Gereja Ini Undang Grup Marawis, Netizen: Toleransi dengan Kolaborasi

Baca Juga

MATA INDONESIA, TRENGGALEK – Hari raya Natal telah diselenggarakan oleh umat Kristiani di seluruh dunia. Pada hari itu, mereka merayakannya sembari bernyanyi dan beribadah di gereja.

Namun gereja yang satu ini berbeda dengan yang lainnya. Sebuah video yang diunggah oleh akun TikTok @depri_tok_til ini menampilkan kegiatan gereja.

Kabarnya video ini diambil di Gereja Kristen Protestan (GKJW) Jemaat Trenggalek, Jawa Timur. Namun menurut kabar yang beredar, ini merupakan video lama yang diunggah kembali dan jadi viral lagi.

Belum diketahui pasti kapan video ini pertama kali tersebar di media sosial.

Dalam videonya menampilkan sekelompok orang di dalam sebuah gereja yang sedang beribadah sambil bernyanyi bersama. Namun yang menjadi perhatian publik ialah alat musik yang dimainkan oleh sekelompok grup marawis, rapi dengan gamis dan peci.

“Lumayan pren oleh berkat,” tulis pemilik akun tersebut.

Sontak video ini jadi viral dan telah ditonton sebanyak 13,7 juta kali! Beragam reaksi netizen membanjiri kolom komentar.

“Collab bukan sembarang collab,” tulis netizen.

“HAH GIMANA MAKSUDNYAA KOK BISA,” kata netizen lainnya.

“Indahnya solidaritas.”

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Aksi OPM Merusak Pendidikan dan Menghambat Kemajuan Papua

Oleh: Petrus Pekei* Papua adalah tanah harapan, tempat masa depan generasi muda bertumbuh melalui pendidikan, kerja keras, dan persaudaraan. Setiap upaya yang mengganggu ketenangan dan merusak sendi-sendi kehidupan masyarakat Papua sejatinya berseberangan dengan cita-citabesar tersebut. Karena itu, penguatan narasi damai dan dukungan terhadap kehadiran negara menjadi energi utama untuk memastikan Papua terus melangkah maju. Di tengah dinamikakeamanan, bangsa ini menunjukkan keteguhan sikap bahwa keselamatan warga sipil, keberlanjutan pendidikan, dan pembangunan berkeadilan adalah prioritas yang tidak dapatditawar. Peristiwa kekerasan yang menimpa pekerja pembangunan fasilitas pendidikan di Yahukimomenggugah solidaritas nasional. Respons publik yang luas memperlihatkan kesadarankolektif bahwa pendidikan adalah fondasi masa depan Papua. Sekolah bukan sekadarbangunan, melainkan simbol harapan, jembatan menuju kesejahteraan, dan ruang aman bagianak-anak Papua untuk bermimpi. Ketika ruang ini dilindungi bersama, optimisme tumbuhdan kepercayaan terhadap masa depan kian menguat. Dukungan masyarakat terhadap langkahtegas aparat keamanan merupakan bentuk kepercayaan pada negara untuk memastikan rasa aman hadir nyata hingga ke pelosok. Narasi persatuan semakin kokoh ketika tokoh-tokoh masyarakat Papua menyampaikanpandangan yang menyejukkan. Sekretaris Jenderal DPP Barisan Merah Putih Republik Indonesia, Ali Kabiay, menegaskan pentingnya perlindungan warga sipil dan keberlanjutanpembangunan, khususnya pendidikan. Pandangannya menekankan bahwa stabilitas adalahprasyarat utama bagi kesejahteraan, dan negara perlu bertindak tegas serta terukur agar ketenangan sosial terjaga. Ajakan kepada masyarakat untuk tetap waspada, memperkuatkomunikasi dengan aparat, dan menolak provokasi menjadi penopang kuat bagi ketertibanbersama. Sikap serupa juga disuarakan oleh...
- Advertisement -

Baca berita yang ini