Begini 5 Cara Latih Anjing Pitbull Supaya Baik dan Jinak

Baca Juga

MINEWS, JAKARTA – Kasus anjing pitbull menggigit warga sekitar memang tengah hangat diperbincangkan. Pasalnya, peristiwa tersebut kembali terulang.

Seorang bocah perempuan tujuh tahun berinisial MWT di Medan, Sumatera Utara mengalami luka parah dibagian wajah akibat serangan anjing jenis pitbull yang dipelihara sanak keluarganya. Pertistiwa tersebut terjadi di kediamannya di Jl. Cipto Tiga, Kelurahan Tanjung Mulia, Medan.

Dari rentetan kasus mengenai anjing jenis pitbull yang menyerang manusia membuat para warga merasa khawatir. Namun sebenarnya, anjing pitbull ini bisa dilatih dan menjadi jinak loh! Begini caranya:

1. Berikan Banyak Latihan

Pitbull pada dasarnya adalah anjing buas. Mereka pun akan cepat bosan jika tuannya tak sering memberikannya latihan. Dari rasa bosan tersebut, munculah sifat agresif pada pitbull yang berbahaya. Jadi cobalah untuk sesering mungkin memberikan latihan fisik dan sederhana pada pitbullmu ya!

2. Pahami Bahasa Tubuhnya

Tak bedanya dengan manusia, anjing sekelas pitbull pun memiliki rasa takut atau butuh akan sesuatu. Maka, kamu perlu memahami bahasa tubuh mereka. Dengan memahaminya, kamu akan tahu bagaimana kode mereka saat mereka marah. Jadi, kamu bisa memberikan pengertian dan mencegah pitbullmu menyerang orang lain.

3. Latih Agar Disiplin

Melatih disiplin pada pitbull memang sangatlah perlu. Kamu bisa menggunakan gerakan-gerakan positif dan sederhana agar mudah dimengerti oleh pitbullmu. Dengan begitu, mereka akan disiplin dan jinak.

4. Jangan Dipukul

Memukul anjing ketika mereka salah bukanlah hal yang baik. Itu bisa membuat mereka lebih agresif lagi loh! Sebaiknya, kamu tegur dan komunikasikan dengan perlahan dan tanpa pukulan agar anjing pitbull tak menjadi semakin galak.

5. Sosialisasikan Mereka

Jangan hanya dikurung didalam kandang dan di halaman rumah saja, mensosialisasikan pitbull ke lingkungan luar juga penting agar mereka tak merasa terkurung. Tak hanya itu, kegiatan tersebut juga mampu membuat anjing pitbull berinteraksi dan bersahabat dengan lingkungan luar. (Annastasya Rizqa/RyV)

Berita Terbaru

Tata Kelola Koperasi Desa Semakin Solid Melalui Pengawasan dan Evaluasi Berkelanjutan

