Fakta-fakta Novy Chardon, Cewek Asal Surabaya yang Hilang Misterius Usai Dinikahi Bule Kaya Asal Australia

Baca Juga

MINEWS, JAKARTA – Mendapat suami kaya raya, tentu menjadi dambaan setiap wanita. Begitu pula dengan perempuan asal Surabaya bernama Novy Chardon ini

Cewek 34 tahun ini tengah jadi perbincangan hangat netizen lantaran ia hilang secara misterius dan belum ditemukan hingga saat saat ini.

Berawal dari hubungan asmara Novy dengan bule kaya asal Australia bernama John William Chardon (71 tahun). Mereka berdua akhirnya menikah.

Setelah 9 tahun menjalani bahtera rumah tangga, pernikahan Novy dan John mulai retak. Suaminya ketahuan berselingkuh.

Diikuti oleh Novy yang kabarnya juga berselingkuh. Hingga pada tahun 2013, Novy dinyatakan hilang secara misterius.

Tak ada yang tahu keberadaan Novy, bahkan orang-orang terdekatnya. Banyak yang menduga jika Novy dibunuh oleh suaminya, John.

Bahkan, tetangga keluarga Chardon, Glenn Liscombe yang hadir pada sidang, Senin 19 AGustus 2019 silam, memberi kesaksian yang memberatkan John.

Liscombe mengatakan, tepat di hari hilangnya Novy, ia melihat kegiatan yang tak biasa di kediaman Chardon di Gold Coast.

John dan kedua anak perempuannya terlihat meninggalkan rumah dengan terburu-buru. Ia juga menyaksikan John mendorong kotak baja ke dalam mobilnya.

Saksi lain bernama Marshall Agullor juga memberi pengakuan mengejutkan. Marshall mengatakan, saat bertemu dirinya lewat situs kencan Asia pada 2011 silam, John sempat mengungkapkan jika dirinya ingin membunuh sang istri.

“Saya tetap tenang dan menenangkan diri. Saya bertanya padanya siapa yang ingin anda bunuh … ia bilang istri saya,” kata Marshall Aguilor.

“Ia mengatakan kepada saya jika Anda tak bisa melakukan ini, bisakan Anda membantu menemukan seseorang yang akan melakukannya dan saya akan mengaturnya,” lanjutnya.

“Dia akan membayar $ US10.000 (atau setara Rp 100 juta), jika saya bisa menemukan pembunuh bayaran,” ujar Marshall.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Aksi OPM Merusak Pendidikan dan Menghambat Kemajuan Papua

Oleh: Petrus Pekei* Papua adalah tanah harapan, tempat masa depan generasi muda bertumbuh melalui pendidikan, kerja keras, dan persaudaraan. Setiap upaya yang mengganggu ketenangan dan merusak sendi-sendi kehidupan masyarakat Papua sejatinya berseberangan dengan cita-citabesar tersebut. Karena itu, penguatan narasi damai dan dukungan terhadap kehadiran negara menjadi energi utama untuk memastikan Papua terus melangkah maju. Di tengah dinamikakeamanan, bangsa ini menunjukkan keteguhan sikap bahwa keselamatan warga sipil, keberlanjutan pendidikan, dan pembangunan berkeadilan adalah prioritas yang tidak dapatditawar. Peristiwa kekerasan yang menimpa pekerja pembangunan fasilitas pendidikan di Yahukimomenggugah solidaritas nasional. Respons publik yang luas memperlihatkan kesadarankolektif bahwa pendidikan adalah fondasi masa depan Papua. Sekolah bukan sekadarbangunan, melainkan simbol harapan, jembatan menuju kesejahteraan, dan ruang aman bagianak-anak Papua untuk bermimpi. Ketika ruang ini dilindungi bersama, optimisme tumbuhdan kepercayaan terhadap masa depan kian menguat. Dukungan masyarakat terhadap langkahtegas aparat keamanan merupakan bentuk kepercayaan pada negara untuk memastikan rasa aman hadir nyata hingga ke pelosok. Narasi persatuan semakin kokoh ketika tokoh-tokoh masyarakat Papua menyampaikanpandangan yang menyejukkan. Sekretaris Jenderal DPP Barisan Merah Putih Republik Indonesia, Ali Kabiay, menegaskan pentingnya perlindungan warga sipil dan keberlanjutanpembangunan, khususnya pendidikan. Pandangannya menekankan bahwa stabilitas adalahprasyarat utama bagi kesejahteraan, dan negara perlu bertindak tegas serta terukur agar ketenangan sosial terjaga. Ajakan kepada masyarakat untuk tetap waspada, memperkuatkomunikasi dengan aparat, dan menolak provokasi menjadi penopang kuat bagi ketertibanbersama. Sikap serupa juga disuarakan oleh...
- Advertisement -

Baca berita yang ini