Merinding! Cewek Ini Cerita Kakinya Alami Luka Secara Misterius saat Renang di Villa Kawasan Puncak

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Hal-hal mistis bisa saja menimpa siapa pun dan di mana pun. Seperti yang dialami empat wanita yang menginap di villa kawasan Puncak, Jawa Barat.

Salah satu dari mereka mengalami insiden tak terduga di mana kakinya secara misterius berdarah-darah saat tengah berenang. Videnya dibagikan melalui akun TikTok whothisss8.

Dalam video yang dibagikan, terlihat empat wanita itu tengah berenang menuju tepian kolam renang. Si pembuat video mengatakan jika ada bekas cakaran di kakinya, padahal saat berenang temannya tidak ada yang mencakarnya.

“Perhatiin gue yang gue kasih emot. Aneh banget waktu nginep di vila puncak, sebelum renang kaki gak kenapa-kenapa. Pas abis kejadian ini naik ke atas tiba-tiba kaki gue berdarah banyak dan kaya ada luka tusukan gitu,” tulis whothisss8, dikutip Kamis 10 September 2020.

Pemilik akun TikTok whothisss8 itu hingga kini merasa bingung mengapa mengalami hal itu. “Sampe sekarang bingung itu kenapa. Padahal temen gue yang sebelah kiri gak megang/narik kaki gue,” tuturnya.

Video yang diunggah itu diberi caption,”Anak Indomie, anak Indhome (yang dimaksud: Indigo) ada yang bisa liat ga?” tanyanya.

@whothisss8

ANAK INDOMIE, ANAK INDIHOME ADA YANG BISA LIAT GA?? #fyp #fypシ #horrorstory #samasamaindonesia #foryoupage #xyzbca

♬ Horror atmosphere piano & SE. – Kohrogi

Karena banyak yang penasran, akun tersebut pun membagikan kelanjutan cerita dari video tersebut. Di part 2 ini, ia mengaku tidak bisa memperlihatkan kakinya saat berdarah karena panik.

“Maaf banget buat yang minta foto kakinya pas berdarah ga ada ya. Soalnya aku dan temen-temen juga panik nyari tisu sama handsaplast karena darahnya keluar terus. Dan awalnya juga aku mikir tuh temen aku yang nyakar kaki aku karena emang dia kan narik-narik aku,” paparnya.

“Nah temen aku tuh bilang, dia ga ngerasa nyakar kaki aku. Terus aku inget kan abis di video akhirnya liat lah video yang aku uplod sebelumnya, ternyata bener dia ga megang kaki aku,” sambung pemilik akun whothisss8.

@whothisss8

Balas @wulanramdita14 DI PAUSED AJA YA. Jangan kapok main ke puncak oke? Banyakan indahnya ko daripda horrornya? #fyp #horrorstory

♬ Music Box – Nicolas Nadar

Video itu pun viral dan mendapat beragam komentar dari netizen. Tak sedikit dari mereka yang mengaku memiliki kemampuan supranatural menyebutkan ada sosok makhluk tak kasat mata yang menyakiti dirinya.

“Sorry kak aku hanya bisa menjawab itu ada yang berusaha megang ada sesuatu putih yang ikutan nyebur dan jangan banyak bercanda kak di villa di manapun sih,” kata Achmad Ariadi.

“Aku cuma mau bilang kalau di kolam itu ada bayangin hitam di pojok kan pas kk nyelem dia ikutan nyelem juhga kak dan di samping kaki kakak dia narik kaki kakak,” tulis armnreva.

“Ada yang bilang mbak-mbak baju putih ada juga yang bilang anak kecil. Emamng kalau pas beginian mendadak jadi anak indigo semua wkwk,” komentar Lailizm.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Evaluasi Berkala Koperasi Desa Jadi Kunci Keberlanjutan Program Pemberdayaan Ekonomi