Oleh: Satria Putra )*Pemerintah terus menunjukkan komitmen kuat dalam memperkokoh tatakelola Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih sebagai fondasi barupenguatan ekonomi kerakyatan di tingkat akar rumput. Program inidirancang sebagai instrumen strategis untuk memperluas aksesmasyarakat desa terhadap layanan ekonomi yang lebih modern, terintegrasi, dan berkelanjutan. Dalam pelaksanaannya, pengawasan danevaluasi berkelanjutan menjadi elemen utama yang memastikan koperasimampu berkembang secara sehat, profesional, dan akuntabel.Penguatan tata kelola koperasi desa menjadi bagian dari agenda besartransformasi perkoperasian nasional yang tengah dijalankan pemerintah. Kementerian Koperasi memandang bahwa keberhasilan pembangunankoperasi tidak cukup hanya bertumpu pada pembentukan kelembagaan, tetapi juga pada kemampuan menghadirkan sistem pengawasan yang adaptif terhadap tantangan zaman. Karena itu, langkah percepatandigitalisasi menjadi pilihan strategis untuk memastikan pengelolaankoperasi berjalan lebih transparan dan efisien.Komitmen tersebut ditunjukkan melalui peresmian Command Center oleh Menteri Koperasi, Ferry Juliantono, sebagai pusat kendali digital yang difokuskan mendukung penyelenggaraan Koperasi Desa/KelurahanMerah Putih. Kehadiran pusat pengawasan ini menandai babak baru tatakelola koperasi nasional yang berbasis data dan teknologi.Ferry menjelaskan bahwa Command Center dibangun sebagai sisteminformasi terpadu yang mengintegrasikan berbagai data operasionalkoperasi lintas lembaga, termasuk pengelolaan dana bergulir. Menurutnya, sistem tersebut merupakan bagian dari mandat besartransformasi koperasi nasional agar mampu berkembang lebih kompetitifsekaligus menjawab tuntutan modernisasi ekonomi desa.Digitalisasi, menurut Ferry, bukan sekadar pembaruan teknologi, melainkan instrumen untuk memperkuat kontrol kelembagaan. Melaluisistem ini, pelaporan dan pemantauan dapat dilakukan secara lebih cepatdan akurat. Pemerintah dapat menjangkau langsung perkembangankoperasi di berbagai daerah sehingga potensi kendala dapat terdeteksilebih dini.Keunggulan utama Command Center terletak pada kehadiran early warning system yang dirancang untuk mendeteksi persoalan secaracepat. Pendekatan ini memungkinkan langkah korektif dilakukan sebelumpermasalahan berkembang lebih luas. Dengan sistem pencegahan dini, pemerintah memastikan setiap dinamika operasional koperasi dapatdirespons secara terukur dan tepat sasaran.Selain itu, sistem ini memungkinkan pemantauan real-time terhadappelaksanaan pelatihan, aktivitas usaha, hingga perkembangankelembagaan koperasi desa. Model pengawasan berbasis data seperti inimemperlihatkan keseriusan pemerintah dalam membangun sistemevaluasi yang berkesinambungan dan tidak lagi bergantung pada laporanmanual yang seringkali terlambat.Ferry juga menegaskan bahwa penguatan koperasi desa tidak dapatdilakukan secara parsial. Karena itu, Command Center dirancangterhubung dengan berbagai kementerian dan lembaga, termasukKementerian Desa, Kejaksaan Agung, serta lembaga pengelola dana bergulir. Integrasi lintas sektor ini mencerminkan pendekatan kolaboratifpemerintah dalam menciptakan pengawasan menyeluruh.Kolaborasi tersebut menjadi fondasi penting dalam memastikan tata kelolakoperasi berjalan sesuai koridor hukum, administrasi, dan prinsipakuntabilitas publik. Pemerintah memahami bahwa koperasi desamemegang peran strategis dalam distribusi layanan ekonomi masyarakat, sehingga pengawasannya harus dilakukan secara terkoordinasi.Deputi Bidang Kelembagaan dan Digitalisasi Koperasi, Henra Saragih,menilai keberadaan Command Center akan menjadi landasan pentingbagi proses perencanaan, pengawasan, dan evaluasi yang lebih efektif. Iamenekankan bahwa penguatan infrastruktur digital, keamanan data, dankapasitas sumber daya manusia teknologi informasi menjadi syarat utamaterwujudnya ekosistem koperasi modern.Pandangan Hera memperlihatkan bahwa transformasi koperasi yang dilakukan pemerintah tidak bersifat seremonial. Langkah ini dibangunmelalui fondasi teknis yang matang agar sistem pengawasan berjalanberkelanjutan dan mampu menjawab kebutuhan lapangan secara nyata.Dukungan terhadap pendekatan pengawasan berlapis juga datang dariekonom CORE Indonesia, Dipo Satria Ramli. Ia menilai bahwa karakterKoperasi Desa/Kelurahan Merah Putih yang memadukan fungsi komersialdan sosial membutuhkan pembagian pengawasan lintas otoritas sesuaikewenangannya.Menurut Dipo, pengawasan terhadap aktivitas keuangan sepertipenyaluran kredit idealnya berada di bawah otoritas yang memilikikompetensi khusus di sektor jasa keuangan. Sementara itu, pengawasankelembagaan dan unit usaha tetap relevan berada dalam pembinaanKementerian Koperasi. Pendekatan ini dinilai akan memperkuatakuntabilitas serta mencegah potensi penyimpangan.Dipo juga menekankan pentingnya audit independen secara berkalasebagai instrumen pendukung evaluasi eksternal. Dengan audit...
- Advertisement -

Baca berita yang ini