Bikin Gempar! Remaja di Probolinggo Tiba-tiba Hidup Lagi Selama 1 Jam Sebelum Akhirnya Meninggal Lagi

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Peristiwa menggegerkan tentang seseorang yang bangkit dari kematian kembali terjadi. Kali ini terjadi pada seorang gadis asal Probolinggo.

Kisahnya dibagikan oleh akun Instagram @warung_jurnalis dan menjadi viral. Remaja 12 tahun itu hidup lagi selama 1 jam setelah dinyatakan meninggal.

Namun lebih mengejutkannya lagi, setelah sempat hidup kembali 1 jam, remaja bernama Siti Mastufah Wardah itu meninggal lagi.

Kisah berawal saat gadis yang biasa disapa Siti itu dintakan meninggal di RSUD dr Mochammad Saleh, Kota Probolinggo, pada Senin, 17 Agustus 2020, pada jam 06.00 WIB. Menurut informasi, almarhumah meninggal akibat menderita diabetes dan komplikasi.

Jenazah lantas dibawa pulang ke rumah dan dimandikan sekitar pukul 07.00 WB. Namun tiba-tiba, Siti hidup lagi saat dimandikan.

Semua orang yang ada di rumah duka pun gempar. Siti lantas dibawa ke dalam rumah oleh orangtuanya. Sang ayah pun menghubingi petugas medis dari Puskesmas untuk memberi tindakan pada Siti.

Petugas medis lantas memberi oksigen untuk Siti. Namun setelah kurang lebih 1 jam mendapat penanganan dari tim medis, Siti kembali dinyatakan meninggal dunia.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Bersama Menjaga Transparansi Penggunaan Anggaran MBG

Oleh: Asep Faturahman)* Transparansi menjadi fondasi utama dalam pelaksanaan Program Makan BergiziGratis (MBG). Di tengah meningkatnya perhatian publik terhadap penggunaananggaran negara, pemerintah menegaskan komitmennya untuk memastikan setiaprupiah yang dialokasikan dikelola secara terbuka, terukur, dan akuntabel. Dinamikayang muncul di ruang publik, termasuk perbincangan viral mengenai menu Ramadan, dipandang sebagai bagian dari partisipasi masyarakat dalam mengawalkebijakan strategis nasional. Menanggapi isu tersebut, Wakil Kepala Badan Bidang Komunikasi dan InvestigasiBadan Gizi Nasional, Nanik S. Deyang, mengatakan alokasi bahan makanan dalamprogram ini berada pada kisaran Rp8.000 hingga Rp10.000 per porsi. Angka tersebut berbeda dengan nominal Rp13.000 hingga Rp15.000 yang ramai dibahas, karena total anggaran per porsi mencakup komponen lain di luar bahan bakumakanan. Balita, PAUD,...
- Advertisement -

Baca berita yang ini