Duh! Pengantin Wanita Ini Kena Bogem Kakak Ipar di Resepsi Pernikahan, Ada Apa?

Baca Juga

MATA INDONESIA,  INGGRIS –  Melangsungkan pernikahan adalah impian bagi setiap pasangan. Tak heran, mulai dari akad nikah hingga resepsi, dipersiapkan sebaik mungkin sesuai dengan keinginan masing-masing pasangan.

Untuk merayakan momen bahagia itu, semua keluarga berkumpul merayakannya bersama-sama. Namun, bagaimana jika momen bahagia itu hancur karena pengantin malah dipermalukan sama anggota keluarga lainnya?

Seperti yang dialami pasangan Steffan Wilson dan Erin Mason-George saat melangsungkan pesta pernikahan. Sang pengantin wanita Erin Mason kena bogem alias ditonjik oleh kakak iparnya sendiri, Tomos Rhydian Wilson.

Pernikahan yang terjadi pada Juli itu pada awalnya berlangsung meriah dan bahagia. Namun kakak Steffan, tampak tidak bisa mengendalikan diri karena terlalu banyak minum.

Seperti dikutip The Sun, keluarga Erin memperingatkannya untuk istirahat karena sudah sangat mabuk. Mendapat teguran itu, Tomson merasa tersinggung.

Tomson kemudian mendekati Erin, dan menonjok adik ipar barunya itu. Setelah melakukan aksi brutal, ia kemudian menarik Erin ke bawah dari atas tangga. Tomson juga menyerang ibu Erin dan saudari-saudarinya.

Kasus ini baru mencuat ke permukaan, setelah muncul dalam persidangan. Ya, keluarga Erin membawa kasus ini ke persidangan karena tidak terima dengan kelakuan Tomson.

Pernikahan antara Erin dan Steffan pun diketahui langsung berpisah setelah kejadian tersebut. Mereka baru beberapa jam menikah, dan pihak keluarga Erin melakukan pembatalan pernikahan.

Tomson mendapatkan hukuman tanpa penjara, namun harus bekerja 240 jam untuk komunitas. Ia pun harus membayar kompensasi uang atas kesalahannya itu.

Berita Terbaru

Revitalisasi Irigasi Daerah Percepat Terwujudnya Swasembada Pangan Nasional

Oleh: Kevin Purba )*Pemerintah terus memperkuat fondasi ketahanan pangan nasional melaluipercepatan pembangunan dan revitalisasi jaringan irigasi di berbagaidaerah. Langkah tersebut menjadi bagian penting dari strategi besarmewujudkan swasembada pangan yang berkelanjutan sekaligusmemastikan sektor pertanian mampu tumbuh lebih produktif dan kompetitif. Di tengah meningkatnya kebutuhan pangan dan tantanganperubahan iklim, keberadaan sistem irigasi yang andal menjadi faktorutama dalam menjaga kesinambungan produksi pertanian nasional.Selain pembangunan infrastruktur dasar lainnya, penanganan irigasidaerah menjadi salah satu fokus utama pemerintah karena memilikidampak langsung terhadap produktivitas lahan pertanian dan kesejahteraan petani. Melalui perbaikan jaringan pengairan, pemerintahberupaya memastikan setiap lahan pertanian memperoleh akses air yang memadai sepanjang musim tanam.Menteri Pekerjaan Umum, Dody Hanggodo, menegaskan bahwapercepatan pelaksanaan program prioritas Presiden terus dikawal secaraketat. Menurutnya, pemerintah tidak hanya berfokus pada penyelesaianproyek secara cepat, tetapi juga memastikan mutu pekerjaan, ketepatansasaran, serta akuntabilitas pelaksanaannya. Salah satu capaian penting yang menunjukkan keseriusan pemerintahterlihat pada program penanganan irigasi daerah. Program tersebutditargetkan menjangkau jaringan irigasi yang melayani area pertanianseluas 19.760 hektare. Hingga akhir Mei 2026, progres fisikpelaksanaannya telah mencapai 82,73 persen, menunjukkan bahwarevitalisasi infrastruktur pengairan berjalan sesuai arah yang telahditetapkan.Kemajuan tersebut menjadi indikator positif bahwa pemerintahmenempatkan sektor pertanian sebagai prioritas pembangunan nasional. Keberadaan jaringan irigasi yang lebih baik akan meningkatkanketersediaan air bagi petani sehingga aktivitas budidaya dapatberlangsung secara lebih optimal. Keberhasilan percepatan program pembangunan infrastruktur tercerminpula dari realisasi anggaran Kementerian Pekerjaan Umum yang menunjukkan tren positif. Hingga akhir Mei 2026, realisasi anggaran telahmencapai Rp33,49 triliun atau 31,39 persen dari total pagu yang tersedia. Sementara itu, progres fisik mencapai 35,71 persen, lebih tinggidibandingkan capaian pada periode yang sama dalam dua tahunsebelumnya.Dukungan terhadap langkah pemerintah juga datang dari DPR RI. KetuaKomisi V DPR RI, Lasarus, memberikan apresiasi terhadap kinerjaKementerian Pekerjaan Umum dalam menjalankan berbagai program strategis. Menurutnya, percepatan pelaksanaan pembangunan perlu terusdilakukan agar target pembangunan nasional dapat tercapai secaraoptimal dan manfaatnya dirasakan secara luas oleh masyarakat.Lasarus menilai pentingnya memperkuat sinergi antara pemerintah dan DPR dalam memastikan program prioritas Presiden berjalan efektif. Kolaborasi yang baik antara seluruh pemangku kepentingan diyakini akanmempercepat pencapaian berbagai target pembangunan, termasuk dalambidang ketahanan pangan yang saat ini menjadi salah satu fokus utamapemerintah.Upaya memperkuat irigasi juga dilakukan oleh pemerintah daerah. Di Provinsi Bengkulu, percepatan penyelesaian persoalan irigasi menjadiperhatian utama dalam mendukung Program Cetak Sawah Rakyat...
- Advertisement -

Baca berita yang ini