Haru! 7 Bocah Menabung dan Patungan Beli Hewan Kurban, Netizen: Salut!

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Sebagai umat Muslim, tentu muncul keinginan untuk membeli hewan kurban di hari raya Idul Adha. Namun, bukan rahasia lagi kalau harga kambing maupun sapi tidaklah murah.

Meski begitu, hal itu tak mematahkan semangat dan niat para bocah cilik ini. Belum lama ini, viral kisah tujuh bocah yang niat menabung dan patungan membeli sapi sebagai hewan kurban mereka. Cerita menyebar luas usai diunggah akun Twitter, @sayid_mahcmoed.

“Adik-adik kita ini menabung 10 bulan dari uang jajanya utk membeli sapi seharga 20jt dengan kolektif 7 orang. Jauh-Jauh Naik angkot dari Pasar Anyar Ke Dramaga Bogor,” tulis akun itu Minggu 10 Juli 2022.

Lewat postingannya, nampak adik-adik asal Bogor itu berpose di depan sapi yang mereka pilih. Uang tabungan hasil patungan mereka yang terkumpul total 20 juta Rupiah itu dibelikan sapi yang gagah dan sehat.

“Mereka tdk terlihat kaya dihadapan manusia, tetapi mereka sudah terlihat kaya dihadapan Allah,” tulisnya.

Sontak, kisah ketujuh bocah yang berhasil patungan membeli spai untuk kurban membuat warganet terenyuh. Mereka haru sekaligus salut dengan perjuangan anak-anak itu.

“Ya Allah, malu kau sampai sekarang belum kurban.”

“Keren banget sih dek.”

“Ini yang harusnya up di sosmed.”

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Penguatan Tata Kelola Komoditas melalui Danantara

Oleh: Nur Utunissa*Penguatan tata kelola komoditas nasional kembali menjadi fokus penting dalam arahpembangunan ekonomi Indonesia. Di tengah dinamika perdagangan global yang semakinkompetitif, pemerintah mulai mendorong sistem pengelolaan sumber daya alam yang lebihterintegrasi, transparan, dan berorientasi pada kepentingan nasional. Salah satu langkah strategis yang kini menjadi perhatian adalah penguatan peran Danantaradalam pengelolaan ekspor komoditas strategis Indonesia. Kebijakan ini dipandang sebagai upayamemastikan kekayaan sumber daya alam benar-benar memberikan manfaat optimal bagipembangunan nasional, penguatan devisa, serta ketahanan ekonomi jangka panjang.Dalam beberapa tahun terakhir, Indonesia menghadapi tantangan besar dalam tata niagakomoditas. Sebagai salah satu eksportir utama batu bara, minyak sawit, dan mineral strategislainnya, Indonesia memiliki posisi penting dalam rantai pasok global. Namun, besarnya potensi tersebut dinilai belum sepenuhnya memberikan dampak maksimalterhadap penerimaan negara maupun penguatan ekonomi domestik. Pemerintah melihat masihadanya celah dalam pengawasan transaksi perdagangan, termasuk persoalan ketidaksesuaianpencatatan nilai ekspor, lemahnya kontrol devisa hasil ekspor, hingga praktik transfer pricing yang merugikan kepentingan nasional.Dalam kerangka memperkuat pengawasan tersebut, Badan Pengelola Investasi Danantaramembentuk PT Danantara Sumberdaya Indonesia guna memperbaiki tata kelola eksporkomoditas strategis nasional sekaligus mencegah praktik perdagangan ilegal. Kehadiranperusahaan baru ini diproyeksikan menjadi instrumen strategis dalam memperkuat kontrolnegara terhadap arus perdagangan sumber daya alam yang selama ini menjadi salah satupenopang utama perekonomian nasional.Pemerintah juga menunjuk mantan direktur PT Vale Indonesia Tbk (INCO), Luke Thomas...
- Advertisement -

Baca berita yang ini