Bikin Kagum, Anak Kecil ini Selalu Menunggu Kedatangan Tukang Sampah: Aku Ingin Seperti Dia

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Setiap anak pasti mempunyai cita-cita memiliki pekerjaan impian seperti polisi, pemadam kebakaran, dokter, dan lainnya.

Namun, berbeda dengan anak kecil asal Kuala Lumpur, Malaysia ini yang sangat ingin menjadi seorang tukang sampah seperti yang selalu lewat di sekitar rumahnya.

Sebuah video anak kecil yang asyik berfoto dengan pemulung viral di TikTok. Video tersebut diunggah oleh ibunya, Khadijah binti Abdul Rahim yang juga dikenal sebagai Eyja Rahim.

Dalam klip tersebut, ibunya mengatakan bahwa setiap kali anaknya mendengar suara truk sampah, dia akan meminta orang tuanya untuk pergi dan mencari pemulung.

“Dia bilang, kalau sudah besar, dia ingin jadi pemulung,” ujarnya.

Setelah menunggu sekian lama, anak kecil itu akhirnya bisa bertemu dengan ‘pahlawannya’ dan mereka bahkan sempat berfoto bersama. Tak perlu dikatakan, anak itu sangat gembira!

Ibunya juga menceritakan bahwa obsesi anaknya dengan truk sampah dimulai ketika dia berusia 3 tahun.

“Awalnya dia ingin menjadi polisi, pemadam kebakaran, tentara, tetapi ketika dia berusia 3 tahun, dia menunjukkan minat pada truk sampah,” katanya.

“Kami tinggal bersama orang tua kami di rumah dan truk akan lewat setiap pagi. Sejak saat itu, dia memiliki minat yang tak tergoyahkan di dalamnya,” lanjutnya.

Khadijah dan suaminya mengatakan bahwa mereka tidak pernah menghentikan anak berumur 5 tahun itu untuk menyukai truk sampah.

Menurutnya pikiran anaknya masih mengalami perkembangan di usianya yang masih teramat dini. Namun mereka tetap akan mengarahkan ke hal yang positif.

@eyjarahimDia kata “kerja angkat sampah baik. Kasih sayang.” Terima kasih ‘abang lori sampah’ melayan kerenah anak kami. ❤️✨

♬ original sound – Rachel Grae

“Pikirannya masih berkembang dan kami hanya memberinya masukan positif. Terkadang kami memarahinya ketika dia terlalu terobsesi sampai menangis,” ucapnya.

Dalam video lain, anak lelaki itu mengatakan bahwa pekerjaan pemulung itu berat dan dia ingin membantu mereka serta memberi mereka makanan juga.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Koperasi Merah Putih dan Pemerataan Manfaat APBN bagi Rakyat

Oleh : Siti Fatimah Rahma*Kehadiran Koperasi Desa Merah Putih menjadi salah satu terobosan strategis dalam memperkuatpemerataan manfaat Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga ke tingkat akarrumput. Dalam konteks pembangunan nasional, tantangan utama bukan semata pada besarnyaalokasi anggaran, melainkan pada efektivitas distribusi dan dampaknya terhadap kesejahteraanmasyarakat. Oleh karena itu, pendekatan berbasis desa melalui koperasi menjadi instrumenpenting untuk memastikan bahwa setiap rupiah yang dibelanjakan negara benar-benar dirasakanoleh rakyat secara langsung, merata, dan berkelanjutan.Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa skema pembiayaan KoperasiMerah Putih dirancang secara hati-hati agar tidak membebani APBN secara berlebihan. Ia menjelaskan bahwa meskipun sebagian dana bersumber dari alokasi dana desa, kebijakan initetap memberikan nilai tambah karena mendorong efisiensi ekonomi di tingkat lokal. Pendekatanini memperlihatkan bahwa pengelolaan fiskal tidak hanya berorientasi pada pengeluaran, tetapijuga pada penciptaan manfaat jangka panjang yang dapat memperkuat fondasi ekonomi nasional.Lebih lanjut, Purbaya memaparkan bahwa kondisi fiskal tetap terjaga seiring denganmeningkatnya pendapatan negara, terutama dari sektor komoditas seperti batu bara dan minyak. Hal ini memberikan ruang bagi pemerintah untuk melakukan akselerasi belanja di awal tahunsebagai strategi mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih merata. Dengan demikian, percepatan belanja tidak dipandang sebagai risiko, melainkan sebagai instrumen kebijakan untukmengurangi kesenjangan pembangunan antarwilayah.Dari sisi pembiayaan, penggunaan skema pinjaman melalui perbankan Himbara menjadi langkahinovatif untuk memitigasi risiko fiskal. Pemerintah tidak langsung menanggung beban besarsebagaimana dalam skema Penyertaan Modal...
- Advertisement -

Baca berita yang ini