hari, terjadi tiga kali gempa bumi berkekuatan minimal magnitudo 5 di Indonesia.

Pada Selasa (19/11) pukul 04.40 WIB, gempa magnitudo 5,3 dengan pusat gempa di kedalaman 10 kilometer terjadi di Papua Barat, tepatnya 42 kilometer sisi timur laut Manokwari.

Di hari yang sama pukul 09.46 WIB juga dengan magnitudo 5,0 menggetarkan wilayah Maluku dengan pusat gempa berada di 83 kilometer timur laut Maluku Barat Daya dengan kedalaman 128 kilometer.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Dukung Skenario Antisipatif Pemerintah dalam Menjaga Stabilitas Rupiah

Oleh: Cahya Rumisastro)*Nilai tukar rupiah kembali menjadi sorotan di tengah tekanan global yang belummereda dan dinamika ekonomi internasional yang cenderung fluktuatif. Dalamsituasi ini, dukungan pemerintah terhadap langkah antisipatif yang disiapkan olehBank Indonesia (BI) menjadi krusial untuk memastikan stabilitas moneter tetapterjaga.Untuk diketahui nilai tukar rupiah masih mengalami fluktuasi beberapa hari terakhir. Nilai tukar Rupiah pada Rabu, 8 April 2026, menunjukkan penguatan 0,64 persen keposisi 16.995 per USD, setelah sebelumnya ditutup di atas Rp17 ribu per USD pada7 April akibat tertekan penguatan indeks dolar global. Namun rupiah kembalimengalami pelemahan pada Kamis, 9 April 2026, sebesar 0,11 % ke posisi 17.030 per USD. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai angka tersebut masih beradadalam cakupan skenario yang disiapkan oleh pemerintah. Di samping itu, pergerakan tersebut tidak serta-merta mengganggu postur Anggaran dan BelanjaNegara (APBN), mengingat Kementerian Keuangan telah menyiapkan berbagaiinstrumen simulasi Bersama BI guna mengantisipasi gejolak pasar. Purbaya mengatakan, pemerintah tidak hanya bergantung pada asumsi nilai tukardalam penyusunan anggaran. Sebaliknya beberapa parameter simulasi disiapkansebagai langkah antisipasif terhadap dinamika global. Purbaya menyatakan kepercayaan penuh terhadap kemampuan BI dalam menjagastabilitas nilai tukar rupiah...
- Advertisement -

Baca berita yang ini