Jurnalis Kriminal Ditemukan Meninggal, Kepalanya Dipenggal

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Seorang jurnalis Meksiko spesialis kriminal bernama Julio Valdivia (44) ditemukan tewas mengenaskan dengan kepala terpenggal pada Rabu 9 September 2020 lalu, di negara bagia Veracruz.

Mengutip Reuters, Kamis 10 September 2020, Valdivia selama ini dikenal sebagai jurnalis yang kerap menyelidiki kejahatan dan kekerasan ekstrem di Meksiko.

Seorang anggota staf di surat kabar lokal Diario El Mundo di Veracruz mengatakan awalnya dicurigai bahwa Valdivia mungkin ditabrak oleh kereta api, tetapi dugaan itu dibantah oleh kantor kejaksaan.

“Valdivia ditemukan di dekat rel kereta, dipenggal dan disiksa,” kata anggota staf surat kabar itu, yang tidak ingin disebutkan namanya.

Selain itu, El Universal dan beberapa kantor berita lokal lainnya melaporkan bahwa Valdivia telah dipenggal yang menjadi kematian jurnalis keempat di Meksiko tahun ini.

Faktanya, Meksiko adalah negara paling berbahaya bagi jurnalis. Tahun 2019, dari seluruh pembunuhan jurnalis di dunia, setengahnya terjadi di Meksiko

“Kami mengutuk pembunuhan Julio Valdivia,” kata pemerintah Veracruz di akun Twitter-nya.

Sebuah kelompok perlindungan media lokal yang dikenal sebagai CEAPP mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa Valdivia tidak memiliki tindakan perlindungan ekstra karena dia tidak melaporkan menghadapi ancaman terhadap keamanannya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Hilirisasi untuk Ekonomi yang Lebih Sejahtera

Oleh: Yusuf Rinaldi)* Transformasi ekonomi Indonesia dalam beberapa tahun terakhir semakinmenunjukkan arah yang jelas, yaitu dengan memperkuat nilai tambah sumber dayaalam melalui strategi hilirisasi. Kebijakan ini bukan sekadar agenda industrialisasibiasa, melainkan fondasi penting untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih berkualitas, inklusif, dan berkelanjutan.  Dalam konteks ekonomi global yang semakin kompetitif, langkah pemerintahmempercepat hilirisasi menjadi salah satu strategi paling rasional untuk memastikankekayaan alam Indonesia benar-benar memberi manfaat optimal bagi masyarakat. Presiden Prabowo Subianto memerintahkan jajarannya untuk memperkuat peranPerusahaan Mineral Nasional (Perminas) sebagai instrumen negara dalammengelola sumber daya mineral secara lebih terintegrasi. Langkah ini sangat penting mengingat selama bertahun-tahun Indonesia lebihbanyak mengekspor bahan mentah tanpa nilai tambah yang signifikan. Denganpenguatan Perminas, pemerintah ingin memastikan bahwa pengelolaan mineral tidak lagi berhenti pada aktivitas eksplorasi dan penambangan, tetapi dilanjutkanhingga tahap pengolahan industri bernilai tinggi di dalam negeri. Presiden menekankan bahwa penguatan Perminas akan menjadi kunci bagiterciptanya pengelolaan sumber daya mineral yang lebih terpadu. Dengan demikian, Indonesia tidak hanya menjadi pemasok bahan mentah, tetapi mampu berkembangmenjadi pusat produksi dan inovasi industri mineral di tingkat global. Langkah inisemakin relevan jika melihat tren investasi nasional. Data terbaru menunjukkanbahwa sektor hilirisasi menyumbang sekitar Rp584,1 triliun atau 30,2 persen daritotal realisasi investasi nasional pada 2025. Angka tersebut mencerminkan bahwatransformasi ekonomi berbasis nilai tambah mulai memberikan dampak nyata bagipertumbuhan ekonomi. Selain penguatan kelembagaan, pemerintah juga mendorong pembangunaninfrastruktur industri melalui pengembangan kawasan ekonomi khusus (KEK). Pemerintah saat ini tengah menunggu persetujuan Presiden atas pembentukanenam KEK baru yang akan difokuskan pada industri berbasis energi dan manufakturberteknologi tinggi. Pelaksana Tugas Sekretaris Jenderal Dewan Nasional KEK, Rizal Edwin Manansang, menjelaskan bahwa seluruh kajian teknis telah rampung dan kinimenunggu keputusan presiden. Ia mengatakan pihaknya sedang mengusulkan adaenam KEK baru yang akan diresmikan atau disetujui oleh Presiden. Keenamkawasan tersebut akan tersebar di berbagai wilayah strategis, termasuk Kalimantan, Sulawesi, Jawa Timur, dan Jawa Barat. Fokus industrinya meliputi pengembangankendaraan listrik, smelter pengolahan mineral strategis seperti nikel, hinggapengembangan energi hijau. Strategi ini tidak hanya memperkuat hilirisasi, tetapijuga menciptakan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru di berbagai daerah. Secara kinerja,...
- Advertisement -

Baca berita yang ini