Anies Serahkan Penggusuran di Sunter ke Walikota Jakut, Lepas Tangan Wan?

Baca Juga

MINEWS, JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan seakan tak peduli dengan penggusuran yang terjadi di Sunter, Jakarta Utara (Jakut). Ia lebih memilih menyerahkan masalah tersebut ke Wali Kota Jakarta Utara Sigit Wijatmoko. Lepas tangan ya?

“Biar Pak Wali Jakut saja,” kata Anies kepada wartawan di Jakarta, Selasa 19 November 2019.

Sebelumnya, penggusuran terjadi di Jalan Sunter Agung Perkasa VIII, Kecamatan Tanjung Priok, Jakarta Utara. Objek yang digusur adalah bangunan dan tempat usaha warga.

Pemkot Jakarta Utara menyebut penggusuran bangunan liar di Jalan Sunter Agung Perkasa, Tanjung Priok, dilakukan demi menciptakan lingkungan yang sehat dan bebas banjir.

Selama ini, kawasan tersebut tergenang banjir karena saluran air diduduki oleh bangunan.

Namun, warga menyayangkan tindakan penggusuran, bahkan mengungkit janji Anies untuk tidak menggusur. Mereka mengaku sebagai pendukung Anies saat Pilgub 2017.

Berita Terbaru

Dukung Skenario Antisipatif Pemerintah dalam Menjaga Stabilitas Rupiah

Oleh: Cahya Rumisastro)*Nilai tukar rupiah kembali menjadi sorotan di tengah tekanan global yang belummereda dan dinamika ekonomi internasional yang cenderung fluktuatif. Dalamsituasi ini, dukungan pemerintah terhadap langkah antisipatif yang disiapkan olehBank Indonesia (BI) menjadi krusial untuk memastikan stabilitas moneter tetapterjaga.Untuk diketahui nilai tukar rupiah masih mengalami fluktuasi beberapa hari terakhir. Nilai tukar Rupiah pada Rabu, 8 April 2026, menunjukkan penguatan 0,64 persen keposisi 16.995 per USD, setelah sebelumnya ditutup di atas Rp17 ribu per USD pada7 April akibat tertekan penguatan indeks dolar global. Namun rupiah kembalimengalami pelemahan pada Kamis, 9 April 2026, sebesar 0,11 % ke posisi 17.030 per USD. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai angka tersebut masih beradadalam cakupan skenario yang disiapkan oleh pemerintah. Di samping itu, pergerakan tersebut tidak serta-merta mengganggu postur Anggaran dan BelanjaNegara (APBN), mengingat Kementerian Keuangan telah menyiapkan berbagaiinstrumen simulasi Bersama BI guna mengantisipasi gejolak pasar. Purbaya mengatakan, pemerintah tidak hanya bergantung pada asumsi nilai tukardalam penyusunan anggaran. Sebaliknya beberapa parameter simulasi disiapkansebagai langkah antisipasif terhadap dinamika global. Purbaya menyatakan kepercayaan penuh terhadap kemampuan BI dalam menjagastabilitas nilai tukar rupiah...
- Advertisement -

Baca berita yang ini