Mengaku Tak Punya Darah Indonesia, Begini Silsilah Keluarga Agnez Mo

Baca Juga

MINEWS, JAKARTA – Kabar mengejutkan datang dari penyanyi Indonesia, Agnes Monica atau kini akrab disapa Agnez Mo. Pasalnya, beberapa waktu lalu, Agnez Mo mengaku pada awak media bahwa dirinya tak memilki darah Indonesia.

Sontak, pengakuannya pun membuat masyarakat Tanah Air kaget, termasuk para fanbase Agnez Mo yang sudah mengikutiya sejak kecil.

Mengutip wawancaranya bersama Build Series By Yahoo, Agnez mengaku bahwa ia hanya lahir di Indonesia dan memiliki darah campuran, yakni Jerman, Jepang dan Cina. Namun, beginilah sebenarnya silsilah keluarga Agnez Mo.

Pelantun ‘Coke Bottle’ ini sebenarnya memiliki nama asli Agnes Monica Muljoto. Ia lahir di Jakarta 1 Juli 1986 dari pasangan Jenny Siswono dan Ricky Muljoto. Kedua orang tua Agnez merupakan atlet nasional di era 80-an.

Sang ibu, Jenny Siswono merupakan atlet tenis meja wanita pada tahun 1970-1980. Pada masanya, Jenny meraih prestasi terbaik, yakni mebawa tim beregu putri Indonesia masuk 13 besar dunia.

Ia adalah anak dari mantan pejuang Indonesia di masa penjajahan, Soerjo Siswono. Sang kakek diketahui adalah penyuplai obat-obatan pada masa perang dulu.

Agnez pernah mengaku jika ia memiliki rasa nasionalis yang tumbuh di nadinya sebagai warisan dari sang kakek.

Demikian pula dengan sang ayah, Ricky Muljoto. Ia merupakan atlet basket nasional dan memiliki keturunan Jerman. Dalam karir basketnya ini, Ricky pernah menjadi salah satu anggota dari Tim Nasional Indonesia.

Meski Agnez menyangkal bahwa diriya tak memiliki ‘Darah Indonesia’, namun silsilah dari keluarganya tak bisa dipungkiri. Jadi, bagaimana menurut kamu? (Annastasya Rizqa/RyV)

Berita Terbaru

Sekolah Rakyat Dinilai Efektif Wujudkan Pendidikan Bermutu

Oleh : Andhika RachmaPemerintah Indonesia terus menunjukkan komitmen kuat dalam meningkatkan kualitas sumberdaya manusia melalui berbagai terobosan kebijakan di sektor pendidikan. Salah satu program yang kini menjadi perhatian publik adalah Sekolah Rakyat, sebuah inisiatif strategis yang dinilaiefektif dalam menghadirkan pendidikan bermutu sekaligus menjawab tantangan ketimpanganakses pendidikan. Dalam konteks pembangunan nasional, kehadiran Sekolah Rakyat tidakhanya menjadi solusi jangka pendek, tetapi juga fondasi jangka panjang dalam menciptakangenerasi unggul yang berdaya saing.Sebelumnya, Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menekankan bahwasekolah rakyat dibangun untuk masyarakat yang masuk dalam kategori keluarga penerimamanfaat dari golongan miskin ekstrem.Sekolah Rakyat hadir sebagai program afirmatif yang menyasar anak-anak dari keluarga tidakmampu. Program ini memberikan pendidikan secara gratis sepenuhnya, termasuk biayapendidikan, tempat tinggal, hingga kebutuhan dasar siswa yang ditanggung oleh negara. Hal inimenjadi langkah konkret pemerintah dalam memastikan bahwa keterbatasan ekonomi tidak lagimenjadi penghalang bagi anak-anak untuk memperoleh pendidikan yang layak dan berkualitas.Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Republik Indonesia, Abdul Mu’timengatakan Sekolah Rakyat menjadi ruang tumbuh bagi generasi muda untukmengembangkan potensi diri. Menurutnya, sekolah ini adalah tempat generasi muda tumbuhdan berkembang menjadi bangsa yang hebat. Program Sekolah Rakyat dirancang bagi anak-anak yang sempat terputus dari layanan pendidikan formal agar kembali memperoleh hakbelajar secara layak dan bermutu.Dalam implementasinya, Sekolah Rakyat dirancang dengan konsep sekolah berasrama(boarding school), yang memungkinkan pembinaan siswa dilakukan secara menyeluruh, baikdari aspek akademik maupun karakter. Kurikulum yang diterapkan tidak hanya menitikberatkanpada pembelajaran formal, tetapi juga penguatan nilai-nilai kepemimpinan, nasionalisme,...
- Advertisement -

Baca berita yang ini