Edan! Di Garut Ada Tempat Penitipan Suami dan ‘Penangkaran Buaya’, Begini Penampakan Dalamnya

Baca Juga

MINEWS, JAKARTA – Beberapa waktu belakangan, jagad maya dihebohkan dengan adanya tempat penitipan suami dan penangkaran buaya di Garut. Tepatnya, lokasi tersebut berada di pertigaan Jalan Pataruman, Tarogongkidul.

Banyak netizen bertanya-tanya, apa benar tempat tersebut berfungsi sesuai namanya. Namun usut punya usut, ternyata tempat itu sebenarnya hanyalah sebuah kedai kopi yang bernama Kedai Dukun.

Sang pemilik Kedai Dukun sendiri mengungkapkan, jika karena nama usahanya yang nyeleneh itu jadi banyak orang penasaran datang. Bahkan nyaris tiap orang yang lewat depan kedainya berhenti sejenak untuk mengambil gambar.

Padahal menurut pemilik Kedai Dukun, Kuwu Untun Inji, buaya yang ia maksud itu adalah akronim dari ‘bikin usaha asal yakin saja’. Bukan buaya sungguhan.

Adapun istilah ‘tempat penitipan suami’ yang ia gunakan maksudnya adalah tempat para pria bersantai sembari minum kopi selagi tak bersama istri.

Kedai Dukun Tempat Penitipan Suami dan Penangkaran Buaya ini rupanya juga tak hanya ada di Garut gaes. Kedai ini juga sudah dibuka di Jakarta dan Palangkaraya dengan nama dan spanduk yang sama.

Selain bisa ngopi-ngopi, di sini pengunjung juga bisa menikmati aneka camilan hingga makanan berat dengan harga terjangkau berkisar Rp 12 ribu hingga Rp 18 ribu saja.

Berita Terbaru

MBG sebagai Pilar Strategis Mewujudkan Generasi Emas Indonesia

Oleh: Dewi Puteri Lestari* Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto merupakan langkah visioner yang menegaskan keberpihakan negara terhadap masa depan generasi muda. Kebijakan ini tidak dapat dipandang secarasempit sebagai program distribusi makanan semata, melainkan sebagai strategi besar pembangunan sumber daya manusia yang dirancang secara sistematis, terukur, dan berorientasi jangka panjang. Dalam konteks persaingan global yang semakin kompetitif, kualitas manusia menjadi faktor penentu daya saing bangsa. Karena itu, intervensi negara pada aspek gizi anak sekolah merupakan keputusanstrategis yang mencerminkan kepemimpinan yang berpandangan jauh ke depan. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa MBG tidak mengurangiprogram maupun anggaran pendidikan. Anggaran pendidikan tetap berada pada porsi 20 persen APBN dengan nilai Rp 769,1 triliun, sesuai amanat konstitusi. Seluruh program pendidikan tetap berjalan sebagaimana mestinya dan bahkanmengalami penguatan. Penegasan ini menunjukkan bahwa pemerintah bekerjadengan perencanaan fiskal yang matang, berbasis data, serta melalui koordinasiintensif dengan DPR. Dengan fondasi anggaran yang kokoh dan legitimasi politikyang kuat, MBG hadir sebagai penguat ekosistem pendidikan nasional. Dukungan parlemen terhadap MBG juga memperlihatkan kesadaran kolektif bahwainvestasi pada generasi muda harus ditempatkan sebagai prioritas utama. KetuaBadan Anggaran DPR RI...
- Advertisement -

Baca berita yang ini