Denny Sumargo Khawatir Tidak Memiliki Momongan Imbas Perilaku Nakal di Masa Lalu

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Denny Sumargo mengakui bahwa dirinya merasakan khawatir akan tidak diberi kesempatan memiliki momongan.

Pasalnya, mantan atlet basket tersebut mengaku bahwa perilaku dirinya di masa lalu sangatlah nakal, hal itu yang menjadi penyebabnya merasakan kekhawatiran tersebut.

“Sebenarnya dulu itu saya pernah cerita kalo saya tuh sempet takut gak punya anak, karena saya kan nakal waktu masih muda,” ujarnya.

Menurutnya, krasa takut dan khawatir yang dirasakannya merupakan hal yang wajar dirsasakan oleh setiap manusia.

“Ketakutan yang terjadi manusiawi karena nakal, tapi setelah berjalannya waktu ternyata tidak,” jelasnya.

“Tuhan ternyata masih ngasih saya kesempatan, udah cek segala macem aman. Cuma saya sempet khawatir gitu aja,” sambungnya.

Memang diketahui, Denny Sumargo atau yang akrab disapa Densu belum juga dikaruniai anak meskipun pernikahannya dengan istrinya Olivia sudah memasuki tahun kedua.

Densu sendiri pun mengungkapkan bahwa dirinya dengan Olivia masih terus berusaha untuk dapat memiliki momongan secara natural tanpa perlu melalui program khusus.

“Target momongan kit amah terus ya, biasa natural gitu Cuma memang masih belum dapet. Jadi, kita sabar, dan ya ikhlas-ikhlaskan,”

“Karena kalau urusan anak itu kan pemberian, jadi saya Cuma pengen jalanin dengan apa adanya dan kita berusaha,” pungkasnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

MBG sebagai Pilar Strategis Mewujudkan Generasi Emas Indonesia

Oleh: Dewi Puteri Lestari* Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto merupakan langkah visioner yang menegaskan keberpihakan negara terhadap masa depan generasi muda. Kebijakan ini tidak dapat dipandang secarasempit sebagai program distribusi makanan semata, melainkan sebagai strategi besar pembangunan sumber daya manusia yang dirancang secara sistematis, terukur, dan berorientasi jangka panjang. Dalam konteks persaingan global yang semakin kompetitif, kualitas manusia menjadi faktor penentu daya saing bangsa. Karena itu, intervensi negara pada aspek gizi anak sekolah merupakan keputusanstrategis yang mencerminkan kepemimpinan yang berpandangan jauh ke depan. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa MBG tidak mengurangiprogram maupun anggaran pendidikan. Anggaran pendidikan tetap berada pada porsi 20 persen APBN dengan nilai Rp 769,1 triliun, sesuai amanat konstitusi. Seluruh program pendidikan tetap berjalan sebagaimana mestinya dan bahkanmengalami penguatan. Penegasan ini menunjukkan bahwa pemerintah bekerjadengan perencanaan fiskal yang matang, berbasis data, serta melalui koordinasiintensif dengan DPR. Dengan fondasi anggaran yang kokoh dan legitimasi politikyang kuat, MBG hadir sebagai penguat ekosistem pendidikan nasional. Dukungan parlemen terhadap MBG juga memperlihatkan kesadaran kolektif bahwainvestasi pada generasi muda harus ditempatkan sebagai prioritas utama. KetuaBadan Anggaran DPR RI...
- Advertisement -

Baca berita yang ini