Lebih Sayang Istri Muda, Perempuan Ini Pilih Cerai Meski Sudah Miliki 5 Anak

Baca Juga

MATA INDONESIA, JEDDAH – Pengadilan Arab Saudi mengeluarkan putusan final yang mengabulkan gugatan cerai seorang perempuan yang telah menjalani bahtera rumah tangga selama 35 tahun, melansir Gulf News.

Diketahui, pengadilan mengabulkan permohonan perempuan tersebut lantaran sang suami disibukkan dengn istri keduanya. Hal ini berdasarkan laporan surat kabar lokal.

“Pengadilan Banding Status Pribadi di kota pelabuhan Saudi Jeddah telah menguatkan putusan sebelumnya yang membatalkan kontrak pernikahan seorang perempuan berusia 55 tahun yang telah mengajukan gugatan cerai, dengan alasan kesibukan suaminya dengan istri kedua,” surat kabar Okaz melaporkan.

Putusan itu dikeluarkan pada akhir sesi online di mana penggugat mengatakan ia memiliki lima anak selama 35 tahun pernikahan mereka dan sang suami meninggalkan rumah mereka setelah dia menikahi seorang perempuan Maroko lima tahun lalu.

Dalam agama Islam, seorng laki-laki memang diberikan izin untuk memiliki empat istri. Namun yang perlu digaris bawahi adalah perlakuan adil sang suami terhadap istri-istrinya, bila syarat utama itu tidak dapat ditunaikan maka disarankan hanya memiliki satu istri saja.

Ketentuan ini dengan jelas dinyatakan dalam Al-Qur’an Surat An-Nisa ayat ke-4, yang berbunyi:

“Jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil dengan anak yatim, nikahi wanita pilihanmu, dua atau tiga atau empat; tetapi jika kamu takut tidak dapat berlaku adil (dengan mereka), maka hanya satu.”

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

MBG sebagai Pilar Strategis Mewujudkan Generasi Emas Indonesia

Oleh: Dewi Puteri Lestari* Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto merupakan langkah visioner yang menegaskan keberpihakan negara terhadap masa depan generasi muda. Kebijakan ini tidak dapat dipandang secarasempit sebagai program distribusi makanan semata, melainkan sebagai strategi besar pembangunan sumber daya manusia yang dirancang secara sistematis, terukur, dan berorientasi jangka panjang. Dalam konteks persaingan global yang semakin kompetitif, kualitas manusia menjadi faktor penentu daya saing bangsa. Karena itu, intervensi negara pada aspek gizi anak sekolah merupakan keputusanstrategis yang mencerminkan kepemimpinan yang berpandangan jauh ke depan. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa MBG tidak mengurangiprogram maupun anggaran pendidikan. Anggaran pendidikan tetap berada pada porsi 20 persen APBN dengan nilai Rp 769,1 triliun, sesuai amanat konstitusi. Seluruh program pendidikan tetap berjalan sebagaimana mestinya dan bahkanmengalami penguatan. Penegasan ini menunjukkan bahwa pemerintah bekerjadengan perencanaan fiskal yang matang, berbasis data, serta melalui koordinasiintensif dengan DPR. Dengan fondasi anggaran yang kokoh dan legitimasi politikyang kuat, MBG hadir sebagai penguat ekosistem pendidikan nasional. Dukungan parlemen terhadap MBG juga memperlihatkan kesadaran kolektif bahwainvestasi pada generasi muda harus ditempatkan sebagai prioritas utama. KetuaBadan Anggaran DPR RI...
- Advertisement -

Baca berita yang ini