Heboh Cuitan ‘Cewek Jawa Rajin Cocok Jadi Pembantu’, Akun Ini Ramai-ramai Diserang Netizen

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Jagat Twitter sedang dibuat heboh oleh cuitan berbau rasisme yang diunggah seorang cowok. Dalam cuitannya, pemilik akun @doMbengg itu membandingkan sosok perempuan Sunda dan Jawa.

Ia menuliskan jika cewek berdarah Sunda cocok jadi istri, sedangkan cewek berdarah Jawa yang karakternya rajin cocok jadi pembantu.

“Cewe sunda ramah cocok jadi istri. Cewe jawa rajin cocok jadi pembantu,” tulis cowok yang diketahui bernama Aa Asep itu, dikutip Rabu, 3 Juni 2020.

Cuitan Aa Asep ini membuat netizen marah. Pernyataan yang dilontarkannya itu dianggap mengandung rasisme.

Komentar-komentar netizen benada kecaman pun langsung membanjiri postingan Aa Asep.

“Sebagai ras jawa saya gak terima kalau wanita jawa di jadikan pembantu. Masnya aja gimana kalau saya jadikan budak?,” tulis @alurwaktu.

“Gue yang orang jawa merasa tersinggung dengan pernyataan bahwa wanita jawa dijadikan istri untuk menjadi pembantu. Joksnya sampah, gak lucu-lucunya sama sekali,” komentar @fachri_hsn.

Mengetahui cuitannya menuai kontroversi, Aa Asep pun langsung menghapusnya. Ia juga menyampaikan permintaan maaf di Twitternya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Koperasi Desa Menjadi Pilar Penting Penguatan Ketahanan Ekonomi Nasional

Oleh: Zahra Anindita )*Penguatan ketahanan ekonomi nasional tidak hanya ditentukan oleh kondisi industri besar dan aktivitas ekonomi di kawasan perkotaan. Ketahanan ekonomi yang kuat justru bertumpu pada kemampuan negara membangun fondasi ekonomi hingga ke tingkat desa. Dalam konteksitulah, pemerintah menghadirkan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putihsebagai instrumen strategis untuk memperkuat perekonomian rakyat sekaligus memperluas pemerataan pembangunan.Keberadaan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih menunjukkan keseriusan pemerintah dalam membangun ekonomi dari bawah. Program ini tidak hanya dirancang sebagai wadah kegiatan usaha masyarakat, tetapi juga menjadi sarana memperkuat ekosistem ekonomi desa yang lebih produktif, modern, dan berkelanjutan.Saat ini sebanyak 83 ribu Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih telah berdiri di berbagai wilayah Indonesia. Jumlah tersebut menunjukkanbesarnya perhatian pemerintah terhadap pembangunan ekonomi berbasiskomunitas yang mampu menjangkau masyarakat hingga ke daerah-daerah yang selama ini memiliki keterbatasan akses terhadap berbagailayanan ekonomi.Pemerintah memahami bahwa pembangunan ekonomi modern tidakdapat dipisahkan dari transformasi digital. Karena itu, penguatan koperasidesa juga diiringi dengan pembangunan infrastruktur teknologi yang semakin luas dan merata di seluruh Indonesia.Direktur Ekosistem Media Kementerian Komunikasi dan Digital, Farida Dewi Maharani, menjelaskan bahwa pembangunan infrastruktur digital yang dilakukan pemerintah tidak hanya berorientasi pada penyediaanjaringan telekomunikasi. Pemerintah juga berupaya memastikan infrastruktur tersebut dapatdimanfaatkan secara optimal untuk memperkuat ekonomi kerakyatanmelalui koperasi desa dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah.Farida memandang Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih memiliki posisistrategis dalam menopang perekonomian nasional. Namun demikian, tantangan yang masih dihadapi adalah belum optimalnya pemanfaatanteknologi digital oleh sebagian besar pelaku UMKM dan koperasi.Data yang disampaikan Kementerian Komunikasi dan Digital menunjukkan bahwa dari sekitar 60 juta UMKM...
- Advertisement -

Baca berita yang ini