Kronologi Dibalik Hebohnya Dugaan ‘Geprek Bensu’ yang Disebut Gunakan Jin Penglaris

Baca Juga

MINEWS, JAKARTA – Nama Roy Kiyoshi dan Robby Purba menghebohkan dunia media baru-baru ini. Melalui channel YouTube-nya, Robby mengunggah video yang menampilkan Roy Kiyoshi dan satu anak indigo lainnya, Dephien.

Video tersebut dinilai kontroversial lantaran menyeret nama rumah makan yang dikelola artis Ruben Onsu. Nyatanya, video tersebutlah yang menjadi awal mula Jordy Onsu melaporkan kasus pencemaran nama baik atas restorannya kepada Polda Metro Jaya.

Penasaran seperti apa kronologi kasus tersebut? Berikut beberapa faktanya:

1. Berawal dari sebuah Vlog

Pada 31 Oktober 2019, Robby Purba mengunggah sebuah vlog berjudul “Roy Kiyoshi Beberkan 5 Ciri-Ciri Warung Makan yang Pakai Penglaris — Ba’da Maghrib #12”. Video tersebut berisi gambaran dari Roy Kiyoshi dan seorang indigo bernama Dephien tentang restoran yang menggunakan pesugihan sebagai penglaris restoran.

2. Restoran inisial R dan G

Dalam video tersebut Robby bertanya pada Dephien, inisial sebuah tempat makan terkenal di Indonesia yang menggunakan pesugihan, Dephien menjawab restoran G. Sedangkan saat Robby bertanya pada Roy restoran yang menggunakan pesugihan dan memakan korban, Roy menjawab restoran R.

3. Diedit dan menjadi fitnah

Video milik Robby Purba tersebut kemudian diubah oleh sebuah channel YouTube bernama Hikmah Kehidupan, yang mencantumkan secara gamblang bahwa restoran milik Ruben Onsu tersebut mengandung pesugihan.

Judul dari video tersebut adalah “Mengejutkan, Roy Kiyoshi sebut Ruben Onsu pakai pesugihan sudah makan korban”.

4. Klarifikasi

Roy membantah berita hoax tersebut. Ia menyatakan bahwa ia sudah kenal dekat dengan Ruben, dan ia menyatakan bahwa pernyataannya dalam video tersebut tidak mengarah pada Ruben Onsu, maupun restorannya.

Sedangkan Robby Purba, pengunggah vlog tersebut juga menyangkal hal tersebut. “Jadi intinya sih memang di situ tidak pernah kami menyebutkan nama artis, cuma inisial nama restoran saja,” ujar Robby.

“Demi Tuhan, tidak ada sama sekali menyangkut dengan usaha Koh Ruben dan keluarga,” lanjutnya.

5. Bukan Roy dan Robby yang akan dilaporkan

Pada Senin 11 November 2019 kemarin, Jordi Onsu datang ke Polda Metro Jaya untuk membuat laporan terkait isu bisnis makanan milik sang kakak, Ruben Onsu. Jordi datang bersama kuasa hukum, Minola Sebayang.

Keduanya mengaku telah melaporkan akun YouTube Hikmah Kehidupan atas tuduhan pencemaran nama baik melalui media sosial.

“Kedatangan kami hari ini ada dua kepentingan. Ada dua laporan yang kami lakukan. Kami melaporkan satu akun digital yang sudah memberikan berita bohong, yang isinya fitnah dan pencemaran nama baik,” ucap Minola Sebayang ketika ditemui di di SPKT Polda Metro Jaya, Senin, 11 November 2019.

Sebelumnya, Ruben Onsu juga telah berencana melaporkan kasus ini ke Polda Metro Jaya, khususnya pada kata-kata ‘memakan korban’ pada akun bodong yang mengedit video Robby Purba. Meski bukan Roy ataupun Robby yang akan ia laporkan, namun mereka tetap akan dimintai keterangan karena mereka berdua terlibat dalam kasus tersebut.

(Dinda)

Berita Terbaru

Dukung Skenario Antisipatif Pemerintah dalam Menjaga Stabilitas Rupiah

Oleh: Cahya Rumisastro)*Nilai tukar rupiah kembali menjadi sorotan di tengah tekanan global yang belummereda dan dinamika ekonomi internasional yang cenderung fluktuatif. Dalamsituasi ini, dukungan pemerintah terhadap langkah antisipatif yang disiapkan olehBank Indonesia (BI) menjadi krusial untuk memastikan stabilitas moneter tetapterjaga.Untuk diketahui nilai tukar rupiah masih mengalami fluktuasi beberapa hari terakhir. Nilai tukar Rupiah pada Rabu, 8 April 2026, menunjukkan penguatan 0,64 persen keposisi 16.995 per USD, setelah sebelumnya ditutup di atas Rp17 ribu per USD pada7 April akibat tertekan penguatan indeks dolar global. Namun rupiah kembalimengalami pelemahan pada Kamis, 9 April 2026, sebesar 0,11 % ke posisi 17.030 per USD. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai angka tersebut masih beradadalam cakupan skenario yang disiapkan oleh pemerintah. Di samping itu, pergerakan tersebut tidak serta-merta mengganggu postur Anggaran dan BelanjaNegara (APBN), mengingat Kementerian Keuangan telah menyiapkan berbagaiinstrumen simulasi Bersama BI guna mengantisipasi gejolak pasar. Purbaya mengatakan, pemerintah tidak hanya bergantung pada asumsi nilai tukardalam penyusunan anggaran. Sebaliknya beberapa parameter simulasi disiapkansebagai langkah antisipasif terhadap dinamika global. Purbaya menyatakan kepercayaan penuh terhadap kemampuan BI dalam menjagastabilitas nilai tukar rupiah...
- Advertisement -

Baca berita yang ini