Dituding Jadi Gundik Bos Garuda, Siwi Sidi: Persaingan Kerja Tidak Sehat, Ada Pengalihan Isu

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Setelah disebut-sebut sebagai simpanan bos Garuda Indonesia, pramugari Siwi Sidi akhirnya angkat bicara langsung kepada media. Siwi mengaku nama baiknya kini tercemar.

“Pencemaran nama baik saya ini benar-benar menyakitkan ibu saya. Pemberitaan itu merugikan saya dan lingkungan saya,” ujar Siwi Sidi dalam jumpa pers yang berlangsung di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Jumat 10 Januari.

Lebih lanjut Siwi mengatakan bahwa dirinya dibawa-bawa untuk pengalihan sebuah isu. Entah apa yang dimaksudnya, Siwi mengatakan persaingan kerja dirinya sebagai sebuah pramugari tidak sehat.

“Ini persaingan kerja yang tidak sehat dalam kerjaan saya. Intinya ada pengalihan isu yang tidak saya tahu dengan menggunakan nama saya,” sambungnya.

Yang pasti, dia mengatakan kalau pemberitaan selama ini tidaklah benar. Siwi Sidi pun sudah menjelaskan hal tersebut kepada perusahaannya.

“Saya sudah klarifikasi. Saya sudah bicara dengan definisi terkait kalau itu tidaklah benar,” tutur Siwi Sidi.

Sebelumnya, nama seorang pramugari Garuda Indonesia, Siwi Sidi disorot lantaran dituding jadi simpanan mantan Direktur Human Capital Garuda, Heri Akhyar.

Heri Akhyar sendiri merupakan Direktur Human Capital Garuda Indonesia yang juga dicopot oleh Menteri BUMN, Erick Thohir usai terkuaknya kasus penyelundupan Harley Davidson yang juga menyeret nama mantan Dirut Garuda Ari Askhara.

Sementara belakangan ini Siwi Sidi disebut sebagai pramugari yang diduga jadi selingkuhan Heri Akhyar.

Berita Terbaru

Aksi OPM Merusak Pendidikan dan Menghambat Kemajuan Papua

Oleh: Petrus Pekei* Papua adalah tanah harapan, tempat masa depan generasi muda bertumbuh melalui pendidikan, kerja keras, dan persaudaraan. Setiap upaya yang mengganggu ketenangan dan merusak sendi-sendi kehidupan masyarakat Papua sejatinya berseberangan dengan cita-citabesar tersebut. Karena itu, penguatan narasi damai dan dukungan terhadap kehadiran negara menjadi energi utama untuk memastikan Papua terus melangkah maju. Di tengah dinamikakeamanan, bangsa ini menunjukkan keteguhan sikap bahwa keselamatan warga sipil, keberlanjutan pendidikan, dan pembangunan berkeadilan adalah prioritas yang tidak dapatditawar. Peristiwa kekerasan yang menimpa pekerja pembangunan fasilitas pendidikan di Yahukimomenggugah solidaritas nasional. Respons publik yang luas memperlihatkan kesadarankolektif bahwa pendidikan adalah fondasi masa depan Papua. Sekolah bukan sekadarbangunan, melainkan simbol harapan, jembatan menuju kesejahteraan, dan ruang aman bagianak-anak Papua untuk bermimpi. Ketika ruang ini dilindungi bersama, optimisme tumbuhdan kepercayaan terhadap masa depan kian menguat. Dukungan masyarakat terhadap langkahtegas aparat keamanan merupakan bentuk kepercayaan pada negara untuk memastikan rasa aman hadir nyata hingga ke pelosok. Narasi persatuan semakin kokoh ketika tokoh-tokoh masyarakat Papua menyampaikanpandangan yang menyejukkan. Sekretaris Jenderal DPP Barisan Merah Putih Republik Indonesia, Ali Kabiay, menegaskan pentingnya perlindungan warga sipil dan keberlanjutanpembangunan, khususnya pendidikan. Pandangannya menekankan bahwa stabilitas adalahprasyarat utama bagi kesejahteraan, dan negara perlu bertindak tegas serta terukur agar ketenangan sosial terjaga. Ajakan kepada masyarakat untuk tetap waspada, memperkuatkomunikasi dengan aparat, dan menolak provokasi menjadi penopang kuat bagi ketertibanbersama. Sikap serupa juga disuarakan oleh...
- Advertisement -

Baca berita yang ini