Kocak! Ogah Disuruh Putar Balik, Pemudik Ini Tiba-tiba Kesurupan

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Larangan mudik yang diberlakukan pemerintah membuat masyarakat meradang. Mereka yang telah rindu sanak keluarga berupayah sekuat tenaga untuk bisa kembali ke kampung halaman.

Salah satunya pria yang tak diketahui identitasnya ini. Aksinya viral di sosial media saat dirinya hendak melakukan mudik lebaran.

Sayang, perjalanannya dijegat pihak kepolisian yang memintanya putar balik. Namun, alih-alih menurutinya, pria itu mendadak kerasukan makhluk halus alias kesurupan.

Dilihat pada unggahan akun IG @ndorobeii, Selasa (10/5) pria tanpa menggunakan masker tiba-tiba saja kesurupan diduga lantaran enggan putar balik.

 

View this post on Instagram

 

A post shared by ????????? (@ndorobeii)

“Ieu wilayah aing (ini wilayah saya), Siliwangi,” teriak pemudik tersebut.

Hal itu terjadi pada pukul 11.00 WIB di posko penyekatan pemudik di kawasan Padalarang, Jawa Barat. Pria itu pun mendadak mengeluarkan gestur tak terduga dan berjalan bak seorang robot.

Menurt keterangan akun itu, polisi memberhentikan pemotor tersebut lantaran tidak dapat menunjukkan kelengkapan dokumen kendaraan dan syarat perjalanan.

Saat dihentikan, satgas mengecek dokumen kendaraaan hingga dokumen kesehatan. Namun, pengendara yang kesurupan tak bawa surat tes antigen.

Alhasil kejadian kocak itu mengundang komentar warganet. Mereka tak habis pikir pria itu bisa tiba-tiba kesurupan saat hendak disuruh putar balik.

“Nah kumat lagi kesurupan2,” kata akun dannielkrstn.

“Lagi musim kesurupan bund,” tulis akun adtracing.

“Pada kuat-kuat ya nahan ketawa,” komentar akun ika_pariko.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Ramadan: Menanam Benih Toleransi, Menggugurkan Akar Radikalisme

Oleh: Juana Syahril)* Bulan Ramadan tidak hanya menjadi momentum ibadah spiritual bagi umat Islam, tetapi juga ruang refleksi untuk memperkuat nilai-nilai sosial seperti toleransi dan pengendalian diri. Di tengah meningkatnya polarisasi di era digital, semangatRamadan dapat menjadi fondasi penting untuk mencegah berkembangnya pahamradikalisme dalam masyarakat. Anggota Komisi Perempuan Remaja, dan Keluarga Majelis Ulama Indonesia (MUI), Rabicha Hilma Jabar Sasmita mengatakan bahwa toleransi beragama di Indonesia pada dasarnya bukanlah sesuatu yang baru. Sejak lama masyarakatIndonesia telah hidup dalam keberagaman dan mampu menjalin kehidupan sosialyang harmonis. Keberagaman suku, agama, dan budaya menjadi bagian dariwarisan peradaban yang telah membentuk karakter masyarakat Nusantara. Dalam pandangannya, kehidupan masyarakat Indonesia sejak dahulu telahmencerminkan praktik toleransi yang kuat. Masyarakat terbiasa hidup berdampinganmeskipun memiliki latar belakang keyakinan yang berbeda. Tradisi tersebut juga sejalan dengan nilai-nilai keislaman yang memandang keberagaman sebagai bagiandari kehendak Tuhan...
- Advertisement -

Baca berita yang ini