Oleh: Firly Tsaqila )*Komitmen pemerintah dalam memperkuat fondasi ekonomi desa terusdiwujudkan melalui pengembangan Koperasi Desa/Kelurahan MerahPutih sebagai instrumen strategis pemberdayaan masyarakat. Koperasi Desa dirancang bukan sekadar menjadi wadah aktivitasekonomi lokal, melainkan sebagai infrastruktur ekonomi nasional yang mampu memperluas akses masyarakat desa terhadap layanan usaha, distribusi kebutuhan pokok, pembiayaan produktif, hingga penguatankesejahteraan berbasis komunitas. Sehingga evaluasi berkala menjadi elemen penting agar implementasiprogram berjalan tepat sasaran, adaptif terhadap tantangan lapangan, dan mampu memberikan manfaat berkelanjutan.Langkah cepat Kementerian Koperasi dalam merespons berbagaimasukan masyarakat menunjukkan keseriusan pemerintah menjagakualitas pelaksanaan program ini. Berbagai sorotan yang muncul di ruangpublik dipandang sebagai bentuk partisipasi konstruktif yang justrumemperkuat proses pembenahan. Menteri Koperasi, Ferry Juliantono, menilai perhatian masyarakatterhadap kondisi dan kesiapan Kopdes Merah Putih merupakan bagiandari pengawasan publik yang sangat dibutuhkan untuk memastikanprogram berkembang sesuai tujuan awal.Menurut Ferry, setiap laporan, masukan, dan perhatian masyarakatmenjadi bahan evaluasi yang sangat berharga bagi kementerian untukmelakukan koreksi secara menyeluruh. Ia menegaskan bahwa pemerintahmemandang keterlibatan publik sebagai bagian dari mekanismepengawasan yang memperkuat akuntabilitas tata kelola. Denganketerbukaan terhadap kritik, pemerintah menunjukkan pendekatan adaptifdalam memastikan program ini terus mengalami penyempurnaan.Pendekatan evaluatif ini penting karena skala program Kopdes MerahPutih sangat luas dan menyentuh langsung berbagai aspek kehidupanekonomi desa. Pemerintah tidak menempatkan evaluasi sebagai responsatas persoalan semata, melainkan sebagai instrumen manajemen modern yang memungkinkan setiap kelemahan terdeteksi lebih awal untuk segeradiperbaiki. Dengan demikian, proses pembenahan dapat dilakukan secarasistematis tanpa mengganggu tujuan besar pembangunan ekonomi desa.Ferry juga menekankan bahwa pemerintah akan terus menyelaraskankoordinasi lintas lembaga agar evaluasi yang dilakukan menghasilkanlangkah perbaikan konkret. Kolaborasi antara kementerian, pengelola koperasi, dan masyarakat diyakini menjadi kunci agar setiap temuanlapangan dapat segera ditindaklanjuti secara efektif. Pendekatan inimencerminkan keseriusan pemerintah membangun tata kelola koperasiyang terbuka dan responsif.Di sisi lain, penguatan evaluasi juga tampak dari keterlibatan berbagaiinstitusi pendukung. Badan Pengawas Obat dan Makanan melalui Kepala BPOM, Taruna Ikrar, mempertegas peran pengawasan distribusi obat danpangan dalam ekosistem Kopdes Merah Putih. Kehadiran BPOM memperlihatkan bahwa pemerintah tidak hanya fokus pada aspekkelembagaan koperasi, tetapi juga memastikan kualitas layanan dankeamanan produk yang sampai kepada masyarakat desa.BPOM menyiapkan sistem pengawasan yang menjangkau hingga level desa, termasuk melalui pelibatan puluhan ribu kader terlatih. Langkah inimenjadi bukti bahwa evaluasi program dilakukan secara terintegrasidengan penguatan kapasitas pengawasan di lapangan. Pemerintahmemahami bahwa keberlanjutan koperasi tidak dapat dilepaskan dariterjaminnya standar mutu, keamanan, dan keandalan distribusi produk.Kepala BPOM menilai pengawasan distribusi obat dan pangan di koperasidesa membutuhkan mekanisme yang presisi karena cakupan wilayahyang luas menuntut sistem kendali yang kuat. Oleh sebab itu, pemerintahterus merancang skema baru agar distribusi tetap terkendali sekaligusmenjangkau masyarakat secara merata. Upaya ini memperlihatkanorientasi evaluasi yang tidak berhenti pada identifikasi masalah, melainkan diarahkan pada inovasi kebijakan.Pandangan mengenai pentingnya evaluasi berkala juga diperkuat ekonom CORE Indonesia, Dipo Satria Ramli. Ia menilai bahwa pengawasanberlapis sangat diperlukan mengingat fungsi Kopdes Merah Putihmencakup aspek komersial, sosial, hingga layanan distribusi strategis. Menurutnya, pembagian peran pengawasan lintas lembaga akanmemperkuat akuntabilitas sekaligus meminimalkan potensipenyimpangan.Dipo menekankan pentingnya audit independen secara berkala sebagaiinstrumen untuk mendeteksi potensi moral hazard sejak dini. Ia jugamemandang bahwa tata kelola internal yang kuat harus ditopang olehrekrutmen pengelola profesional yang tetap berbasis komunitas lokal. Keterlibatan warga desa dinilai penting untuk menumbuhkan rasa memilikisehingga keberlanjutan koperasi terjaga secara alamiah.Pandangan Dipo sejalan dengan arah kebijakan pemerintah yang menempatkan evaluasi sebagai fondasi penguatan kelembagaan. Pemerintah memahami bahwa keberhasilan program tidak cukup diukurdari jumlah koperasi yang terbentuk, tetapi dari kualitas operasional, efektivitas layanan, dan dampak nyata terhadap kesejahteraanmasyarakat.Koperasi Desa Merah Putih diproyeksikan menjadi simpul distribusi hasilpertanian, penyalur barang strategis, penyedia layanan keuangan, hinggapenggerak aktivitas ekonomi produktif di tingkat akar rumput. Denganperan sebesar itu, evaluasi berkala menjadi syarat mutlak agar setiapfungsi berjalan optimal.Melalui keterbukaan terhadap masukan, sinergi lintas lembaga, sertapenguatan pengawasan berjenjang, pemerintah menunjukkan keseriusanmenjaga keberlanjutan program ini. Evaluasi yang konsisten bukanlahtanda kelemahan, melainkan bukti hadirnya tata kelola modern yang mengedepankan perbaikan berkelanjutan demi memastikan KopdesMerah Putih benar-benar menjadi motor penggerak pemberdayaanekonomi desa di masa depan.*) Pengamat Ekonomi Desa
- Advertisement -

Baca berita yang ini